PELAPUKAN BATUAN

ORANGTUA IDAMAN – Perlahan namun pasti, semua batuan di permukaan bumi akan lapuk. Dikikis oleh cuaca dan kegiatan alam lainnya.

Semua batuan yang tersingkap di permukaan bumi mengalami suatu proses yang tak kenal kasihan. Proses tersebut adalah pelapukan. Terjadi oleh kikisan cuaca, dan kekuatan-kekuatan alam yang lainnya. Betapapun kerasnya, semua bantuan akan dirombak menjai butir-butir kecil seiring perjalanan waktu. Proses penghancuran seperti ini disebut sebagai erosi.

Butir-butir batuan yang tererosi umumnya tidak tetap dekat batuan asalnya. Tetapi terangkut menuju tempat yang jauh. Kemudian diendapkan di tempat yang lain. Jutaan tahun kemudian terbentuklah lapisan endapan. Lapisan itu tertekan menjadi padat, dan dinamakan batuan sedimen, atau batuan endapan.

Penghancuran batuan oleh cuaca disebut pelapukan. Pelapukan oleh hujan berlangsung secara fisik maupun kimia. Artinya, selain hancur oleh benturan air, mineral dalam batuan juga hancur karena dilarutkan oleh air hujan.

Panas sinar matahari dan dinginnya malam mengakibatkan batuan mengembang dan mengerut. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan menimbulkan tegangan di dalam batuan, akhirnya akan meretakkan batuan itu. Bila terjadi retakan, air yang masuk ke dalam celah itu kemudian membeku lalu memecahkan batuan itu seperti pasak. Karena es memiliki volume yang lebih besar daripada air. Akar tumbuhan yang menerobos ke dalam retakan pun merombak batuan dengan memecahkannya. Hasil pelapukan di pegunungan terlihat jelas sebagai pecahan-pecahan yang menumpuk di kaki bukit. 

Aliran air juga mengakibatkan pelapukan pada batuan yang dilaluinya. Bahan padat yang terlarut di dalam air akan menggerus pinggiran dan dasar aliran. Erosi yang hebat terjadi pada air terjun. 

Hempasan ombak di pantai tak henti-hentinya memukul batuan pantai. Ombak mengangkut pasir dan kerikil yang akan mengikis habis batuan itu. Di beberapa daerah, angin juga dapat mengakibatkan erosi. Di padang pasir, butir-butir ppasir yang dihembskan angin menghantam batuan, mengikisnya menjadi bentuk-bentuk aneh.

Sementara itu, di daerah kutub dan pegunungan tinggi, salju dan es membentuk gletser atau sungai es. Ketika gletser yang meluncur ke bawah perlahan-lahan bungkahan es itu membawa bebatuan dan mengikis bagian dasar aliran bagai sebuah kikir raksasa. Banyak lembah di belahan bumi utara yang masih menunjukkan akibat kikisan gletser Zaman Es pada batuan (orangtuaidaman.com)

error: Content is protected !!