LOVE BIRD: UNGGAS CANTIK SEPANJANG MASA

ORANGTUAIDAMAN.COM – Meskipun pamornya sudah tak secerah dulu, sosok love bird tetap saja molek. Rasa cinta pehobi sejati terhadap burung ini tak pernah luntur.

Love bird non klep alias tanpa garis putih melingkar di area kelopak mata pernah menjadi idola. Jenis ini tak hanya bisa mengalunkan suara kicauan ngerol, speed rapat, dan volume kencang, tapi juga memiliki keindahan warna bulu. Seperti love bird lain. Non klep varian warnanya sungguh menakjubkan.

Kaya Warna
Blorok non klep. Varian ini terbilang love bird dengan kelir lengkap. Ada bisa menyaksikan warna hijau, biru, dan kuning dalam satu tubuh. Polanya bentong-bentong (totol).

Lalu ada juga Cinnamon non klep yang didominasi warna hijau. Sementara tubuh Aqua berwarna hijau dengan bagian muka berkelir putih. Masih banyak jenis warna lainnya. Seperti Marbel dan bahkan Lutino non klep.  Penasaran? Mari kita lihat beberapa varian warna love bird non klep idola !

Tips Merawat
Karir love bird di ajang kontes, dimulai dari perannya sebagai master alias burung isian. Namun sekitar 1997, karena para penggemarnya mulai banyak,  akhirnya di buka kelas sendiri.  Tak hanya suara yang membuat hobiis ocehan suka, cara merawatnya yang mudah semakin menarik minat orang untuk memilikinya.

Burung yang termasuk keluarga besar paruh bengkok ini hanya perlu dipasok pakan khusus love bird. Sebagai pakan tambahan, setiap dua hari sekali tak ada salahnya jika Anda memberikan pakan tambahan berupa kangkung, selada, pear dan apel.

Jangan lupa memandikannya setiap pagi sebelum matahari muncul. Bila rajin mandi, maka kutu akan kabur. Pada saat love bird berada di kandang mandi, bersihkan sangkar hariannya. Jika sudah yakin bersih, masukan kembali love bird kesayangan ke dalam sangkar. Setelah itu sekitar 1-2 jam love bird klangenan harus dijemur. Langkah ini dipercaya bakal memperlancar peredaran darahnya.

Tipe Fighter
Pada mulanya, pada hobiis yang kerap pergi ke ajang kontes hanya mau memelihara love bird berkelir hijau. Karena varian burung tersebut dipercaya bermental fighter.  Jadi kalau lawan berkicau, dia pasti bunyi. Nggak mau kalah!

Postur Love Berkualitas

–   Badan proporsional, artinya kepala, badan, dan tubuh seimbang.
–   Ketika nongkrong di tangkringan bisa berdiri tegap.
–   Memiliki kacamata
–   Pilih warna tubuh hijau karena dipercaya memiliki tipe fighter alias tak mau kalah bila lawan sedang bunyi. 
–   Tak ada cacat tubuh.

Ketika Varian Warna Jadi Idola
Bagi para hobiis, salah satu hal yang menarik dari seekor love bird adalah warna tubuh.   

Ada pola totol, sisik, bahkan pola di punggungnya bisa menyerupai hati.  Belum lagi bila menilik kelirnya yang sangat mencolok. Seperti warna kuning, hijau, biru, abu-abu, hitam, bahkan  silver. Padahal dulu, love bird ini hanya ada beberapa jenis dengan ciri masing-masing seperti Agapornis cana yang bercirikan warna abu dikepalanya. Sehingga burung ini sering dipanggil love bird kepala abu dikalangan penggemarnya di Indonesia. Untuk membedakan jenis kelamin burung dengan berat sekitar 25-28 gram ini bisa dengan melihat perbedaan warna bulu.

Jantan tubuhnya berwarna hijau dan bergradasi dengan kuning di bagian bawah tubuhnya. Sementara kepala, leher, dan dada berwarna abu-abu muda. Bulu ekor berwarna hijau tua. Paruh dan kaki berwarna abu. Lain halnya dengan betina. Warna bulu kepala, leher, dada, di bawah sayap berwarna hijau. Burung jenis ini sering ditemukan di kepulauan Madagascar.

Beda lagi dengan jenis Agapornis pullaria. Warna badan hampir sama dengan jenis A. cana. Namun love bird jenis ini memiliki ciri khas yaitu mukanya berwarna merah. Tak heran kalau burung ini sering disebut love bird muka merah. Selain itu paruh berwarna merah muda. Sementara warna merah di muka betina lebih muda ketimbang di jantan. Jenis love bird ini tersebar di negara – negara Afrika Tengah dan Barat Tengah.

Ada satu lagi jenis love bird di dunia ini, yaitu  Agapornis taranta. Burung ini memiliki warna hitam di ujung sayapnya. Sekilas burung ini tampak seperti  kedua jenis love bird di atas. Namun coba perhatikan warna ujung sayapnya. Hitam kan? Di situlah perbedaanya. Selain itu jenis A.taranta di bagian dahi dan lingkar matanya berwarna merah. Sementara yang betina dahinya berwarna hijau. Burung ini banyak tersebar di dataran tinggi Ethiopia.

Warna hitam di love bird ternyata berpengaruh untuk menentukan jenisnya. Coba tengok jenis yang satu ini. Gara-gara memiliki warna hitam di sekitar tengkuk maka burung ini di sebut love bird kerah hitam. Padahal sepintas penampilan burung ini terlihat sama dengan burung love bird lainnya. Burung dengan nama mentereng Agapornis swinderniana ini memiliki warna tubuh hijau dengan warna sedikit pucat di bagian kepala dan tubuh bagian bawah. Sementara paruh berwarna hitam ke abuan. Dan kaki berwarna kuning kehijauan sampai hitam. Menurut beberapa buku, jenis inilah yang paling sulit untuk ditangkarkan. Love bird ini banyak ditemukan di daerah Afrika Barat dan Afrika Tengah.

Jenis love bird muka salem alias Agapornis roseicollis bersuara paling keras dibandingkan jenis love bird lainnya. Bulunya di dominasi warna hijau. Sementara daerah dahi sampai muka berwarna merah muda. Tunggir berwarna biru terang, paruh berwarna gading, dan kaki berwarna keabuan.

 Love bird yang sering menjadi incaran para hobiis burung ialah jenis kacamata “fischer” alias Agapornis fischeri. Warna bulu didominasi hijau dan bagian dada sampai leher kuning kehijauan. Dari atas leher sampai kening berwarna merah muda. Paruhnya sendiri berwarna merah. Jenis burung berbobot sekitar 15 cm ini  memiliki lingkar mata putih.

Ada juga love bird “nyasa”. Burung dengan nama ilmiah Agapornis lilianae sekilas tampak seperti jenis A. fischeri, namun memiliki postur lebih kecil (sekitar 13,5 cm ) dengan bobot sekitar 28-37 gram. Selain itu ada juga perbedaan lainnya yaitu warna kaki cenderung coklat keabuan dan ekornya berwarna hijau.

Jenis lainnya dinamakan Agapornis personata atau lebih dikenal love bird kacamata “topeng”. Yang menjadi ciri khas jenis ini adalah terdapatnya “topeng hitam” di mukanya. Sementara dada sampai ke leher berwarna kuning.  Punggung sampai ekor berwarna hijau, kaki berwarna abu-abu. Burung ini banyak ditemukan di daerah Tanzania Utara dan Tengah.

Love bird “mini” lainnya ialah jenis Agapornis nigrigenis. Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan dibagian bawah. Dahi dan ubun-ubun depan berwarna coklat kemerahan. Ubun-ubun belakang dan tengkuk berwarna hijau kekuningan. Paruh berwarna merah tua. Sementara kaki berwarna cokelat keabuan.

Dari jenis-jenis di ataslah para hobiis love bird  sering mengawinsilangkan hingga diperoleh berbagai macam pola warna seperti love bird yang ada sekarang. Mulai dari jenis lutino yang berbadan kuning muka merah, albino yang hampir seluruhnya berwarna  putih kekuningan sampai pada  pola punggung bertotol.

Begini Cara Penangkarannya
Sebenarnya menangkarkan love bird  ini gampang-gampang susah. Bila tertarik, Anda cukup membuat sangkar terbuat dari jeruji kawat dengan bahan utama alumunium berukuran sekitar 50 x 50 x 50 cm untuk setiap pasangan. Lalu dalam kandang tersebut sediakan  kotak sarang yang terbuat dari papan  dengan ukuran 10 x 20 x 15 cm. Sebagai pintu masuk ke sarang, sebaiknya dilengkapi engsel. Jadi Anda gampang jika hendak memeriksa telur atau mengambil piyikan.

Sebagai bahan sarang, Anda bisa menggantung papan kering berukuran sekitar 12 x 30 cm. Kayu inilah yang bakal “dicabiki” oleh paruh burung asal Afrika untuk dijadikan bahan sarang. Jangan lupa menambahkan sepotong kayu asam sebagai tangkringan dan beberapa tempat minum dan makan. Makanannya sendiri diberi sayuran seperti kangkung, sesekali millet,  dan jewawut.

Bila sarang telah terisi telur, biasanya love bird mengerami selama 3 minggu. Sekali bertelur sekitar 3-4 butir. Lalu induk akan mengasuhnya sampai si anak bisa terbang dan cari makan sendiri. Tertarik  breeding? 

error: Content is protected !!