IQ TINGGI BUKAN BERARTI CERDAS, INI PENJELASANNYA

ORANNGTUAIDAMAN.COM – Umumnya,  pendidik dan orangtua menakar potensi anak dalam koteks sempit. Salah satunya adalah IQ. Nyatanya, kecerdasan itu tidak bisa hanya diukur  hanya dengan IQ, namun lebih luas lagi dengan multiple intelligence.

Sejak tes IQ diciptakan hampir 100 taun lalu, orang selalu memandang kecerdasan sebagai susuatu yang bersifat tunggal dan dibawa sejak lahir serta tidak banyak berubah sepanjang kehidupan seseorang. Sekarang kita sadar bahwa pandangan seperti itu keliru. Penelitian Dr. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Havard University menunjukkan ada banyak jenis kecerdasan yang tidak bisa diukur dengan tes IQ standar.

Ia mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang memiliki nilai budaya. Lebih jauh lagi ia mengatakan, psikologi dan pendidikan telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempelajari kecerdasan di dalam ruang tes. Kedua disiplin ilmu ini seharusnya lebih banyak melihat dunia nyata untuk mencari contoh-contoh cara manusia memecahkan masalah dan menciptakan berbagai produk yang penting bagi perkembangan budaya.

Pendapat berbeda dikemukakan oleh Arthur Jensen (1969, menurutnya,kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Ia juga  mengungkapkan bahwa lingkungan dan budaya hanya berperan minimal terhadap perkembangan kecerdasan. Jensen melakkan beberapa penelitian kecerdasan, di antarana ada yang membandingkan tentang anak kembar yang berasal dari satu sel telur (kembar identik) dan anak kembar yang berasal dari dua sel telur (fraternal twins).

Kembar identik memiliki genetik yang identik, karena itu kecerdasan (IQ) seharusnya sama. Fraternal twins pada anak sekandung genetikanya tidak sama karena itu IQ-nya pun tidak sama. Menurut Jensen bila penaruh lingkungan lebih tinggi pada kembar identik yang dibesarkan dalam dua lingkungan yang berbeda, seharusnya menunjukkan menunjukkan IQ yang berbeda pula.

Kajian terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa kembar identik yang dibesarkan dalam dua lingkungan yang berbeda korelasi rata-rata IQ-nya 82. Dua saudara sekandung yang dipelihara dalam lingkungan yang berbeda korelasi rata-rata IQ-nya 50.

Banyak ahli mengkritik Jensen. Salah seorang diantaranya mengkritik definisi kecerdasan itu sendiri. Menurut Jensen, IQ yang diukur melalui tes kecerdasan yang baku merupakan indikator kecerdasan yang baik. Kritik dari ahli yang lain yaitu bahwa tes IQ hanya menyentuh sebagian kecil dari kecerdasan. Cara yang dilakukan oleh individu dalam memecahkan masalah sehari-hari, penyesuaian dirinya terhadap lingkungan kerja dan lingkungan sosial merupakan aspek-aspek kecerdasan yang penting dan tidak terukur oleh tes kecerdasan baku yang digunakan oleh Jensen.

Kritik ke dua menyatakan bahwa kebanyakan penelitian tentang keturunan dan lingkungan tidak mencakup lingkungan-lingkungan yang berbeda secara radikal. Karena itu tidaklah mengherankan bahwa studi tentang genetik menunjukkan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh yang lemah terhadap kecerdasan.

Menurut Jensen pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80 persen. Kecerdasan memang dipengaruhi oleh keturunan tetapi kebanyakan ahli perkembangan menyatakan bahwa pengaruh itu berkisar 50 persen.

Nah, bagi Anda yang kebetulan memiliki IQ cekak tak perlu berkecil hati. Gali terus untuk  menemukan potensi anak.

error: Content is protected !!