AQUASCAPE MINI: TAMPIL CANTIK MESKI MUNGIL  

ORANGTUA IDAMAN – Praktis, ringan , mudah perawatannya dan yang pasti akuascapping mini tidak kalah cantik dibanding yang besar.

Ukuran panjang, lebar dan tingginya hanya 20 – 25 cm.  Aquascaping mungil ini terbuat dari arkrilik, juga kaca.  Dihuni oleh tanaman air yang pertumbuhannya tidak terlalu cepat.  Misalnya Acorus gramines var. gramineus, Cryptocoryne, dan Vallisneria torta. 

Cocok dipajang di meja kerja.

Tanaman juga dipilih yang butuh intensitas cahaya yang tidak terlalu tinggi.  Selain bertujuan agar tahan dalam ruangan, intensitas cahaya yang tidak terlalu tinggi juga bisa mencegah pertumbuhan lumut yang terlalu cepat.

Aquascapping mini juga bisa dihuni oleh ikan.  Disarankan agar memilih jenis ikan pemangsa lumut.  Misalnya  black moly (Poecilia sphenops dan Epalzeorhynchus siamese.  Selain mampu memangsa lumut, ikan juga dipilih yang memiliki ukuran tubuh tidak terlalu besar.  Jumlah ikan tidak terlalu banyak.  4 – 5 ekor ikan sudah cukup.  Pemberian pakan dilakukan sehari sekali.  Sisa pakan di dasar akuarium harus segera dibersihkan.

Agar kualitas air bisa tetap terjaga, aquascapping kerdil juga dilengkapi dengan pompa filter.  Dipilih filter tempel eksternal.  Piranti ini bisanya dibeli sudah menjadi satu paket dengan aquascapping mini.  Selain filter, juga dilengkapi dengan lampu.  Anda juga bisa menggunakan lampu belajar atau lampu kerja. Satu paket aquascapping mini dihargai seniali Rp 250 – 300 ribu.

Menurut penuturan M. Yasiir Bakhtiar, perancang akuarium di Jakarta Timur, perawatan aquascapping mini cukup sederhana.  Untuk mencegah tumbuhnya lumut, dilakukan penyifonan setiap 2 minggu sekali.  Kotoran yang menumpuk di bagian dasar bisa mengakibatkan bertambahnya kandungan Nitrat dalam akuarium.  Zat inilah yang bisa merangsang pertumbuhan lumut menjadi terlalu cepat.

Anda butuh suasana segar? Pasang aquascape mini di meja kerja!

error: Content is protected !!