TN GUNUNG HALIMUN – SALAK: PESONA HUTAN BERKABUT

ORANGTUAIDAMAN.COM Di areal hutan pegunungan seluas 113.357 ha ini kabut  menjadi suguhan harian menawan.

Dalam bahasa Sunda, Halimun berarti kabut.  Kawasan ini dijuluki Halimun karena sepanjang waktu berselimut kabut.  Pada pagi hari, lapisan kabut berpadu dengan tajuk pepohonan membentuk pemandangan yang rupawan. Anda bisa memulai perjalanan ekowisata dari Stasiun Penelitian Cikaniki.  Di tempat tersebut disedakan wisma yang dapat digunakan sebagai penginapan bagi pengunjung.  Bangunan berbentuk panggung terbuat dari kayu itu memiliki 5 kamar.  Masing-masing berkapasitas 4 orang.

Sekitar 400 meter dari Stasiun Penelitian Cikaniki, Anda bisa menemukan air terjun Curug Macan.  Air terjun ini masih alami.  Terletak di bawah kerindangan tajuk hutan.  Tepat di depannya mengalir sungai berair jernih.  Di tempat itu disediakan semacam pondok atau gazebo yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat menikmati pemandangan air terjun.  Selain Curug Macan, Anda juga bisa menikmati keindahan Curug Piit.  Lokasinya sedikit lebih jauh dari Curug Macan.  Sekitar 3 km dari Cikaniki.

Berjarak sekitar 500 meter dari Curug Macan, Anda bisa menjumpai kawasan perkebunan teh Nirmala.  Hamparan kebun teh terletak di dalam lembah, di sepanjang jalur perlintasan yang Anda lalui.  Saat hari masih pagi, kabut tebal, hamparan perkebunan teh tersebut menjadi salah satu pemandangan yang sangat menarik.  Kanopi hutan terlihat belapis-lapis.  Semakin jauh jaraknya terlihat kian samar.  Dilatarbelakangi siluet perbukitan yang disorot sinar matahari dari baliknya.

Jembatan Kanopi

Dari jalur berbeda, 200 meter di belakang Stasiun Penelitian Cikaniki, Anda bisa menemukan obyek menarik lainnya, yakni jembatan kanopi.  Jembatan ini dibangun menggantung di antara tajuk pepohonan. Dibagi menjadi 5 ruas. Membentang sepanjang 100 m, dengn ketinggian 25 – 30 m.  Dari atas jembatan ini Anda bisa menikmati pemandangan tajuk pepohonan.  Selain itu juga bisa melakukan pengamatan burung. 

Konstruksinya sangat kuat. Terdiri dari 5 sling baja.  Diameternya sebesar lengan orang dewasa.  Meski demikian, pengunjung tetap tidak disarankan berjubel di atas canopy trail.  Setiap ruas hanya diperbolehkan dilintas maksimal 3 orang pengunjung.  Itupun Anda diwajibkan berjalan secara tenang di atas perlintasan.

Bagi Anda yang ingin berkemah, lokasinya berada di  bumi perkemahan terletak sekitar 2 km dari jembatan kanopi.  Tempat tersebut bisa dicapai dengan menempuh jalan setapak di dalam hutan terlebih dulu.  Jalur ini sebenarnya merupakan jalur pengamatan.  Dilengkapi dengan pal hm (hekto meter = 100 m),  papan petunjuk, dan shelter.  Beberapa jenis pohon dilengkapi dengan papan nama.  Sehingga pengunjung bisa mengenal lebih dekat jenis pohon dan alam Cikaniki – Citalahab.  Rasa lelah bisa ditebus oleh suguhan pemandangan aneka flora dan fauna.

Rumah Penduduk

Tak jauh dari Bumi Perkemahan terdapat Wisma Tamu Citalahap.  Difasilitasi dengan kamar peristirahatan sebanyak 6 buah.  Masing-masing berkapasitas 3 orang.  Wisma ini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Warga Saluyu. 

Bila Anda ingin mengenal budaya masyarakat setempat  lebih dekat. Disarankan menyewa kamar di rumah penduduk.  Dengan cara seperti ini Anda secara tidak langsung membantu perekonomian masyarakat setempat.

Rindang tajuk hutan yang selalu tertutup kabut tersebut dihuni beraneka satwa.  Beberapa diantaranya yakni lutung (Trachypithecus auratus), sigung (Mydaus javanensis), Owa Jawa (Hylobates moloch) suara satwa ini terdengar bersahutan pada pagi dan sore, Elang Jawa (Spizaetus bartelsi),  burung celepuk jawa (Otus angeliane), dan burung Ciung-mungkal Jawa (Cochoa azurea).

Taman Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga dihuni oleh beragam jenis tumbuhan.  Kondisi berkabut dan lembap membuat kawasan ini menjadi tempat subur bagi berneka jamur, anggrek dan rotan.  Jenis flora lain yang bisa ditemui yakni pohon rasamala (Altingia exelsa).  Pohon ini tumbuh pada ketinggian 500 – 1.000 m di atas permukaan air laut.

Zona yang lebih tinggi lagi bernama sub – montana.  Terletak pada kawasan berketinggian 1.000 – 1.500 m di atas permukaan air laut.  Daerah ini didominasi oleh Pohon Puspa (Schima walichii) dan beberapa jenis Fagaceae.  Sedangkan zona Montana terletak pada ketinggian 1.500 – 2.211m di atas permukaan air laut.  Penghuni utama kawasan ini antara lain yaitu Castanopsis, Lithocarpus, Quercus, Palahlar (Dipterocarpus hasseltii), dan kantung semar (Nepenthes).

Penasaran! Rasakan kabut Halimun.

Jalur Menuju Kesana

Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta arahkan kendaraan menuju Ciawi.  Kemudian menuju Sukabumi.  Setelah sampai di Pasar Parung Kuda, arahkan kendaraan menuju Kantor Pusat Balai Taman Nasional Gunung Halimun – Salak.  Dari tempat ini Anda bisa mengurus izin kunjungan.  Lalu teruskan perjalanan ke Stasiun Penelitian Cikaniki.

Kendaraan Umum

Dari Terminal Kampung Rambutan, gunakan angkutan menuju Terminal Baranangsiang, Bogor.  Dari sini, naik angkutan menuju Sukabumi, biasanya berupa L 300.  Turun di Terminal Parungkuda.  Kemudian menggunakan angkutan tujuan Cipeuteuy.  Dari Cipeuteuy bisa menyewa ojek menuju Stasiun Penelitian Cikaniki.

error: Content is protected !!