CAFÉ TAHU: APAPUN MASAKANNYA, BAHANNYA TAHU

ORANTUA IDAMAN – Di resto yang terletak di Baturiti, Tabanan, Bali,  ini  status tahu meningkat. Betapa tidak, dari  kreasi 68 jenis menu yang ditawarkan semuanya terbuat dari tahu. Zacharia Soedjito, sang pemilik,  sengaja  membidik pasar wisatawan domestik  dengan  ikon sebuah caravan  bertuliskan “Cafe Tahu” di halaman depan restonya.  

Menu serba tahu di Cafe Tahu

Sebagai salah satu jenis makanan,  tahu  tidak hanya diterima  lidah Indonesia saja melainkan juga  digemari oleh  warga dunia yang mengenalnya dengan sebutan tofu. Sayangnya, dalam sebuah masakan tahu umumnya memperoleh posisi hanya sebagai bahan supporter. Padahal dengan sedikit inovasi dan kreativitas, tahu dapat menjadi bahan  utama yang memberikan omzet tinggi pada bisnis kuliner.

Salah satu dari sedikit orang yang mampu berkreasi dengan tahu adalah Zacharia Soedjito. Bagi mereka yang pernah berwisata ke Bedugul, Bali, Cafe Tahu yang berlokasi di Jl. Raya Bedugul Kilometer 37 cukup mudah dikenali dari satu unit caravan yang terpajang di halaman depannya. Ketika bersantap di restoran ini pengunjung akan merasakan udara sejuk pegunungan di sepanjang  jalan raya Denpasar menuju Bedugul.

 Cafe Tahu menyajikan 68 jenis masakan. Dibedakan atas masakan tradisional Indonesia dan masakan internasional dengan sedikit modifikasi. Yang termasuk masakan internasional misalnya thai steam tofu asam manis, steam tofu salmon, dan steam tofu ayam cincang. Masakan tersebut menggunakan jenis tahu yang lebih padat, mirip dengan tahu lombok atau dalam dunia kuliner  dikenal sebagai japanese tofu. Sedangkan masakan tradisional Indonesia, seperti tahu petis, tahu penyet, tahu gejrot, tahu gimbal, dan tahu pempek, menggunakan tahu yang lebih lembek seperti tahu jawa. Di antara masakan tradisional Indonesia itu, tahu gejrot dan tahu gimbal banyak dicari orang.

Tahu gejrot berupa tahu goreng kering sampai kosong bagian dalamnya. Tahu tersebut diiris kotak-kotak dan disajikan dengan saus kecap yang terbuat dari bawang putih, cabai rawit dan kecap. Penyajiannya di atas cobek dari kayu.

Sementara, tahu gimbal disajikan dalam piring terbuat dari lidi dengan kertas makanan sebagai alas masakan. Masakan ini terdiri atas beberapa potong tahu dengan telur ceplok sebagai pelengkap. Ketika disajikan penampilannya sekilas mirip bunga mekar dengan kuning telur di tengahnya. Masakan ini dilengkapi dengan sayuran berupa irisan kol. Saat disajikan, tahu gimbal disiram dengan bumbu kacang mirip bumbu pecel dan dilengkapi dengan sepotong rempeyak udang.

Melihat menu di Cafe Tahu, pengunjung akan tahu bahwa masakan yang ditawarkan memang penuh dengan kreasi dan dapat menghibur semua lidah. Kreasi tersebut menjadi sebuah ide cemerlang agar pengunjung tidak bosan.

Harga masakan di Café Tahu berkisar antara  Rp 5.000  –  Rp 25.000/ porsi. Pada hari-hari biasa setidaknya 300 porsi terjual. Sementara tingkat penjualan pada musim liburan  bisa mencapai 1.500 porsi/hari. Dari prestasi bisnis seperti itu omzetnya mencapai puluhan juta rupiah/hari.

Ikon caravan
Selain dari ramainya pengunjung yang 80%-nya adalah wisatawan domestik, Cafe Tahu juga mudah dikenali dari sebuah caravan yang bertuliskan “Cafe Tahu” di dekat pintu masuk. Caravan tersebut terbuat dari satu unit bus ukuran sedang yang telah dimodifikasi. Dulu ada beberapa caravan yang bagian dalamnya diisi meja–meja untuk makan. Namun karena semakin banyaknya pengunjung, kini hanya disisakan satu unit saja sebagai  ikon resto. Sebagai pengganti caravan dibuatlah beberapa gazebo dengan atap alang–alang. Menurut Zacharia, ikon caravan sangat membantu membuat pengunjung  kembali lagi.

Benar. Kebanyakan tamu sudah pernah mengunjungi Cafe Tahu sebelumnya. Mereka kembali lagi karena banyaknya pilihan menu yang ditawarkan. Sedangkan, pengunjung yang baru pertama kalinya mengaku memilih  Cafe Tahu lantaran tahu aman dikonsumsi dan harganya tidak menguras kantong.

Zacharia memulai peruntungan di bisnis kuliner ini dengan memanfaatkan peralatan pembuat tahu yang ditinggalkan oleh beberapa teman gerejanya. “Pada awalnya, tahu yang saya buat sekeras sandal jepit. Tapi saya terus coba  membuat dan sempat mengikuti kursus pembuatan tahu di Jawa danThailand,” ungkap pria berkepala plontos ini. Setelah bisa membuat tahu seperti yang diharapkan, akhirnya ia membuka Cafe Tahu pada tahun 2003. Modal awalnya Rp 100 juta.

Di awal pembukaannya Cafe Tahu hanya menyajikan delapan jenis masakan. Tingkat kunjungannya saat itu masih di bawah 50 orang/ hari. Itupun hanya buka pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Dengan ketelatenannya ia terus menambah jenis masakan yang ditawarkan. Dari mulut ke mulut nama restorannya menyebar ke banyak orang. Bahkan kini Café Tahu juga telah dibuka di Malang dan Pasuruan, Jawa Timur.

Salah satu kendala yang dihadapi  Zacharia  dalam mengembangkan Cafe Tahu, adalah sulitnya  mencari SDM muda yang mau mempelajari tahu lebih jauh. Saat ini Café Tahu Baturiti telah mempekerjakan pegawai sebanyak 25 orang.
 
Menu khas
Sesuai nama resto, setiap masakan menggunakan tahu sebagai bahan makanan utama.
Masakan tradisional Indonesia: tahu petis, tahu penyet, tahu gejrot, tahu gimbal, tahu pempek.
Masakan internasional yang telah dimodifikasi: thai steam tofu asam manis, steam tofu salmon, steam tofu ayam cincang.

CAFE TAHU
Jl. Raya Bedugul, km 37, Baturiti, Tabanan, Bali.
Telp: 0361-7459953
Jl. Baiduri Pandan No. 17, Malang.
Telp: 0341-7752527
Jl. Raya Karang Ketug No. 222, Pasuruan.
Telp: 0343-7770789

error: Content is protected !!