RAHASIA LAHIRKAN BERAGAM VARIAN LANDAK MINI

ORANGTUA IDAMAN – Peternakan landak mini berduri eksotis terus berkembang. Banyak ragam varian dengan warna menarik telah dihasilkan oleh para breeder di Tanah Air.

Salah satu breeder adalah Deni Putra Arystanto, pemilik Landak Mini Shop, di Jl. Brigjen Slamet Riadi 147 A, Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur. Ketertarikannya pada landak mini dimulai tahun 2008, saat dia tinggal di Yogyakarta. “Waktu itu saya lihat-lihat di internet dan menemukan hewan lucu yang kemudian saya kenal dengan nama landak mini, tahun 2010 saya pindah ke Malang dan mulai beternak landak mini (hedgehog) atau landak susu. Belajarnya secara otodidak,” kenangnya.

Memulai bisnis diawali dengan membeli landak yang harganya terjangkau, dan mudah ditemukan seperti Albino dan Salt Pepper. Modal awalnya Rp. 2 jutaan. Setelah dicoba dan berhasil melahirkan anak, langsung banyak yang memesan anakannya. Dari hasil penjualan itu, Deni pun mulai membeli landak mini yang harganya lebih mahal dan lebih bagus lagi, dan terus berkembang sampai sekarang dengan omzet Rp 10-an juta per bulan.

Bahkan jenis impor pun digarapnya. Jenis yang saat ini dikembangkannya adalah Albino, Salt Pepper, Brown, Pinto, Snow Flake, Black Eye Cinnicot, Chocochip, Champagne, Cinnamon, Tobiano, Brown Tobiano, Pale Apricot, Apricot, Charcoal, Silver Charcoal, Platinum, sampai Ruby Eye Cinnicot.

Proses Mengawinkan
Sebelum menjodohkan hedgehog, pastikan dulu jenis kelaminnya. Landak jantan penisnya pada area perut seperti pada posisi pusar, jauh dari anus. Sedangkan yang betina, anus dan kelaminnya dempet. Nah, kalau sudah ketahuan jenis kelaminnya, periksa pula kondisi fisiknya, badan padat sehat. Ketika diletakkan di atas meja, badannya bisa berjalan tegak.

“Tapi kalau jalannya terhuyung-huyung, atau kesulitan tegak, segera cari pilihan landak mini lain. Berat landak 250 – 700 gram. Landak yang dipilih harus memiliki berat ideal alias tidak kegemukan atau obesitas, karena akan menyebabkan berbagai penyakit dalam yang berbahaya. Tetapi juga tidak boleh kurus dan terlihat cekung badannya, karena bisa jadi itu menunjukkan landak kurang sehat atau lagi terserang penyakit. Landak aktif dan lincah, suka langsung mengendus pemegang dan tidak menggulung terlalu lama,” terang pria kelahiran Tegal itu.

Setelah menetapkan pasangan yang akan dikawinkan, maka bisa mulai digabungkan betina dan jantan dewasa pada satu kandang yang bersih dan bebas hal-hal yang berpotensi mengganggu proses perkawinan. Kandang hanya berisi wadah pakan dan botol minum serta alas serbuk kayu, tanpa ada mainan dan hidding box.

Proses perkawinan akan diawali dengan siulan-siulan si jantan sambil berlari-lari mengelilingi betina. Proses ini sering terlihat seperti perkelahian, karena si betina justru makin menegakkan duri-durinya sambil mendesis seperti marah, terkadang malah saling menggigit dan tak jarang salah satu diantaranya justru terluka. Setelah beberapa waktu, rayuan si jantan mulai membuahkan hasil. Si betina pun mulai merebahkan duri-durinya dan pasrah. Pemijahan pun terjadi layaknya binatang pada umumnya. Namun jangan heran apabila landak jantan terus menggigit duri punggung si betina, seolah-olah seperti berpegangan supaya proses perkawinan berlangsung sukses.

Lamanya proses pemijahan antara 6 – 15 menit. “Masa penggabungan jantan betina sekitar 2 – 4 minggu. Hal ini diharapkan bisa terjadi beberapa kali proses perkawinan. Setelah itu pindahkan si jantan ke kandang lain. Hal tersebut bertujuan untuk menyelamatkan bayi si betina ketika lahir. Karena jantan cenderung langsung memakan bayi-bayi yang dilahirkan betinanya. Satu jantan bisa mengawini delapan betina dengan cara digilir tiap tiga minggu,” terang alumnus S1 Arsitektur Unibraw Malang, dan S2 Teknik Aristektur Magister Urban Design UGM.

Merawat Anakan
Setelah pemisahan jantan dan betina, kandang si betina mulai dibersihkan, serutan kayu yang sudah kotor juga dibersihkan atau diganti, agar induk merasa nyaman ketika berada dalam kandang yang bersih. Sediakan hidding box, wadah pakan selalu terisi cukup, begitu juga air pada botol minum. Pada masa-masa ini indukan membutuhkan tambahan nutrisi, sehingga akan makin baik bila diberikan ulat hongkong/jerman secara intens. “Pemberian ulat hongkong 1- 2 hari sekali, dengan dosis satu sendok makan. Namun pakan primernya harus tetap tersedia juga. Pakan primer berupa cat food atau dog food berprotein tinggi, minimal 30%, rendah lemak (maksimal 9%),” rinci ayah satu putra ini dengan penuh semangat.

Hoglet, sebutan dari anak landak mini akan lahir setelah usia kehamilan 30 – 45 hari  secara berurutan dari satu hingga delapan ekor. Mula-mula masih merah, buta, dan tidak berduri. Akan tetapi, dalam beberapa menit saja duri lunak muncul dari dalam kulit. Setelah beberapa bulan, duri ‘percobaan’ yang masih lunak itu tanggal untuk diganti dengan duri permanen. Inilah yang sering disebut quilling. “Induk landak akan memberikan ASIL (air susu ibu landak) secara eksklusif selama kurun waktu satu bulan. Begitu si bayi melek, berjalan, dan bisa menggapai wadah pakan, sang induk mulai proses penyapihan. Walaupun ada ibu landak yang akan tetap menyusui selama si anak terus ada disamping si ibu, rata-rata usia sapih 4-8 minggu, tergantung kualitas ASIL,” terang Deni, anak dari pasangan Arys Soenarno dengan Soemardiyati.

Letakkan Hoglet pada kandang baru yang sudah dibersihkan dan telah diberi pakan dan minum secukupnya, awali dengan pemberian ulat hongkong atau ulat jerman secara rutin sebagai makanan tambahan (1-2 hari sekali) disamping pakan utama.

Indukan betina landak mini baru bisa dikawinkan lagi setelah menjalani masa istirahat (pemulihan) selama 3 – 4 minggu setelah masa sapih (pisah dari anak). Apabila tenggang waktu sapih dengan dikawinkannya kembali si ibu landak terlalu cepat, dikhawatirkan anakan selanjutnya akan memiliki kualitas yang tidak bagus, begitu pula dengan kesehatan si ibu landak mini.

“Anakan siap jual setelah berusia 6-8 minggu atau lebih, dan harus sudah mahir dalam memakan dan mengunyah sendiri primer food. Perlu diingat, jangan pernah mencoba menyapih anakan landak secara paksa kalau memang belum saatnya disapih hanya untuk kepentingan bisnis. Bayi yang disapih secara paksa dan terlalu dini, sering berakibat pada buruknya kualitas landak anakan tersebut, bahkan bisa terjadi kematian,” tandasnya.  

Ciri Landak Mini Sehat
Mata dalam kondisi baik, bulat, bercahaya, terbuka lebar dan bersinar tanpa cairan serta tidak terdapat lapisan putih pucat di bagian tengah. Cairan dan lapisan putih pucat ini sering disebut sebagai katarak.

Hidung bersih dan lembap, tidak meler atau tidak kering kusam.

Moncong bersih, tidak ada bintik-bintik putih berkeliaran di area moncong. Hal ini petunjuk awal apakah landak tersebut berkutu atau tidak, disamping juga perlu mengecek kulit di bagian pangkal bawah duri.

Telinga pendek, bersih tanpa ada kotoran atau lapisan keras di belakangnya, tidak ada cairan hijau yang keluar atau meler dari bagian lubang telinga. 

Duri, tidak mengalami kebotakan atau rontok akibat penyakit, kutu, jamur, kelembapan kandang yang terlalu basah waktu lama.

Kulit, lentur dan halus tidak berkerak, karena bisa jadi landak tersebut kutuan bahkan jamuran.

Bulu rambut pada perutnya halus dan tidak kusut, tidak ada kotoran menempel.

Kaki tidak ada yang cacat, patah ataupun lumpuh, jari–jari semua utuh dan antar batang jari benar-benar terpisah.

Alat kelamin, harus kering tidak terdapat luka, tidak terlihat merah-merah bekas darah dan tidak membengkak.

 

error: Content is protected !!