MENCINTAI TALENTA: BERTUMBUH DALAM KESETIAAN

ORANGTUA IDAMAN – Temukanlan kelebihan dalam diri Anda, setelah menemukannya bawalah selalu, tidur pun harus selalu dipeluk.

Masih ingatkah Anda kisah seorang polisi yang rela menanggalkan karirnya demi mengejar kemilau kehidupan sebagai seorang artis? Kisah itu ternyata tak berbuah manis bagi sang mantan polisi tersebut. Urung menjadi seorang artis, ia kemudian menekuni usaha kuliner. Namun, ternyata ia juha tak berhasil neradaptasi di dunia kuliner. Hingga pada akhirnya bisnis makanannya itu pun menuai kebangkrutan.

Beralih dari kisah sang mantan polisi, bagi penyuka bola basket, nama Michael Jordan pasti sudah tidak asing lagi. Pada kisaran tahun 90 banyak prestasi yang berhasil diraih. Namun, saat ia berada di puncak prestasi dan banyak diidolakan, secara tiba-tiba pemain basket dari Chicago Bulls itu mengambil keputusan mengundurkan diri. Alasan yang mendorong sang bintan mengundurkan diri tak lain adalah rasa jenuh.

Nampaknya, setelah hengkang dari lapangan basket, Michael Jordan masuk ke lapangan bisbol. Kemungkinan, keputusan yang diambil itu dilatarbelakangi oleh harapan ayahnya yang mengharapkan Michael Jordan kecil menjadi pemain bisbol.

Namun, alih-alih menjadi pemain andalan tim bisbol, di lapangan barunya itu ia harus puas berlangganan sebagai pemain cadangan.

Banyak orang berjuang menemukan harta karun yang tersembuyi di dalam dirinya. Hartakarun itu tak lain adalah talenta. Tak sedikit pula orang yang hingga akhir hayatnya tidak menemukan telnta itu. Proses menggali talenta tak lain adalah proses mengenal diri sendiri.

Proses itu seyogyanya dimulai pada saat masih dini. Sebagai orangtua, disarankan agar menyajikan berbagai bidang yang bersifat positif bagi anak. Secara naluri dan alami, anak akan menemukan bidang disukai dan sesuai dengan bakatnya.

Bongkahan berlian yang telah ditemukan itu kemudian harus dipoles agar semakin cemerlang. Dipahat, dikikir, digosok agar diperoleh bentuk yang mendekati sempurna. Tanpa latihan, dan bimbingan yang memadahi, bakat seseorang tak akan bisa menjadi sebuah prestasi berkilau.

Mengasah talenta butuh proses yang memakan waktu tak sebentar. Seringkali terasa tak enak, dan menjemukan. Oleh karena itu dibutuhkan kesetiaan dan komitmen.

Agar tak monoton dan membosankan, dibutuhkan warna kehidupan yang indah. Rasa monoton menghampiri seseorang yang hidupnya hanya terfokus kepada dirinya sendiri. Mengabaikan peran sosial yang melekat dalam dirinya. Sehingga orang seperri ini akan merasa kesepian dan mudah dihampiri rasa jenuh.

Pengembangan talenta hendaknya diimbangi dengan proses mengasah sisi sosial dan kepedulian seorang anak. Sehingga, kelak ia tumbuh dan menyadari peran bakat yang melekat dalam dirinya terhadap orang lain.

Bakat yang memberikan manfaat bagi sesam itu akan selalu terpelihara. Sama seperti sebuah pohon yangbtumbuh rindang yang tajuknya memberikan kesejukan dan perlindungan bagi sekawanan burung. Tak ada lagi hama yang menggundulu daun pohon itu, sebab burung-burung telah menjaganya.

error: Content is protected !!