TIPS MENDONGKRAK STAMINA AYAM KETAWA

ORANGTUA IDAMAN -Ternyata pada arena kontes, tak cukup hanya mengandalkan kualitas kokokan yang cowong dan kristal.

Pasalnya, jika stamina ayam bersuara emas itu loyo, bisa dipastikan ia tak bakal mampu tampil maksimal pada laga final. Akibatnya bukan tak mungkin, gelar jawara terlepas dari genggaman. Hal ini diakui sepenuhnya oleh Zainal, hobiis ayam ketawa di daerah Pajajaran, Bogor. Menurutnya, selain harus bermodalkan suara emas, stamina seekor ayam calon jawara harus stabil. Mulai dari babak penyisihan hingga babak final.

Guna mendukung kinerja  jagoannya, Zainal punya tips agar suara ngakak ayamnya bisa optimal. “Sebelum bertanding, saya beri perasan air jahe,”ujarnya. Trik ini mujarab pada saat matahari enggan menampakan diri. Sehingga, walaupun  cuaca mendung atau hujan, kondisi tubuh ayam tetap hangat. Tak lupa, sebelum bertanding, Zainal kerap memanasi ayam jagoannya dengan pejantan lain.

Gula Jawa
Jurus di atas menurut pengakuan Zainal cukup ampuh. Terbutik,  2 ekor jagoannya, yakni Pendekar dan Mahkota kerap menjadi juara pertama di ajang kontes di seantero pelosok Jawa. Bahkan pada saat kontes, Minggu 24 Juni 2012 di Sragen, Jawa Tengah, kedua ayam ini masing-masing menyabet gelar jawara pertama pada kategori slow dan dangdut.

Ramuan lainnya yang kerap diberikan untuk ayam ketawa adalah campuran gula jawa, seduhan air jahe, dan seduhan air  rerumputan herbal. Ketiga bahan ini dicampurkan hingga berbentuk seperti “minuman berenegi”. Para hobiis percaya, gula jawa berperan untuk membantu mendatangkan tenaga anyar bagi si ayam. Sementara jahe, diharapkan bisa menghangatkan tubuh.

Sedangkan seduhan rerumputan herbal diharapkan mampu membantu menjaga kesehatannya. Ramuan ini biasanya diberikan pagi hari menjelang laga. Tak perlu banyak. Cukup 2-3 tegukan saja. Setelah itu, biarkan ayam beristirahat dulu 10 menit. Kemudian dimasukkan dalam kandang khusus. Ayam pun siap mengeluarkan kokokan mautnya.

Tentu saja, selain dipasok oleh aneka jamu, untuk meningkatkan stamina, seekor ayam harus dilatih kebugaran. Bukan berarti ia harus mengangkat beban puluhan kilogram. Cukup di tangkringan pada kayu setiap pagi selama 30 menit.  Hal ini dilakukan pula oleh Sudirman, pembiak ayam ketawa di Meruya, Jakarta. Ia rajin menaikkan ayam ketawa di kayu tangkringan pada saat pagi dan sore hari.

Jika sudah berada di tangkringan selama 1-2 jam, ayam ini bakal kembali masuk ke dalam kandang. “Pelatihan berdiri di  tangkringan ini sebaiknya dilakukan pada area ramai orang. Bila ayam tetap mau berkokok di tempat ramai, berarti ia telah lulus ujian dan siap menghadapi kontes,”ujar pria yang akrab dipanggil Dirman ini. Ia mengingatkan, bila seekor ayam belum terbiasa berada di kayu tenggeran, sebaiknya salah satu kaki diikat seutas tali. Sehingga ayam tak bisa kabur.  Pilihlah  tali berbahan lembut yang tak melukai kaki ayam.

Sesekali ia pun menenggerkan semua ayamnya dalam satu sesi latihan. “Selain melatih suara, sekaligus untuk melatih mental bertandingnya,”papar Dirman. Namun ia mengingatkan, sebaiknya latihan bersama ini tak setiap hari dilakukan. Pasalnya ayam bakal merasa bosan bila terus bertemu dengan lawan yang itu-itu saja. Dirman menyarankan agar pelatihan bersama ini cukup dilakukan 1-2 minggu sekali.

Sementara itu  Guswan, hobiis  asal Muntilan, Jawa Tengah,  punya jurus unik agar ayam ketawanya mau mengeluarkan suara slow. Sebelum naik ke tenggeran, ayam jantan tersebut bakal ia tempel dengan betina. Teknik ini menurutnya ampuh membuat ayam mengeluarkan suara terbaiknya. Terutama bagi ayam berkarakter suara slow.

Bebas Bermain
Tak ada salahnya jika ayam pun dibebaskan berkeliaran di luar kandang. Bagi Dirman, jurus ini terbilang mujarab guna menjaga stamina dan kebugaran ayam. Sehingga si manu gaga ini tak gampang sakit. Berdasarkan pengalamannya, ayam yang secara terus menerus berada di dalam kandang, lebih mudah terserang penyakit ketimbang ayam yang kerap diumbar.

Berbicara tentang kandang, sebagian hobiis percaya, bentuk dan ukuran pun berpengaruh terhadap kemampuan kokokannya. Mereka pun kerap membangun sebuah kandang dengan luasan yang memungkinkan si ayam mengepakkan kedua sayapnya.  Bukan apa-apa, banyak ayam yang kerap mengepakan dulu sayapnya sebelum berkokok. Dengan karakter seperti itu, setidaknya sebuah kandang harus berukuran minimal 80 cm x 100 cm x 100 cm.

Masih berhubungan dengan stamina ayam, beberapa hobiis percaya, seekor jagoan yang tengah berada di masa keemasan, sebaiknya jangan dulu dijadikan indukan. Pasalnya, pada beberapa ayam setelah dikawinkan, prestasinya dibidang tarik suara justru melorot. Sebagian hobiis percaya, hal ini terkait erat dengan stamina si ayam.  Tentu  ada juga ayam jawara yang mampu mendendangkan kokokan terbaiknya. Walaupun sudah dikawinkan hingga 4 kali.Tentu saja, pelatihan keras ini tak bakal berbuah manis bila dasar suara ayamnya memang kurang berkualitas. Itu artinya faktor genetik alias keturunan sangatlah besar pengaruhnya.

Pakan Penunjang Stamina
Memang ada beberapa teknik untuk mempertahankan stamina ayam. Salah satunya lewat pakan yang kita berikan. Salah satu menu  favorit si ayam bisa berupa campuran beras merah, gabah, dan pelet. Namun ada juga hobiis yang berpendapat sebaiknya beras merah dijadikan sebagai menu utama. Sementara untuk pelet, hanya sebagai tambahan saja. Maklum, ada sebagian hobiis berpendapat pelet bisa menggemukan badan ayam. Memang, beberapa produsen pelet meninggikan kandungan lemak dan proteinnya. Sehingga disinyalir bisa memacu timbunan lemak di tubuh ayam.

Walaupun belum ada penelitiannya, namun bagi Dirman, ayam gemuk bila berada di tangkringan bakal cepat merasa lelah. Sehingga ia mudah goyah. Kemungkinan jatuh pun semakin tinggi. Akibatnya kesempatan mengeluarkan suara terbaiknya bakal berkurang.

Agar Tak Loncat
Jika Anda ingin melatih ayam yang belum terbiasa menclok di tangkringan, sebaiknya dimandikan terlebih dulu. Dengan begitu, selama tubuhnya basah, ia tak bakal berani meloncat dari kayu tangkringan.  

error: Content is protected !!