BAKSO GRANAT MAS AZIS: KULINER PEDAS BERKONSEP MILITER

ORANGTUA IDAMAN – Bakso plus ramuan kuahnya terbukti diminati  banyak orang. Apalagi dengan tawaran rasa dan bentuk yang beragam. Bakso keju, sosis, atau bakso dengan bentuk kotak, gepeng. Nah, kini bersiaplah dengan kemunculan bakso pedas.   

Adalah Abdul Anzisy, asal Palembang yang  membuat inovasi ihwal bakso yang sudah lazim. Hanya butuh waktu 2 bulan lahirlah Bakso Granat Mas Azis, pada Agustus 2011. Berbentuk bulat dan besar, yang di dalamnya diberi cabai rawit yang pedasnya nendang. Plus  cuka sebagai kuah yang menggugah cita rasa pedas. Cuka? Ya benar, mungkin lantaran, pemiliknya yang asal Palembang, sehingga terinspirasi makanan empek-empek yang berkuah cuka.

Mahasiswa semester 5,  AMIK Bina Sriwijaya Palembang ini tertarik menggeluti dunia  usaha, karena ada   program kuliah yang menganjurkan para mahasiswanya berwirausaha dalam waktu sebulan dengan modal dari kampus. Sebagai anak seorang tukang becak dan tukang jamu di Palembang, ia ingin mengubah nasib keluarganya. Ia pun rela berhenti menjadi sales demi fokus pada usaha bakso. Usaha ini  merupakan ide dari sang ayah yang sering membantu tukang bakso jika tidak ada penumpang. Membanjirnya usaha bakso di daerahnya membuat omzet tidak meningkat. Dari situ lahirlah  inovasi bakso pedas.

Cara memperkenalkan bakso pedas buatan Abdul ini terbilang unik. Pertama kali, ia mencobakan pada  seorang supir. Supir tersebut tidak tahan dengan kepedasannya. Abdul senang, sebab ia berprinsip semakin orang kepedasan, semakin senang hatinya. Ini menjadikan tagline Pedasnya Bikin Ketagihan terbukti dari orang yang memaki menjadi penikmat bahkan pelanggannya.

Dengan modal awal Rp 38 juta, yang  ia dapatkan dari kampus Rp 6,5 juta, pinjaman perbankan Rp 20 juta, dan pemasukan sebagai sales, ia langsung menyewa tempat selama 3 bulan plus gerobak. Bakso Granat Mas Azis menyasar  segmentasi pasar remaja seperti SMP, SMA, tempat kuliah. Tersedia  22 menu pedas dengan penamaan khas,  seperti bakso granat, rawit, ranjau, baksoka, bom atom, dll. Harga yang ditawarkan Rp 8.000 – Rp 13.000. Adapun bagi para pencinta pedas, di Bakso Granat Mas Azis menawarkan tingkat level kepedasan yang terdiri dari level 1, level 2, dan level Gledek.

Pelayanan Seperti Tentara

Untuk menggaet pelanggan,  Bakso Granat Mas Azis, mengadakan promosi tahunan,  berhadiah Rp 1 juta dan gratis makan bakso selama seminggu untuk peserta yang menang. Perlombaan disampaikan melalui sms request yang nomornya berasal dari counter pulsa dekat outlet-nya. Ada juga makan gratis bagi yang bernama Azis,  yang tengah berulang berulang tahun.

Salah satu ciri khas, bila Anda datang ke gerainya, yaitu punya atmosfer tentara. Jika ada pelanggan yang datang, karyawan akan menyambut dengan “Lapor, mau pesan apa?”, bila pelanggan sudah berkata mereka membalas “Siap laksanakan”. Menariknya lagi, saat makanan diantarkan, karyawan akan mengatakan “Maaf, di outlet kita ada kamera 1 dan kamera 2, kalau menyerah bisa lambaikan tangan”.

Dengan jumlah karyawan 6 orang di setiap outlet,  usaha ini bisa balik modal dalam waktu 6-8 bulan. Di Palembang sendiri, ia mempunyai 2 outlet, salah satunya menempati ruko bertingkat. Lucunya, ia menghitung mundur outlet sesuai cita-citanya  sebanyak 50 outlet. Jadi, outlet pertama dinamakan cabang ke 50, outlet kedua dinamakan cabang ke 49, dst. Selain itu, ruko juga diwarnai merah dan kuning mengikuti klub bola asal Palembang, Sriwijaya SC. (orantuaidaman.com)

Smart Ways

  • Pedas berkuah cuka.

Jika selama ini bakso dibedakan atas rasa dan bentuk. Azis memberi pembed dengan memasukkan rasa pedas. Selain itu, ia juga memakai kuah cuka.

  • Beratmosfer tentara.

Salah satu ciri khas, bila Anda datang ke gerainya, yaitu punya atmosfer tentara. Jika ada pelanggan yang datang, karyawan akan menyambut dengan “Lapor, mau pesan apa?”, bila pelanggan sudah berkata mereka membalas “Siap laksanakan”. Saat makanan diantarkan, karyawan akan mengatakan “Maaf, di outlet kita ada kamera 1 dan kamera 2, kalau menyerah bisa lambaikan tangan”.

  • Maju terus, jangan menyerah.

Agar bisa diterima pasar, harus ada trust. Biasakan tersenyum  baru menawarkan jualan. Kalau ditolak, tetaplah menawarkan, angan menyerah. Semakin ditolak semakin gencar untuk menawarkan.

Info Resto

Jalan Inspektur Marzuki (Depan SMAN 11), Pakjo Ujung, Palembang

error: Content is protected !!