TAMAN POT: KENALI 8 ELEMEN PENATAAN

ORANGTUAIDAMAN.COM – Bertanam dalam pot terbukti punya segudang keunggulan. Tidak menyita tempat dan irit waktu dalam hal perawatannya. Fleksibel lantaran pot mudah dipindah-pindah.

Selain itu kontrol media tanam, cahaya, air, dan faktor lain jadi lebih gampang. Dengan pot Anda juga bisa mengatur tinggi tanaman hingga sebatas atau di bawah pandangan mata. Bahkan Anda dapat menutup dinding dan tangga dengan tanaman guna meningkatkan penampilan halaman atau teras rumah.

Kepraktisan juga jadi keunggulan bertanam dalam pot. Jika kombinasi tanaman yang dibuat dirasa kurang menarik, Anda dapat segera memindahkannya dan menatanya kembali. Jika warna pot terakota tidak pas dengan kombinasi tanaman, maka bisa segera diganti dengan pot warna abu atau hijau. Mix dan match, coba-coba, tunggu dan lihat adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan saat melakukan bertanam dalam pot. Untuk memandu berikut ada 8 elemen penataan yang perlu dikenali sebelum kita mulai mendesain.

Warna
Warna menjadi elemen penting baik ketika Anda bertanam dalam pot maupun ketika  Anda bertanam secara konvensional. Untuk itu mengetahui psikologi warna jadi langkah awal. Bagi kebanyakan orang soal pilihan warna adalah subyektif, tapi  saat diterapkan sebagai elemen desain ada kesepakatan. Warna oranye dianggap mewakili kehangatan. Sedangkan merah mewakili agresivitas. Kuning menggambarkan rasa senang dan persahabatan. Hijau seperti menunjukkan adanya kehidupan. Biru sering dipandang sebagai warna  yang cool. Ungu menunjukkan keningratan dan kemewahan. Putih menggambarkan kemurnian, sedangkan hitam mewakili kesederhanaan dan elegan.

Salah satu cara paling mudah mengaplikasikan warna dalam pot adalah menanam satu tumbuhan dengan warna yang kuat pada area yang luas. Dengan membuat kontras, akan langsung mengundang perhatian dan menciptakan sebuah focal point. Dalam teori warna, dua atau lebih warna dalam roda warna akan menciptakan harmoni. Sebagai contoh: merah, oranye, kuning dan antara  kuning, hijau atau biru hijau.

Garis dan pengulangan
Pentingnya garis menduduki peringkat kedua sesudah warna dalam penataan desain. Garis seperti mengarahkan pandangan mata dari satu titik ke titik lain. Garis bisa  lurus, lengkung, zig zag, jeruji roda, dsb. Jika dua  atau lebih garis bertemu akan memunculkan pola yang bisa jadi menawan. Gabungan garis menciptakan bentuk. Semisal bulat, segitiga, atau bentuk lainnya.

Sebaliknya  bentuk bisa membentuk garis. Ketika tiga atau lebih pot ditempatkan sepanjang patio, beranda, tangga, atau jalan setapak, maka persepsi penglihatan adalah berupa garis yang disusun oleh jajaran pot.. Ini lantaran penempatan pot yang berulang (repetisi) ini telah  menstimulus pandangan. Juga ketika kita menata pot dalam posisi melingkar. Penataan seperti ini memunculkan kesan yang nyaman (restful)

Form dan mass
Elemen bentuk logikanya mengikuti elemen garis. Sebuah bentuk bisa berupa figur dua  dimensi. Seperti lingkaran atau empat persegi panjang. Atau tiga dimensi seperti bola atau kerucut yang dibuat dari satu atau lebih garis. Sedangkan massa berhubungan dengan kepadatan. Berbicara soal bentuk dan massa ini,  tanaman memainkan peran utama. Katakanlah tajuk tanaman dengan bentuk kerucut, membulat, atau segi empat.

Pucuk merah contohnya tajuknya sering dibentuk segitiga. Beberapa tanaman tajuknya dibikin bulat dalam topiari. Sedangkan tanaman pagar seperti teh-tehan sering dipangkas hingga bentuknya lurus dan kotak. Dengan mengombinasikan bulatan serta garis dan bentuk lainnya akan menghasilkan kenampakan visual yang lebih menarik. Bentuk tajuk ini juga bisa menyeimbangkan  komposisi yang didominasi oleh desain geometris yang terkesan  kaku.

Ruang dan penempatan
Dimensi ruang untuk penataan pot harus dikelola secara baik. Jika tidak sebuah taman pot bakal tampil buruk. Kita tidak bisa hanya menjejalkan tanaman dalam sebuah sudut. Walaupun katakanlah warna, garis, bentuk, dan tekstur tanaman yang memuaskan tapi tanpa komposisi yang baik dalam sebuah ruang, sudut tersebut bakal tampil buruk. Sering timbul pertanyaan, seberapa luas atau sempit ruang yang dibutuhkan. Tak ada rumus pasti, sebelum kita lihat hasil komposisinya. Trial and error adalah langkah terbaik.

Pentingnya focal point
Walaupun berupa kumpulan pot, taman tersebut tetap harus mempunyai focal point. Sebuah titik terkuat yang menjadi penarik perhatian. Tanpa focal point, taman bakal terlihat datar, monoton, dan membosankan. Lantaran berfungsi sebagai penarik perhatian, maka tanaman, bunga, pot yang kontras bisa ditempatkan pada sudut-sudut yang terlihat membosankan. Hal yang sama juga bisa dilakukan dengan bentuk tajuk yang unik alami ataupun sengaja dibuat unik seperti misalnya topiari. Sebagai catatan, focal point harus dipersiapkan hati-hati, karena terlalu banyak hal yang mau ditampilkan justru malah melemahkan focal point tersebut.

Kelegaan ruang
Kadang saat mendesain taman, kita sengaja memilih taman dengan menyisakan banyak ruang kosong sehingga tercipta kelegaan. Secara desain hal ini sah-sah saja. Bahkan kesan penataannya bisa lebih kuat. Kehadiran gerabah, gentong, ornamen, atau sclupture kadang memberi imajinasi bagi siapa saja. Yang penting secara komposisi menarik. Gentong yang ditempatkan begitu saja di sebuah sudut sudah berbicara banyak tanpa harus ditambah dengan beragam tanaman.

Desain yang menarik
Lantas bagaimana kita tahu bahwa desain yang kita buat menarik perhatian. Tak mudah, tapi paling tidak ukurannya adalah jika taman tersebut terasa nyaman dan enak dipandang. Masing-masing tanaman seperti menyatu. Seperti sebuah tanaman yang tumbuh di tebing yang saling menutup dan menyatu. Mereka juga tumbuh subur. Taman seperti ini akan menyergap perhatian dengan warna yang tidak meloncat-loncat.

Elemen indra
Selain elemen warna, garis, bentuk, ruang, pandangan visual. Masih ada elemen lain yang juga penting. Yakni gerak, suara, bau, rasa, dan raba. Menempatkan berbagai jenis rumput yang tinggi seperti rumput australia dan cordiline misalnya bakal memunculkan gerakan yang lembut tatkala tanaman tersebut tertiup angin. Di lain sisi angin juga akan membuat batang-batang bambu saling bergesekan yang memunculkan suara khas.

Demikian juga gesekan yang ditimbulkan oleh daun-daunnya menyemburkan suara yang tipikal. Tentu elemen rasa menjadi hal yang paling dikenal oleh para pecinta tanaman. Bagaimana sensasi keharuman saat melati, kenanga, arum ndalu berbunga. Bila berbagai elemen di atas tadi Anda satukan dalam taman, tentu taman bukan hanya indah, namun juga menyimpan 1001 cerita yang tak bakal pupus.

error: Content is protected !!