MENAKAR POTENSI BESAR TANAMAN BIDURI

ORANGTUA IDAMAN – Calotropis gigantea (Wild.) Dryand.ex W.T.Ait. atau Biduri adalah tumbuhan yang banyak ditemukan di daerah kering atau daerah yang punya musim kemarau panjang. Misalnya daerah dataran rendah, pesisir pantai, padang rumput, lereng gunung yang rendah.

Berupa semak dengan tinggi 0,5 -3 meter. Bentuk batangnya bulat, tebal, ranting muda berambut tebal berwarna putih. Daun berbentuk bulat telur memanjang. Panjangnya 8 – 30 cm, lebar 4 -15 cm, berwarna hijau muda.

Bunga biduri majemuk berwarna ungu. Tumbuh di ketiak daun berbentuk bulat telur, mahkota bunga bentuknya seperti kemudi kapal. Flora ini berkembang biaj dengan biji.

Getah biduri berwarna putih, encer, bercitatasa pahit dan kekat, lama-kelamaan terasa manis. Beraroma menyengat dan beracun.

Manfaat
Akar Biduri mengandung saponin, sapogenin, kalotropin, kalotoksin, uskarin, kalaktin, gigantin, dan harsa. Daun mengandung saponin, flavonoid, polifenol, tanin, dan kalsium oksalat. Batangnya mengandung tanini, saponin, dan kalsiu oksalat. Getah mengandung racun jantung yang menyerupai digitalis.

Kulit batang biduri mengandung serat yang fapat digunakan untuk membuat jala. Beberapa kajian dan penelitian mengenai manfaat serat tanaman biduri yang telah dilakukan baik oleh perseorangan maupun lembaga/institusi riset di bidang kesehatan, industri tekstil dan industri.

Pemanfaatan serat dari kulit batang dan biji sebagai produk komposit. Secara morfologis serat kulit batang lebih panjang dan ramping, sedangkan serat dari biji lebih pendek dan lebar.

Komposisi selulosa serat kulit batang lebih banyak dari pada serat biji, namun kandungan lignin serat kulit batang lebih rendah. Material komposit yang mengandung serat Calotropis gigantea memiliki kekuatan tarik lebih baik daripada material komposit tanpa isian serat.

Yeremias M. Pell,13 menjelaskan bahwa kekuatan tarik material komposit berisi serat dipengaruhi oleh volume fraksi bahan resinnya. Reddy, N dan Yang, Y memiliki kesimpulan bahwa serat Calotropis gigantea dengan berat jenis rendah akan dapat menghasilkan material komposit yang ringan dan lebih baik kualitasnya (kekuatan dan inisial modulusnya).

Pemanfaatan serat biji buah Calotropis gigantea sebagai penyerap minyak juga telah dilakukan oleh Yian Zheng dkk. Sedangkan Yian Zheng, dkk menjelaskan bahwa serat Calotropis gigantea memiliki sifat hidrofobik dan oleofilik yang menakjubkan, memiliki daya apung yang baik, kapasitas daya serap minyak yang baik, dapat dipakai berulang kali pada proses pemisahan minyak dari air secara efektif.

Selain itu, biduri juga dspatbdimanfaatkan sebagai tanaman obat. Kulit akar biduri berkhasiat sebagai peluruh keringat (diaforetik), perangsang muntah (emetik), memacu kerja enzim pencernaan (alternatif), dan peluruh kencing (diuretik). Kulit kayu biduri berkhasiat emetik, bunganya berkhasiat tonik, dan menambah nafsu makan.

Daun biduri dapat dimanfaatkan sebagai obat penghilang gatal. Getahnya yangbberaxun dapat menyebabkan muntah, namun dapat dimafaatkan sebagai obat pencahar.

Berbagai jenis penyakit yang dapat disembuhkan yaitu tertusuk duri halus, caranya, getah biduri diteteska. Di bagian tubuh yang tertusuk duri. Getah biduri dapat mengeluarkan duri daei dalam kuli dengan sendirinya. Penyakit lain yang dapat diobati yaitu bisul, gatal, dan sakit perut.

Sumber:
1. dr. Setiawan Dalimarta, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Trubus Agriwidya, 2003.

2. KARAKTERISASI SERAT DARI TANAMAN BIDURI (Calotropis gigantea) DAN IDENTIFIKASI KEMUNGKINAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SERAT TEKSTIL, oleh: M. Danny Sukardan, Dikdik Natawijaya, Puri Prettyanti, Cahyadi, Eva Novarini, Balai Besar Tekstil, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 390 Bandung, 2017

error: Content is protected !!