PUNYA ANAK HIPERAKTIF? SEPERTI INI MENU YANG SEBAIKNYA DISANTAP

ORANGTUAIDAMAN.COM – Kalau belum menyanyap nasi itu belum makan. Anggapan seperti itu banyak dianut oleh orangtua. Maka tersajilah sepiring nasi porsi jumbo plus lauk mie goreng berbonus telur mata sapi dan secangkir teh manis untuk sarapan. Terlihat cukup, tapi apakah menu seperti itu layak bagi anak?

Kondisi yang lebih parah banyak diidap oleh keluarga sibuk. Menu sarapan paginya adalah roti berlapis selai atau mentega, dan segelas minuman instan sereal.

Ada cara lebih tepat yang dapat dilakukan saat menyajikan menu sarapan anak. Memastikan bahwa anak menyantap sarapan seimbang daripada sekadar menjejali perut anak dengan nasi dan menu sarat gula dalam porsi jumbo. Menu seimbang lebih dibutuhkan daripada sekadar perut kenyang.

Menu seimbang dapat menjamjn belajar anak menjadi lebih tenang. Sehingga mereka bisa berkonsentrasi secara baik.

Menurut penelitian yang dilakukan di George Washington University School of Medicine di Washington, D.C terhadap beberapa kelompok anak “hiperaktif” dan “nonhiperaktif” diberi dua jenis sarapan. Yaitu sarapan berkabohidrat tinggi berupa dua potong roti panggang berlapis mentega. Menu kedua yaitu sarapan kaya protein, berupa dua telur yang dimasak orak-arik dengan mentega.

Kedua kelompok ini juga diberi minum jeruk tidak bergizi yang dibubuhi pemanis buatan aspartam atau sukrosa. Jis jeruk seperti ini banyak ditawarkan dalam bentuk minuman rasa buah instan.

Hasil penelitan itu menunjukkan bahwa kelompok “hiperaktif” yeng mengonsumsi karbohidrat dan menenggak minuman berkadar gula tinggi memperlihatkan hasil yang lebih buruk dalam sebuah tes rentang perhatian dibandingkan dengan kelompok yang lain. Namun demikian, ketika mereka mengonsumsi makanan berprotein dan minuman bergula, memperlihatkan hasil yang lebih baik dalam hal konsentrasi, bahkan bila dibandingkan dengan kelompok nonhiperaktif.

Penelitian ini menekankan pentingnya memastikan sarapan bagi anak dengan gizi seimbang antara protein dan karbohidrat atau gula. Berbagai menu kaya protein diantaranya yaitu: telur, susu, yogurt, keju, dan kacang. Sedangkan menu kaya gula atau karbohidrat yaitu nasi, sereal, roti, mie, dan pasta.

Anak yang mengalami masalah konsentrasi sebaiknya menyantap menu bergizi seimbang. Ada baiknya Anda menyingkirkan permen, minuman ringan, mengganti nasi putih dengan nasi merah dan gandum, menyediakan banyak buah serta sayuran segar. Serta jangan lupa menyajikan menu berprotein tinggi setiap hari. Alihkan menu manis kesukaan anak ke menu buah-buahan yang alami dan lebih sehat.

error: Content is protected !!