KILAU EMAS BATANG: ANDAL MELINDUNGI ASET PRIBADI

ORANGTUA IDAMAN – Punya keuntungan usaha atau  uang lebih, meski kecil. Jangan ragu untuk membeli emas batangan. Tren menunjukkan harga logam mulia ini terus meningkat dari tahun ke tahun, hingga mencapai 600% dalam 10 tahun terakhir. 

Emas batangan beberapa bulan terakhir agaknya makin berkilau saja. Kantor PT Aneka Tambang (Antam) yang memroduksi dan menjual emas batangan  dalam berbagai ukuran berat (1 gr – 1000 gr) selalu disesaki pengunjung yang berniat membeli. Karena banyaknya peminat,  calon pembeli terpaksa dibatasi “hanya” 150 orang per harinya. Kalau kita tanya, tentu ada beragam alasan mengapa mereka memilih  emas. Namun satu hal yang tak bisa dipungkiri  adalah ekspektasi akan harga emas yang terus meningkat dari tahun ke tahun, paling tidak dalam 10 tahun terakhir. Tahun 2002 harga emas masih Rp 85.000/gram, tahun 2006 sudah nyaris 2 kali lipat Rp 165.000. Dan ketika tulisan ini diturunkan pada 5 minggu pertama Desember  2012 harga emas  mencapai  Rp950.000/gram. Jika diprosentasi maka ada kenaikan sekitar 600%. Luarbiasa.

Mengangsur emas

 Menurut Endy J Kurniawan, pengamat investasi emas, pada tahun 2007 – 2008 ketika kondisi ekonomi dunia stabil tanpa gejolak, harga emas tumbuh  20%  per tahun.  Namun saat ekonomi dinia diliputi ketidakpastian harga emas biasanya naik lebih dari 30%. Dalam pandangannya,  harga emas berkebalikan dengan situasi ekonomi dunia. Semakin kacau kondisi ekonomi dunia, maka proyeksi harga emas makin terkerek naik.

Angka-angka di atas memperlihatkan, kalau potensi keuntungan emas  jauh di atas tabungan ataupun deposito. Dengan bunga bank berkisar 5% dan bunga deposito 6%, nyaris sudah tidak punya  daya tarik invesatsi, apalagi  laju inflasi bertengger pada angka  4,5% tahun ini.

Dengan latar belakang di atas, emas layak dijadikan pilihan investasi. Pertanyaannya emas macam apa yang sebaiknya dipilih. Perhiasan atau emas koin/batangan. Endy J Kurniawan menawarkan emas koin/batangan. Berbeda dengan emas perhiasan yang dikenakan ongkos pembuatan, emas koin/batangan tidak memasukkan ongkos pembuatan. Apalagi emas dalam  bentuk perhiasan membawa  unsur  selera dan seni dalam pembuatannya. Perhiasan lebih cocok disebut produk fashion, bukan investasi. Salah satu tak standarnya perlakukan jual-beli perhiasan adalah beda toko akan menyebabkan perbedaan harga. Pun, berat emas yang sama tapi berbeda model bisa menyebabkan perbedaan harga. Selisih jual-beli emas perhiasan bisa mencapai 10%. Itulah sebabnya, ketika  emas dalam bentuk lain sudah menghasilkan return 20 – 25% per tahun, emas perhiasan baru mencapai return setengahnya, bahkan kadang bisa minus.

Soal pilihan berat, sangat tergantung pada berapa besar dana yang tersedia. Antam sendiri menawarkan banyak pilihan. Tapi kalau harganya masih dirasa mahal atau belum ada dana yang menganggur,  beberapa bank plat merah berkategori syariah, memberi fasilitas cicilan. Seperti yang ada pada kredit logam mulia (KLM) BRI Syariah. Konsepnya adalah pinjaman dana khusus untuk untuk pembelian emas dengan pembayaran secara mengangsur, dimana nasabah dapat mencicil emas dengan membelinya di harga sekarang dan mencicil dengan harga emas sekarang, sejalan dengan periode mencicil. Keunggulan dari produk ini adalah harga cicilan fixed selama masa cicilan.

Sebaiknya jangka panjang

Yang perlu diingat adalah,investasi emas sebaiknya  berjangka panjang. Jadi, tidak untuk hal-hal yang sifatnya spekulatif. Naik-turunnya emas, selayaknya tidak disikapi dengan sebuah tindakan jangka pendek. Emas akan selalu naik turun, tetapi perlindungan terhadap purchasing power parity nya selalu tetap. Purchasing power parity, secara gampang adalah istilah untuk menunjukkan kekuatan nilai tukar. Dalam hal ini emas punya kekuatan daya beli  yang sama  di belahan dunia manapun. Bahkan lantaran adanya inflasi, nilai tukar emas justru terus meningkat.

Nah, agar mendapat keuntungan yang memadai, emas  sebaiknya disimpan  minimal setahun. Seperti dijelaskan Endy di atas, dalam kurun waktu itu harga emas akan tumbuh. Ini berbeda dengan pergerakan harga  harian, mingguan, atau bulanan yang biasanya  naik-turun. Menurut Endy, buat pelaku bisnis, emas cocok untuk melindungi aset. Caranya, sebagian keuntungan  dari bisnis yang dijalankan dibelikan emas. Nah, saat bisnis kita seret, emas tersebut bisa dijual untuk memperlancar kembali jalannya roda bisnis. Emas juga punya kelebihan lain, yakni  likuiditasnya tinggi dibandingkan dengan  properti, tanah, dsb.

Tapi, investasi emas tetap ada resikonya. Soal penyimpanan, misalnya, investor harus benar-benar mempersiapkan tempat penyimpanan yang aman. Ini bisa diatasi dengan menyimpannya di  safe deposit box yang ditawarkan  oleh hampr semua bank. Risiko lain adalah bila terpaksa harus menjualnya kembali  beberapa saat setelah pembelian, lantaran adanya keperluan dana cash. Sehingga bisa jadi kita mengalami kerugian.  “Oleh karena itu,pembelian emas  untuk keperluan investasi atau perlindungan  aset sebaiknya  menggunakan dana yang menganggur agar  tidak terganggu oleh hal-hal yang sifatnya mendadak,” jelas Endy.

Dimana dan kapan membeli

  • PT Antam (Aneka Tambang) Tbk. Adalah satu-satunya lembaga yang melayani pembelian emas batangan. Alamatnya: Jl. Pemuda – Jl. Raya Bekasi km 18, Pulogadung – Jakarta 13210. Tlp. 4757108 atau 29980900. Untuk Surabaya bisa menghubungi Kantor Pos Besar Surabaya, Jln. Kebon Rojo No. 10, Tlp 031 – 3536131
  • Di sini tersedia emas batangan mulai dari 1; 2; 2,5; 3; 4; 5; 10; 25; 50; 100; 250; dan 1000 gram. Tapi soal ketersediaan barang sebaiknya konfirmasi dulu dengan nomor telepon di atas. Ikhwal l harga, setiap hari selalu ada perubahan harga, jadi Anda bisa mencermatinya lewat situs: www.antam.com 
  • Soal kapan membelinya. Cermati situs antam atau tanyakan harganya selama beberapa minggu atau bulan, apakah harganya sedang naik atau turun. Dengan melihat perkembangan harga,  Anda bisa memutuskan sendiri apakah sudah saatnya membeli.
  • Beberapa toko emas di kota-kota besar, juga menjual emas batangan produksi Antam lengkap dengan sertifikatnya, tentu dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Sumber: Majalah IdeBisnis

error: Content is protected !!