BUMI TERLAHIR, TANAH PUN MULAI BEREVOLUSI

ORANGTUA IDAMAN – Semua orang selalu berpijakdi atas tanah. Namun tak semua orang tahu kapan tanah itu terbentuk.

Tanah terwujud melalui berbagai proses dan tahapan. Terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, berjuta-juta tahun umurnya. Hingga saat ini pun tanah di bawah kaki kIta berpijak masih senantiasa berevolusi.

Mohr dan Van Baren (1954) dalam Tropical Soil menggambarkan sebuah kisah ilmiah terjadinya bumi dan bebatuan yang menjadi bahan induk tanah.

Embrio bumi berpangkal dari kegiatan matahari sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Saat itu matahari melepaskan gumpalan materi  berbentuk gas maha panas ke ruang angkasa. Benda pijar itu lambat laun mendingin. Bagian luarnya  mengalami pembekuan. Membentuk lapisan lunak dan cairan kental. Kemudian membentuk kerak atau lapisan kulit yang bersifat padat.

Terbentuklah sebuah bola yang diliputi oleh kulit atau kerak yang padat, sedangkan bagian dalam dari bola itu masih tetap cair, panas dan hingga saat ini masih selalu bergerak dan bergejolak. Kerak yang mengelilingi bola pijar itu pun mengalami perubahan-perubahan. Ada yang menonjol dan ada yang turun.Dengan demikian proses pembekuan dan pengerasan di bagian dalam bola itu berlangsung hingga saat ini.

Perubahan-perubahan tersebut selain mengakibatkan menonjolnya dan turunnya bagian-bagian kulit bola padat itu, juga menimbulkan lipatan-lipatan beruntun sehingga bagian yang awalnya berada di bawah terangkan ke bagian atas.

Gerakan-gerakan di bagian dalam bola padat itu yang seslau berlangsung, mengakibatkan perputaran secara perlahan-lahan. Seiring dengan kian mengerasnya lapisan kerak dan suhu yang semakin berkurang maka bentuknya pun menjadi semakin nyata, mirip seperti bola besar, yang kita namakan bumi.

Kerak bumi kondisinya semakin padat dan tebal, sedangkan bahan-bahan di bagian dalam tubuh bumi tetap lunak, cair, panas dan kadang-kadang berusaha menyelinap keluar melalui celah-celah yang terdapat pada lapisan kerak bumi. Material panas itu dinamakan magma.

Batuan Kristal banyak terbentuk  di bawah kerak bumi. Sementara itu, magma yang keluar dari perut bumi dipicu oleh pengaruh hawa ataupun unsur ikmlim lainnya akan mengeras dan membeku, terbentuklah batuan amorf (tidak berkirstal).

Bebatuan Kristal tersebut lazim disebut batu induk. Akibat adanya gerakan tektonis, batuan tersebut mengalami perubahan tempat, sehingga berada di bagian atas lapisan kerak bumi. Batuan itu punya susunan kimiawi, sehingga dikenal adanya batu andesit, basalt, granit dan lain sebagainya.

Bebatuan ini selanjutnya mngalami fase hancuran iklim fisik dan hancuran iklim kimia sehingga membentuk tanah (orangtuaidaman.com).

Sumber: Ir. Mul Mulyani Sutedjo, Pengantar Ilmu Tanah Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian

error: Content is protected !!