MENDIDIK ANAK MANDIRI, BERBASIS NILAI LOKAL

ORANGTUA IDAMAN. Menurut Nina, anak bisa jenuh dan kehilangan minat belajar jika di usia dini sudah dipaksa untuk berpikir. Apalagi menguasai berbagai bahasa di usia yang belum waktunya.

Di tengah menjamurnya  jasa sekolah yang menawarkan sistem pendidikan berbahasa asing dan kecanggihan teknologi, Sekolah Putik justru mendidik anak bersandar pada nilai-nilai lokal untuk mengantarkan anak percaya diri dan mandiri.  

Sekolah Putik didirikan oleh  Nina Estanto, pada tanggal 7 April 2002. Ide ini  muncul  terdorong keprihatinannya  terhadap sistem pendidikan prasekolah di tanah air, yang menurutnya tidak tepat. Suatu ketika  Nina hendak memasukkan putri pertamanya ke tingkat prasekolah. ”Saya sudah berkeliling menyurvei hampir semua sekolah, namun tak ada yang sesuai dengan idealisme saya. Semua hanya menawarkan janji agar anak bisa secara instan menguasai bahasa asing, teknologi internet, dan sebagainya,” ujar Nina. “Anak-anak bukanlah mesin yang bisa diatur untuk menuruti kemauan orang tua,” tambah wanita yang pernah bekerja sebagai jurnalis media cetak ini. Menurutnya, anak bisa jenuh dan kehilangan minat belajar jika di usia dini sudah dipaksa untuk berpikir. Apalagi menguasai berbagai bahasa di usia yang belum waktunya.

Sebelumnya Nina sempat ikut sang suami, Bob Dafonso Estanto yang berdinas di Skotlandia. Sambil menemani sang suami, Nina melanjutkan pendidikan jurnalistik di University of Strathclyde. Pengalamannya tinggal di negeri orang, memberi pelajaran berharga. Hatinya terketuk saat menemukan fakta baru tentang pola pendidikan anak usia dini. Di Inggris, anak-anak usia balita tidak dipaksa untuk belajar baca tulis. Mereka justru diajarkan tentang kemandirian. Misalnya bagaimana cara memegang roti atau sendok supaya bisa makan sendiri, bagaimana memakai sepatu, toilet training, bagaimana mereka bisa bersosialisasi dengan teman. Kebanyakan orang tua di sana tidak menerapkan gaya pendidikan modern, tapi justru menerapkan budaya lokal sejak dini. “Seperti contohnya, anak-anak dibiasakan mengucapkan kata “please” jika ingin meminta sesuatu dari orang lain,” lanjutnya.

Sekolah Berbasis Nilai Lokal

Dalam proses belajar-mengajar  Sekolah Putik  lebih menerapkan aspek-aspek sosial, emosional, budi pekerti, dan agama. “Saya rangkul teman-teman saya dari jurusan psikologi dan teman yang sudah berpengalaman sebagai pengajar prasekolah anak untuk membantu program saya merintis sekolah ini,” lanjutnya.

Dalam waktu kurang dari seminggu, Nina berhasil mendapatkan 20 murid. Setahun kemudian, Sekolah Putik membuka cabang baru di Jalan Binamarga Cipayung yang akhirnya kini justru menjadi sekolah pusat. Gedung sekolah yang diberi nama “Rumah Putik” memadukan unsur pendidikan, permainan, galeri, dan rumah modern.

Di sini, para murid diajarkan nilai-nilai lokal seperti menyapa guru dengan sebutan “Ibu”, bukan “Miss”, dan menyebut pegawai lain di sekolah dengan panggilan “Mbak” atau “Mas”. Selain itu sosialisasi seperti menyapa teman dan guru setiap berpapasan, serta toilet training  demi kemandirian sang anak.

Hasilnya, sebagian besar lulusan Sekolah Putik tampil sebagai anak yang penuh percaya diri. Salah satunya adalah Cinta Kuya (anak dari artis Uya Kuya) “Sebagai pendiri Sekolah Putik, saya juga menjadikan anak pertama sebagai percobaan. Semua guru di sini saya pesan untuk memperlakukan anak saya layaknya murid yang lain. Saya ingin buktikan idealisme terbukti atau tidak? Ketika masuk SD, dia sama sekali tidak bisa bahasa Inggris. Tapi, seiring dengan usianya yang sudah mampu menerima bahasa asing, dengan sendirinya ia bisa menangkap dengan mudah setiap materi yang diajarkan guru,” jelasnya.

Keunggulan Sekolah Putik :

  • Pembagian kelas dibagi berdasarkan tingkatan usia, seperti Dede Kecil (usia 1,5 – 2 tahun), kelas Dede (2 – 3 tahun), dan kelas Adik (3 – 4 tahun).
  • Putik juga memiliki TK A dan TK B, serta SD.
  • Seragam dengan desain khusus Putik.
  • Jumlah pengajar ditentukan berdasarkan jumlah murid. Misalnya, 1 : 3, 1 : 6, dan 2 : 12
  • Kelas full AC, dengan lantai parket, dilengkapi fasilitas audio visual dan perpustakaan mini.
  • Disediakan makanan dengan menu sehat setiap hari.
  • Playground yang aman dan berkualitas. Permainan edukatif dan furniture eksklusif di setiap kelas.
  • Aktivitas outdoor seperti jalan-jalan dan berenang (bebas biaya)
  • Tersedia Klub Putik : Iqro Club, Art Club, dan Fun English Club.
error: Content is protected !!