PLUMED BASILIK: KADAL UNIK LIHAI BERJALAN DI AIR

ORANGTUA IDAMAN – Bertabur keistimewaan. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kadal ini. Keindahan warna kulit dan pesona bentuk tubuhnya jadi modal utama menggaet para hobiis.

Kulitnya terbalut warna dasar hijau cerah. Tampak pula bintik-bintik berkelir biru dan putih. Pada saat tumbuh dewasa mulai tumbuh sirip pada bagian  kepala, badan, dan ekor. Tambahan informasi, karena adanya sirip di kepala yang menyerupai mahkota, kadal ini diberi nama belakang basilisk yang diambil dari bahasa Yunani, “Basiliskos” alias “Raja Kecil”.

Namun sirip ini hanya terdapat pada kadal jantan. Sebaliknya pada betina, ciri fisik ini tak muncul. Wajar jika dari segi fisik sang pejantan jauh lebih terlihat atraktif dan menawan dibandingkan dengan betina. Perbedaan yang mendasar ini membuat basilisk termasuk ke dalam jenis hewan dimorphic (betina dan jantan memiliki perbedaan fisik yang  jelas).

Sirip Kaki
Keunikan keluarga besar basilisk ini tak hanya dari sisi penampilannya saja. Bahkan perilakunya pun terbilang unik. Salah satunya ialah kemampuan mereka berlari di atas permukaan air dengan bertumpu pada kaki belakang mereka. Gaya berlari yang dilakukan oleh basilisk sama seperti halnya dengan manusia yang sedang mengayuh sepeda.

Keahlian dari kadal bernama ilmiah Basiliscus plumifons ini dikarenakan terdapatnya satu baris sisik tak rata yang menghadap ke bawah di permukaan kulit pada bagian samping ketiga jari kaki belakang. Ditambah dengan kecepatan berlarinya membuat basilisk dapat menapak di permukaan air hingga sejauh 4,5 meter. Hal ini dilakukan oleh basilisk untuk melarikan diri dari serangan predator.

Sementara jika ditillik dari sisi ukuran, plummed basilisk mempunyai ukuran tubuh medium. Yakni sekitar 71 cm untuk pejantan dan betinanya berukuran sedikit lebih kecil. Walau tongkrongan basilisk terbilang golongan kadal berpostur medium, namun mereka tetap membutuhkan terrarium berukuran luas. Minimal berukuran 1,5 meter  x1,2 meter x 2 meter.

Kok begitu? Pasalnya kadal ini sangat menyukai aktivitas berlari. Sehingga dengan kandang yang panjang, ia bisa menyalurkan hobinya tersebut. Sementara terrarium yang tinggi berguna untuk menaruh batangan pohon. Sehingga ia lebih leluasa memanjat. Asal tahu saja, kadal ini termasuk dalam jenis arboreal. Alhasil lebih baik lagi jika terrarium diisi dengan tanaman sungguhan, tempat favorit plumed basilisk untuk bersembunyi.

Tambahkan pula ekosistem buatan yang disesuaikan dengan habitat asli plumed basilisk. Ekosistem buatan itu dapat berupa kolam dengan pancuran air. Bila Anda tak mau repot, sediakanlah tempat minum berukuran besar yang dapat digunakan oleh mereka untuk berenang. Trik ini sekaligus dapat menambahkan kelembapan (humidity) pada terrarium. Karena untuk bertahan hidup plumed basilisk membutuhkan kelembapan skitar 50%-70%.  Karakternya yang seperti ini disinyalir karena kadal ini pun bersifat semi aquatic.

Berenang Memanjat
Dengan kedua karakternya yang seperti ini, ia jadi sangat pandai memanjat pohon sekaligus ahli berenang. Catatan tambahan, plumed basilik kuat dalam mempertahankann teritorialnya. Sehingga sebaiknya Anda tak menggabungkan 2 ekor plumed basilisk jantan. Bahkan terkadang ia pun kurang nyaman berada dalam satu kandang dengan kadal jenis lain.

Namun walau sangat agresif terhadap kadal lain, namun ketika berhadapan dengan manusia, ia tergolong pemalu dan kurang nyaman bila dibelai tangan pemilik. Sehingga pada saat hendak dihandling, mereka akan cenderung melarikan diri. Tapi dengan mengelusnya sesering mungkin, pada akhirnya plumed basilisk pun akan merasa terbiasa.

Kondisi di atas berbanding terbalik dengan teknik perawatannya yang terbilang mudah. Karena reptil ini bersifat omnivora. Artinya segala makan bakal ia santap. Mulai dari serangga kecil seperti jangkrik dan ulat hongkong. Pakan ini diberikan pada saat ia masih anak- anak. Catatan tambahan, sebelum memberikan serangga kepada plumed basilisk, sebaiknya serangga tersebut di dusting (dilumuri) terlebih dahulu dengan menggunakan kalsium khusus reptil yang mengandung vitamin D3. Hal ini digunakan untuk menguatkan tulang pada plumed basilisk, terutama pada saat mereka sedang dalam proses pertumbuhan.

Sedangkan pada saat beranjak dewasa, makanan yang diberikan dapat lebih beragam.  Semisal pinkies (bayi tikus yang masih berwarna merah), tikus kecil, ikan, dan juga kadal kecil. Perlu diingat, ukuran makanan yang diberikan, harus disesuaikan ukuran tubuh dari plumed basilisk itu sendiri. Sebagai tambahan nutrisi, sesekali berilah mereka buah-buahan.  Seperti mangga dan pisang. Selain itu, plumed basilisk pun memakan bunga. Contohnya bunga dandelion. Dengan perawatan yang baik, umur plumed basilisk dapat mencapai kurang lebih 15 tahun lamanya.

Jenis
Sebenarnya, reptil yang masuk dalam keluarga iguanidae ini terdiri dari 4 jenis. Yaitu brown basilisk atau disebut juga striped basilisk (Basiliscus vittatus), western basilisk (Basilicus galeritus), common basilisk (Basilicus basilicus), dan plumed basilisk atau green basilisk (Basilicus plumifons). Amerika Selatan yang meliputi Mexico, Guatemala hingga Costa Rica adalah negara asal plumed basilisk.

Setting Kandang
Indonesia yang memiliki iklim topis mempermudah para pecinta plumed basilisk untuk memeliharanya. Karena di habitat aslinya plumed basilisk pun hidup di udara beriklim tropis. Suhu yang diperlukan pada pagi hingga siang hari berkisar antara 29° – 31°C. Sedangkan pada malam hari suhu yang diperlukan adalah 24° – 27°C. Jika pemeliharaan plumed basilisk dilakukan di daerah bersuhu dingin, lebih baik penggunaan lampu malam sebagai penghangat dalam terrarium.

Sangat baik apabila Anda meletakkan terrarium berisi plumed basilisk di area outdoor yang langsung terpapar sinar matahari pagi. Namun jika terrarium diletakkan dalam ruangan, berikanlah lampu basking dengan paparan UVA dan UVB. Dan jangan lupa untuk membuat basking spot tersendiri. Seperti contohnya di area paling kanan atau kiri terrarium.

Substrat yang dapat digunakan di dalam terrarium dapat berupa koran atau kertas HVS, sehingga mudah untuk dibersihkan. Akan lebih baik lagi, substrat yang digunakan adalah forest bark, karena dapat menyimpan kelembapan dan terlihat lebih alami serta sedap dipandang mata. Terlebih lagi bila berpadupadan dengan ekosistem buatan.

error: Content is protected !!