KNALPOT MOBIL BOCOR, WAJIB DIWASPADAI!

ORANGTUA IDAMAN – Telinga dan hidung bisa memberikan isyarat kepada Anda ketika terjadi kebocoran knalpot mobi. Namun, kedua organ tubuh itu tidak berarti bisa mendeteksi semua isyarat yang muncul akibat kebocoran knalpot. Salah satunya yaitu karbon monooksida dari knalpot yang tidak bisa dideteksi oleh hidung dan telinga.

Solusi terbaik untuk mengetahui kebocoran knalpot yaitu dengan jalan memeriksakan mobil ke bengkel. Suara keras dari mesin mobil (tidak seperti biasanya), mendesis adalah pertanda bahwa kenalpot mobil Anda mengalami kebocoran. Namun, pada suatu saat suara mesin, ban dan bunyi gaduh lalu lintas bisa menutupi suara kenalpot bocor tadi. Demikian juga meskipun Anda dapat mencium bensin dan aroma menyengat knalpot, Anda tidak dapat mencium karbon monoksida. Pasalnya, gas ini merupakan produk sampingan proses pembakaran yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jika tidak dideteksi secara dini, bisa berakibat fatal.

Kepala pusing, mengantuk, mual dan mendadak pingsan adalah beberapa gejala yang dapat muncul akibat seseorang menghirup gas monoksida dalam kurun waktu beberapa menit.

Beberapa tahun terakhir produsen mobil telah menggunakan  stainless-steel sebagai bahan pembuat knalpot mobil. Sehingga bisa lebih tahan korosi dan awet. Meskipun demikian knalpot tetap saja akan mengalami proses berkarat. Terutama dialami oleh mobil yang jarang dioperasikan atau hanya menempuh jarak dekat. Perjalanan jarak pendek membuat knalpot tidak terlalu panas. Sehingga tidak memiliki kesempatan yang cukup  untuk mengusir uap air yang dihasilkan oleh proses pembakaran mesin.

Dalam kondisi yang parah korosi mengakibatkan lubang menganga di knalpot.  Sehingga mudah ditemukan. Namun, terkadang lubang kebocoran berukuran kecil. Itu pun terletak di bagian knalpot yang tertutupi. Misalnya, di sisi atas knalpot, muffler atau catalytic converter. Kebocoran juga bisa terjadi di bagian manifold knalpot yang menempel ke mesin di bagian hulu dari sistem pembuangan.

Khusus kendaraan yang telah berusia lebih dari 5 tahun, disarankan agar secara rutin melakukan pemeriksaan knalpot secara menyeluruh setiap 1 – 2 tahun sekali. Kalau pun tidak ditemukan kebocoran, langkah itu bisa menjadi solusi preventif menemukan komponen knalpot yang mengalami pengendoran, atau kerusakan kecil. Sehingga dapat diperbaiki sebelum menjadi kerusakan yang lebih besar dan mahal (orangtuaidaman.com)

error: Content is protected !!