BEGINI, AGAR CUPANG BERSIRIP INDAH, BERTUBUH SINGSET

ORANGTUA IDAMAN – Tantangan bagi para penggemar cupang ialah menjaga tampilan ikan tetap prima.

Memang, seperti ikan bersirip indah dan bertubuh mungil lainnya, performa cupang kerap kali ngedrop. Terutama pada bagian sirip yang sering jadi letoy. Kondisi ini terjadi seiring bertambahnya usia ikan.

Namun dengan perawatan tepat, performa terbaik seekor cupang mampu bertahan hingga 2 tahun. Kuncinya terletak pada ketelatenan Anda. Walaupun termasuk ikan tahan banding, tapi bila Anda menginginkan liuk tubuhnya tetap menawan, beberapa perlakuan mesti Anda berikan. Salah satunya adalah menjaga kualitas air.

Supaya kualitas air sesuai kebutuhan ikan, sebaiknya Anda mengganti air setiap hari. Tak perlu seluruhnya. Cukup ¾ saja. Tentu saja air anyar ini sebelumnya telah diendapkan dan diaerasi sehari penuh. Catatan tambahan, proses penggantian air wajib dilakukan terutama bila cuaca tak menentu.

Perlu pula diperhatkan kondisi pH air. Umumnya cupang betah berada di air ber-pH 5,5 – 6. Bila kadar pH air terlampau tinggi, rendamlahlah daun ketapang. Langkah ini mujarab untuk menurunkannya.

Pakan Pendongkrak Warna
Faktor berikutnya ialah soal pakan. Para hobiis umumnya punya 2 pilihan. Yakni pelet dan pakan hidup.  Tentu pakan hasil pabrikasi alias pelet dipandang lebih higienis. Hanya saja para pehobi menganggap pakan seperti ini masih kurang untuk mendongkrak performa cupang.

Wajar jika mereka pun kerap memasok cupang dengan pakan hidup. Seperti cacing darah (blood worm) dan jentik nyamuk. Kekurangannya, pakan seperti ini dianggap kotor dan dikhawatirkan jadi sumber penyakit. Guna menghindari hal ini, sebelum cupang kesayangan menyantap pakan tersebut, hobiis kerap melakukan beberapa perlakuan khusus.

Semisal untuk “membersihkan” cacing darah dari aneka sumber penyakit, mereka bakal merendamnya dalam air yang telah diberikan 2 tetes methylene blue. Sementara untuk membersihkan jentik nyamuk, harus direndam dalam air bersih dan menyeleksinya. Hanya jentik halus saja yang diberikan untuk cupang kesayangan. Setelah itu, lagi-lagi 2 tetes methylene blue akan diberikan pada rendaman jentik nyamuk ini.

Pakan seperti ini diberikan pada saat pagi, siang dan sore hari. Anda bisa memberikan bergantian. Semisal pagi cacing darah, siang jentik nyamuk, dan sore cacing darah lagi.  Menu seperti ini dipercaya mampu mendongkrak kualitas warna cupang.

Hanya saja, bagi sebagian hobiis menu berupa cacing dianggap berlemak tinggi. Sehingga dikhawatirkan bakal membuat cupang jadi tambun. Jadi sebagian pehobi justru lebih memilih memperbanyak frekuensi pemberian jentik nyamuk. Selain dianggap mampu menaikkan kualitas warna tubuh cupang, jentik nyamuk dipercaya lebih rendah kandungan lemaknya. Sehingga tak bakal membuat cupang cepat gembrot.

Berbicara tentang obesitas alias kelebihan bobot pada cupang, ukuran akuarium pun disinyalir mempengaruhi bobot tubuh seekor cupang. Bila ukuran akuarium terlampau imut, sementara pasokan pakan terus menerus diberikan, dalam hitungan bulan cupang Anda bisa jadi gendut. Hobiis memilih akuarium berukuran minimal 15 x 15 x 20 cm untuk seekor cupang. Tentu untuk cupang bertubuh jumbo, semisal trah Dragon Jumbo, ukuran akuriumnya pun harus lebih luas.

 

error: Content is protected !!