DOMINAN CERDAS KINESTETIK? BEGINI CARA BIMBING ANAK BELAJAR MATEMATIKA

ORANGTUAIDAMAN.COM – Lambat menyerap materi pembelajaran bukan berarti vonis anak tak cerdas. Cara belajar seharusnya diesuaikan dengan kecerdasan anak.

Kecerdasan itu banyak macamnya. Salah satunya adalah kecerdasan kinestetik-jasmani atau kecerdasan seluruh tubuh. Kepintaran ini dimiliki oleh atlet, penari, seniman pantomim, dan aktor. Selain itu juga dimiliki oleh montir, penjahit, tukang kayu, dan ahli bedah.

Anak-anak dengan kecerdasan kinestetik-jasmani bukan berarti tidak membutuhkan materi pembelajaran matematika. Matematika adalah alat yang dibutuhkan untuk memudahkan hidup seseorang.

Dengan demikian, seyogyanya pembelajaran matematika disesuaikan dengan kebutuhan hidup yang kelak akan mereka butuhkan. Anak dengan kecerdasan kinestetik-jasmani memiliki cara berpikir yang berbeda bila dibandingkan dengan anak-anak yang berkecerdasan logis-matematika.

Salah satu cara penyampaian materi pembelajaran matematika bagi penganut kecerdasan kinestetik-jasmani yaitu belajar dengan tubuh. Agar anak mudah memahami, maka matematika harus dimanipulasi. Dibutuhkan alat bantu belajar berupa balok, tongkat, dadu, dan kepingan. Perangkat belajar itu secara aktif akan disentuh, digerakkan, disusun, san dimanuver selama mempelajari hubungan dalam inti operasi matematika dasar.

Tidak semua anak terbatu dengan manipulasi. Beberapa anak tidak menyukainya, sementara anak-anak yang lain menginginkan cara yang lebih dalam untuk memasuki proses belajar kinestetik dan menemukan kembali angka dalam tubuh. Mereka butuh berpetualang agar menemukan makna angka. Misalnya memahami ukuran dengan tubuh. Contohnya ukuran panjang yang dinyatakan dengan rentangan tangan atau depa, dan jengkal.

Beberapa langkah berikut bisa sigunakan untuk membimbing anak dengan talenta kecersasan kinestetik-jasmani dalam mempelajari matematika.

  • Bimbing anak mengukur benda-benda di sekitarnya menggunakan anggota tubuhnya. Misalnya dengan depa, jengkal, langkah kaki dan lain sebagainya.
  • Membuat garis angka dengan kapur di jalan masuk rumah menggunakan kapur, mintalah anak berlatih mengerjakan soal aritmatika dengan berjalan, berlari, meloncat atau lompat yali di sepanjang garis kapur itu.
  • Membimbing anak belajar berhitung menggunakan jari-jarinya, untuk menambah, mengurangi, mengalikan, dan membagi.
  • Membimbing anak mengukur tinggi dan bobot badannya, panjang lengan , panjang kaki, dan lingkar kepala.
  • Membantu anak mengeksplorasi bentuk geometri melalui gerakan tubuh. Kreatif. Misalnya: membuat bentuk persegi dengan jemari tangan, membentuk segitiga dengan tangan atau kangkangan kaki.
  • Beberpa langkah berikut bisa sigunakan untuk membimbing anak dengan talenta kecersasan kinestetik-jasmani dalam mempelajari matematika.


error: Content is protected !!