Ingin Anak Percaya Diri? Giring Mereka ke Kandang Jurank Doank

ORANGTUA IDAMAN. Minimnya sarana bermain anak di alam, menjadi keprihatinan Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang, alias  Dik Doank artis serba bisa.  Kondisi  inilah yang mendorongnya  membuat sarana bermain di alam bagi anak-anak,   yang disebut  Kandang Jurang Doank (KJD).  Setelah beberapa kali berpindah tempat, sejak  tahun 1997,  KJD  menempati lokasi  komplek Alvita, Sawah Baru, Ciputat.

Flying fox menjadi salah satu menu bermain di Kandang Jurank Doank

KJD dibuat sebagai tempat bermain anak-anak. Mereka bebas melakukan apa saja. Lihatlah  mereka, ada yang sedang menangkap ikan, bermain di sawah, di sungai, membaca buku dan lainnya. Berbeda dengan tempat “pendidikan” anak lainnya, di KJD anak-anak belajar langsung di alam. Ada 2 program “pendidikan” alam yang diselenggarakan  di lahan seluas 2,5 ha ini, yakni  sekolah alam dan outbond.

Sekolah alam ini diadakan setiap hari Jumat sore dari pukul 15.30 s/d 17.30 WIB dan gratis. Beberapa hal yang diajarkan adalah menggambar, menari atau bermain perkusi. Usia peserta balita. Untuk outbond, kegiatan anak-anaknya lebih banyak lagi. “Kegiatan ini bisa dilakukan perseorangan atau perkelompok. Hampir setiap hari ada kegiatan, apalagi saat musim liburan sekitar bulan Mei, Juni dan Juli,” papar Fadly, salah satu pengurus KJD.

Peserta Diasuransikan

Biaya untuk outbond tergantung jenis permainan yang dipilih. Misalnya untuk permainan flying fox Rp.20.000/anak, sedangkan permainan yang lain seperti perahu kampret, jembatan goyang dan lain-lain rata-rata Rp.15.000/ orang. KJD juga menyediakan berbagai tipe paket outbound untuk kelompok dengan minimum peserta 30 orang.  Isi  paket ini  antara lain,  mandi lumpur di sawah, menangkap ikan, menanam padi, atau memandikan kerbau. Mereka juga bisa menggambar keindahan alam sekitar, mendengar dongeng, mengenali aneka satwa yang dipelihara di sekitar KJD, dan mengikuti beragam permainan lainnya.

“Harga paket per orang bervariasi antara Rp 108.000 dan Rp 120.000,” terang Fadly. Biaya tersebut sudah termasuk mengikuti beragam kegiatan, tenda, makan dan asuransi.  Semua kegiatan  dijalankan  dengan panduan  “kakak” yang menjadi mentor. Ada sekitar 30 orang yang aktif menjadi mentor untuk anak-anak ini. Tidak hanya anak-anak, orang tua pengantar juga diikutsertakan dalam kegiatan. Biasanya dalam bentuk permainan.          Secara jujur Fadly mengungkapkan, meski secara bisnis banyak pemasukan,  KJD lebih banyak untuk tujuan sosial.

error: Content is protected !!