CAFE THE HOUSE OF RAMINTEN: PADUAN KULINER, JAMU & MASSAGE  

ORANGTUA IDAMAN – Inilah keunikan Café The House of Raminten  yang membuat banyak orang  tertarik. Selain makanan & minuman kreatif,  resto  ini  menyediakan  ramuan jamu, layanan spa, manicure – pedicure, bahkan potong rambut dan massage. Dikreasi dengan  arsitektur bangunan dan suasana Jawa yang kental, harga menunya pun tak mahal.

Begitu masuk  café pengunjung akan ‘disapa’ aroma wangi dupa serta alunan gendhing Jawa  selama duapuluh empat jam. Para waiter dan waitress-nya dibalut  pakaian khas,  yang pria menggunakan bebet kain batik  dan  yang perempuan menggunakan kemben. Uniknya,  mereka dilengkapi untaian klinthingan yang dipasang pada pergelangan kaki. Sehingga ketika berjalan akan menimbulkan bunyi klinthing…klinthing….

Gaya etnik  juga tercermin  dari model bangunannya. Setiap ruangan dirancang bernuansa redup dengan warna serba coklat. Ada bagian ruangan  berbentuk rumah panggung beratap limasan. Bahan bakunya lebih banyak dari kayu dan tempat duduknya bergaya antik. Untuk menciptakan suasana santai, tempat duduk terbagi dua, yang menggunakan kursi dan lesehan. Cocok untuk menyantap makanan dan minuman yang tak kalah unik.  

Kombinasi menu dan layanan kesehatan 
Café seluas  400 M2 yang terletak di  Jl.  FM Noto 7 Kotabaru, Yogyakarta,  ini,  didirikan   26 Desember 2008 oleh Hamzah Hendro Sutikno yang juga pemilik Mirota Batik.  Semula dimaksudkan sebagai kedai jamu dan tempat perawatan tubuh. Namun dalam perjalanannya, para pelanggan banyak yang mengusulkan  untuk menambah menu makanan.  Mengingat di kawasan kota Yogyakarta telah banyak resto, maka digagaslah  cafe unik dengan harga makanan  terjangkau banyak kalangan.  “Soal nama Raminten  diambil dari nama tokoh dalam sandiwara komedi yang pernah diperankan oleh Pak Hamzah pada suatu pentas”, ujar Teddy Fernando (29 th) manager operasional The House of Raminten.

Oleh karena itu café ini menyediakan berbagai menu makanan dan juga jamu.  Ada nasi liwet dan  sega kucing dengan beragam lauk sebagaimana pada warung angkringan. Sedangkan minumannya, selain berfungsi sebagai pelepas dahaga juga bermanfaat sebagai jamu herbal.

“Nasi kucing menjadi ikon kami. Sedangkan menu resto yang khas adalah steak mahesa selagrama. Yakni steak daging sapi yang dimasak di atas batu panas”, jelas Teddy. Di sini pengunjung bisa juga menikmati layanan  spa, manicure dan pedicure, bahkan potong rambut sampai belajar membatik.

Meski dari luar café ini terkesan mewah, pengunjung tak perlu khawatir harus merogoh kocek dalam.  Sebab menu yang dijajakan harganya bisa dibilang murah. Nasi kucing hanya Rp 1000/porsi. Harga lauk-pauk paling mahal Rp 10.000. Demikian juga dengan minuman. Wedang jahe misalnya. Meski dalam soal rasa jelas beda lantaran  cara peramuan dan bahan tambahan berbeda dengan warung biasa, harganya cukup Rp 3000. Menu makanan paling mahal adalah steak mahesa selagrama, yakni Rp 20.000/porsi.

Pengunjung  rela antre
Dengan segala keunikan dan kenyamanannya,  café ini tak pernah sepi pengunjung. Saat Ide Bisnis berkunjung,  seluruh  kursi yang ada penuh. Sementara di luar tampak puluhan calon pengunjung antre. “Tempat ini gokil banget sih. Harga makanannya murah, dan suasananya juga gaul. Ya  wajar kalau banyak yang senang kesini”,  kata Andre (22 th) mahasiswa UII asal Jakarta.

Selama ini kebanyakan pengunjung adalah para pelajar dan mahasiswa. Meski demikian tak sedikit kaum dewasa  ‘kecanduan’ berkunjung ke café ini. Bahkan hampir tiap bulan café ini juga kerap didatangi turis ekspatriat. “Tempat ini pas buat santai dan kumpul-kumpul bareng teman,” jelas Endah Kusumastuti (36 th) karyawan sebuah bank swasta, yang mengaku hampir seminggu sekali mengunjungi café ini. Puncak ramainya pada jam-jam makan siang dan malam sekitar pukul 20.00 hingga 22.00. 

The House of Raminten kian popular di kalangan masyarakat Yogyakarta. Hal ini  tak lepas dari dukungan promosi.Antara lain lewat facebook, dan publikasi media massa. “Selain itu, kita juga berupaya mengembangkan konsep kreatif, baik dalam soal menu maupun layanan untuk menunjang pemasaran”, tuturnya. 

 Ragam Menu Unik
*). Makanan: 
– Nasi liwet dan  sega kucing dengan beragam lauk sebagaimana pada warung angkringan.
– Aneka steak. Andalannya  steak mahesa selagrama ( hot stone steak). Yakni steak daging sapi yang dimasak diatas batu panas

*). Minuman:
–  Jus konde ratu, es purworukmi, wedang uwuh, wedang secang, es kunir asem, wedang jahe, beras kencur. Minuman ini selain berfungsi sebagai pelepas dahaga juga mermanfaat sebagai jamu herbal.

*).  Jasa layanan spa, manikur dan pedikur, bahkan potong rambut sampai belajar membatik.

Info Resto
Café The House of Raminten
Dibuka pada 26 Desember 2008.   
Beroperasi  24 jam penuh.
Kapasitas tempat duduk 300 kursi
Sajian khas: makanan/minuman, jamu,dan massage
Harga menu dari Rp 1500 hingga  Rp 20.000./porsi
Alamat:  Jl  FM Noto 7 Kotabaru, Yogyakarta

error: Content is protected !!