ANAK ANDA MENJADI LATE BLOOMER? BUKAN SESUATU YANG BURUK

ORANGTUAIDAMAN.COM Banyak orangtua menginginkan anak mereka bisa membaca, menulis dan berhitung. Mereka memaparkan anak-anak berusia kurang dari 7 tahun kepada tulisan, buku bacaan dasar, dan lembar latihan.

Tak sedikit anak yang dipaksa ikut dalam program pendidikan usia dini. Di sana, anak-anak dipaksa mendengarkan instruksi guru selama beberapa jam sehari. Aktivitas dan gerakan mereka pun dibatasi.

Realitanya, banyak anak-anak yang belum siap menjalani proses seperti itu.

Memurut Dr. Louise Bates Ames, mantan asisten direktur Gesell Institut di New Haven, Connecticut menyarankan agar kita membiarkan anak-anak bersekolah (SD) berdasarkan kesiapan perkembangan mereka. Bukan berdasarkan tahun kelahiran.

Banyak siswa TK dan siswa kelas satu SD yang normal belum memiliki keterampilan berpikir yang cukup untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh para guru.

Sementara itu, Rudolf Steiner, pendiri Waldrof Education, mengkritik kecenderungan orangtua dan guru yang berambisi cepat-cepat mengajarkan membaca dan menulis kepada anak atau anak didik mereka.

Mengikut sertakan anak ke dalam pendidikan usia dini itu boleh-boleh saja. Namun yang wajib diperhatikan yaitu bahwasanya anak memiliki kesiapan yang berlainan. Sehingga, orangtua dan guru harus mencermati hal itu.

Anak yang belum siap sebaiknya tidak dipaksa ikut program sekolah usia dini. Ada baiknya orangtua memilih sekolah alternatif sebagai tempat belajar putera dan puterinya. Salah satunya yaitu sekolah di rumah (home schooling).

Sekolah alternatif menitik beratkan materi pembelajaran sesuai pertumbuhannya. Maka tak heran, banyak anak yang memiliki kehebatan di bidang tertentu ketika teman-teman seusianya asyik belajar membaca dan menulis namun justru melupakan talentanya. Pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan kecerdasan anak.

Ada delapan kecerdasan anak yang perlu diketahui. Yaitu kecerdasan linguistik, kecerdasan logis matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan antar pribadi, kecerdasan intrapribadi, dan kecerdasan naturalis. Simak lebih detil perihal kecerdasan anak dalam artikel selanjutnya..

Beberapa anak baru bisa membaca dan menulis ketika sudah di kelas tiga atau kelas empat. Memang seperti itulah kenyataannya. Anda tidak bisa memaksakannya. Jika dipaksa, mereka justru akan membenci membaca setiap kali melakukannya.

error: Content is protected !!