KACAMATA TUNA NETRA, LEBIH GAYA & MODERN

ORANGTUA IDAMAN – Bukan berarti dengan memakai kacamata ini seorang tuna netra dapat melihat.  Teknologi ini adalah pengganti tongkat. 

Kehadiran benda ini memungkinkan, seorang penyandang tuna netra bisa berjalan melenggang layaknya orang normal.  Tanpa harus menenteng dan menggoyang-goyang tongkat. Peranti kreatif ini hasil kreasi Yogi Purnomo dan Maria Eleonara siswa SMP Kristen Petra 3, Surabaya.  Secara garis besar alat ini dibagi menjadi 3 bagian utama.  Meliputi, kacamata, earphone dan kotak rangkaian sebesar kotak sabun.

Kacamata ini mampu memberikan informasi berupa suara bila di depan, kanan dan kiri pengguna terdapat penghalang.  Sensor yang menempel di bagian samping kacamata mampu mendeteksi benda sejauh 1,5 – 2 meter.  Dalam penggunaannya, diseting dengan kepekaan sejauh 1,5 m.  Jarak yang lebih jauh akan membuat seorang tunanetra merasa kesulitan merespon dan memprediksi keberadaan penghalang.

Pada dasarnya, kaca mata tuna netra ini menggunakan prinsip elektronika sederhana.  Menggunakan sinar ultrasonik.  Disalurkan melalui kabel untuk menyalakan alarm atau speaker yang berada di dekat telinga.  Sinar infra merah yang dipancarkan akan memantul kembali bila mengenai halangan. Pantulan itu kemudian diterima oleh komponen dioda peka cahaya(photodioda). Pantulan akan meningkatkan tegangan yang kemudian dikirimkan ke mikrokontroler dalam bentuk pulsa. Berdasarkan pulsa itu, mikrokontroler akan mengaktifkan data suara berupa saran arah yang telah disimpan sebelumnya (orangtuaidaman.com)

Kontak
SMP Kristen Petra 3, Surabaya.  Kantor :Jl Manyar Tirtosari Raya 1-3, Surabaya. Telp.(031) 594 7898. 

error: Content is protected !!