DUREN BAKAR ASOY: MENGENYAM KEUNTUNGAN SELEZAT DURIANNYA

ORANGTUA IDAMAN – Menjual durian ternyata tidak harus dalam wujud buah. Durian juga bisa dijual dalam rupa  jajanan. Durian bakar salah satunya. Dengan menjual jajanan ini keuntungan yang diperoleh lumayan besar. Bahkan modal dapat kembali hanya dalam tempo dua bulan.

Kreatif dan inovatif. Itulah salah satu kunci sukses bisnis kuliner. Banyak pelaku usaha kuliner yang telah membuktikannya. Ada yang merasakan madu usaha cukup lama, ada pula yang menikmati senyum bisnisnya hanya sebentar. Namun, dengan tetap memelihara kreativitas dan inovasi kuliner, usia usaha kuliner bisa dipertahankan.

Salah satu kreativitas di bidang kuliner adalah mengolah durian menjadi makanan atau minuman baru. Jika biasanya durian diolah menjadi es krim durian, es cendol durian, sup buah campur durian, kali ini durian diolah menjadi jajanan yang disantap pada suhu hangat. Jadilah durian bakar.

Dalam penyajiannya, durian bakar tidak tampil solo. Di atas piring anyaman bambu dan beralaskan kertas makanan, buah yang sudah “dibakar” ini disajikan bersama ketan hitam kukus dan serutan daging buah kelapa muda. Mereka kemudian dilengkapi guyuran saus gula merah dan susu kental manis. Di bagian paling atas diberi pecahanan kacang tanah goreng dan potongan tipis buah kiwi.

Sajian yang terdiri dari banyak bahan makanan ini membuat rasa durian bakar menjadi ramai. Rasa khas memang berasal dari durian. Rasa gurih datang dari ketan hitam, serutan kelapa muda, dan kacang tanah. Rasa manis muncul dari saus gula merah dan susu kental manis. Sementara, potongan tipis buah kiwi membuat lidah bersentuhan dengan rasa asam. “Durian bakar ini enaknya dimakan panas-panas,” tutur Diana Handayani, supervisor Duren Bakar Asoy milik Sonny Mulyadi, dan Sonya Selyana.

Untuk menikmati sajian durian bakar yang ramai rasa ini, pembeli perlu menyiapkan uang Rp 25.000 untuk satu porsi durian bakar berbahan durian lokal. Kalau mau menikmati yang berbahan durian monthong pembeli perlu menyiapkan lembaran rupiah sebanyak Rp 30.000 per porsi.

DUA BULAN BALIK MODAL

Belum banyak memang pelaku usaha yang masuk ke komoditas ini. Setidaknya baru Tutang Kusniadi, Sonny Mulyadi, dan Sonya Selyana yang telah merasakan harumnya bisnis durian bakar. Mereka bertiga mengusung usaha ini dengan bendera yang sama, Duren Bakar Asoy. Tutang mengelola kedai durian bakar di Soreang, sementara Sonny dan Sely mengelola di Kota Bandung dan Lembang.

Menurut Diana, usaha durian bakar ini lumayan menguntungkan. “Dalam dua bulan sudah balik modal,” ungkap Diana. Dua kedai durian bakar milik Sonny dan Sely jadi buktinya. Di dua kedai yang ia tangani, dalam sehari bisa laku 50 porsi pada hari biasa dan 100 porsi pada akhir pekan dan hari libur.

Untuk membuka satu kedai, biaya investasi yang diperlukan sekitar Rp 17 juta. Biaya itu untuk membeli perlengkapan kios berupa freezer, kompor gas, oven, blender, peralatan masak, serta bahan makanan dan minuman. Setiap kedai Duren Bakar Asoy cukup ditangani satu orang tenaga kerja.

Durian lokal  yang digunakan didatangkan dari banyak tempat, seperi Bandung dan sekitarnya, Medan, serta Lampung. Dalam sehari Duren Bakar Asoy mendapat pasokan 40 buah durian lokal dari seorang pemasok. Sedangkan durian monthong dibeli dari toko buah modern. Untuk mengolah durian menjadi sajian durian bakar memang tidak terlalu susah. Mula-mula buah durian dikeluarkan dari cangkangnya. Buah tersebut kemudian dibungkus lembaran aluminium untuk satu porsi dan dipanaskan di dalam oven. Satu bungkus diisi 1 – 4 butir durian, tergantung ukuran butiran buah durian. Durian yang digunakan adalah durian lokal atau durian monthong. “Kalau durian monthong biasanya berisi satu butir, kalau durian lokal bisa sampai empat butir,” jelas Diana.

Cara “membakar” durian seperti ini merupakan modifikasi cara pembakaran yang dilakukan sebelumnya. Pada awalnya proses pembakaran durian dilakukan dengan cara memanggang durian utuh yang dibungkus lembaran aluminium. Namun, dalam perkembangannya cara itu dianggap kurang praktis. Proses pembakaran yang dilakukan membuat durian yang telah dibakar memiliki aroma khas durian yang tak terlalu menyengat. Justru rasa manisnya yang menonjol. Tekstur buahnya pun menjadi lebih lembut.

Untuk diketahui saja, kedai durian bakar pertama didirikan di Jalan Raya Cilampeni, Katapang Km 11, Bandung pada 2009. Kedai ini milik Tutang. Ia memulai usaha ini atas dasar coba-coba membuka usaha dengan komoditas yang berbeda dari lainnya. Di kedai milik Tutang, jajanan ringan ini ditemani bandrek durian dan bajigur durian. Ternyata usaha Tutang membuahkan hasil menggembirakan.

Sukses Tutang kemudian menginspirasi Sonny dan Sely untuk mendirikan kedai serupa di Kota Bandung dengan menggunakan nama yang sama. Menurut Diana, mereka memang sudah lama bersahabat. Kedai pertama Sonny dan Sely dibuka di Gerobak Bandung, Mal Hyper Point, Jl. Pasteur, Bandung pada 2010. Kedai Sonny dan Sely ini juga laris manis, sehingga membuat mereka membuka kedai lagi di Warung Pasteur, Jl. Dr. Junjunan No. 135, Bandung pada Juni 2012. Kedai Duren Bakar Asoy terbaru dibuka di Pemancingan Situ Umar, Lembang pada awal tahun 2013 lalu. Di ketiga kedai itu selain durian bakar juga dijual bajigur durian, bandrek durian, ketan durian, jus durian, es durian, dan es krim durian. (orangtuaidaman.com)

SMART WAY

Kreatif dan inovatif

Menyajiannya, durian durian dalam bentuk yang berbeda. Durian “dibakar”,  lantas disajikan bersama ketan hitam kukus dan serutan daging buah kelapa muda. Mereka kemudian dilengkapi guyuran saus gula merah dan susu kental manis. Di bagian paling atas diberi pecahanan kacang tanah goreng dan potongan tipis buah kiwi.

DAFTAR MENU:

  • Durian bakar, Bajigur durian, Bandrek durian, Ketan durian, Jus durian, Es durian, Es krim durian

KONTAK:

DUREN BAKAR ASOY

Warung Pasteur

Jl. Dr. Junjunan No. 135

(Sebelah Gedung Lapan)

Bandung

error: Content is protected !!