TAMAN TROPIS: PERMAINAN GARIS & LENGKUNG

ORANGTUA IDAMAN – Garis tak hanya andalan untuk taman minimalis. Taman bergaya tropis pun bisa mengadalkan unsur garis dan memadukan kekhasan soft material taman bergaya tropis.

Taman milik Astuti Benyahdi, terletak di bagian depan rumah ini didesain bergaya tropis minimalis. Simpel namun masih bisa dipadu dengan gaya arsitektur tropis. Taman ini menonjolkan permainan pola garis dan lengkung. Pola lengkung terwujud oleh border yang membujur berjajar dengan tembok dan pagar. “Sekaligus berfungsi untuk melunakkan kesan kaku dari tembok dan pagar yang lurus,” papar Gita Adriani Putri, perancang taman. 

Point of interest yang lain berupa topiary, yang ditanam berdekatan dangan pandan bali.   “Pemiliknya menyukai tanaman seperti bonsai. Di sini ada beberapa jenis yaitu beringin korea, palem udang, dan serut,” kata Gita. Sementara itu untuk mengimbangi arsitektur besar yang terkesan tinggi, ditanam kurma. Posisinya di dua sudut taman paling depan. Masing-masing sudut terdapat tiga buah tanaman kurma. Keenam tanaman itu membuat taman menyatu dengan arsitektur rumah. “Rumah menjadi terlihat elegan dan berwibawa,” imbuh Gita.

Di bagian bawah pohon kurma terdapat permainan warna dedaunan tanaman rendah. Sambang darah dengan daun berwarna merah manyala, didampingi pola hijau muda yang terbentuk oleh sekumpulan tanaman iris. Saat tanaman iris berbunga serempak. Area ini terlihat lebih indah oleh spot-spot kuning dari warna mahkota bunga iris.

Sebagai akses dalam taman, dibuat sebuah stepping stone. Pijakan yang terbuat dari batu alam, berbentuk persegi panjang. Desain stepping stone bergaris lurus, selaras dengan gaya arsitektur rumah minimalis. Agar terlihat dinamis, stepping stone ditata secara acak. “Pemilik menginginkan stepping stone juga menjadi akses menuju arah pandan bali. Soalnya tempat tersebut tempat paling favorit baginya,” kata lulusan Fakultas Arsitek Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta itu. Dari pandan bali, stepping stone mengarahkan langkah menuju dapur. Kemudian mengarah ke taman belakang rumah.
Pemambahan hard material lain semisal batu memang sengaja tidak dilakukan. Trik ini membuat taman itu menjadi semakin terlihat luas. Selain itu juga berpenampilan simpel. “Tidak terlalu ramai,” papar Gita.

View Favorit: Astuti Benyahdi, pemilik, paling suka melihat taman dari dalam kamar. Dari sudut ini terlihat pandan bali dan ground cover yang didesain dengan pola kotak-kotak. Pola itu terbuat dari batu alam dan batu koral putih. “Terlihat cantik terutama saat malam. Pohon pandan terlihat jelas dengan sorotan lampu yang berada di bagian bawahnya,” tutur ibu berputera dua itu.  Dari sudut itu juga nampak ornamen dinding yang berjajar dan dilengkapi dengan lampu.
 
Agar Tidak Monoton
Untuk mengurangi kesan monoton yang muncul dari hamparan rumput, Gita menyisipkan sebuah bidang berbentuk papan catur.  Bidang tersebut dibuat dengan batu alam sebagai warna hitam dan batu koral putih.  Di tengah-tengahnya ditanam sebuah pohon pandan bali sebagai point of interest. 

error: Content is protected !!