TAK PERLU KHAWATIR BERLEBIHAN, TANTRUM ITU WAJAR

ORANGTUA IDAMAN – Tak perlu khawatir, tantrum atau marah itu normal bagi anak. Kemarahan merupakan cara anak mengkomunikasikan harapannya yang tak terpenuhi kepada orang-orang di dekatnya.

Kemarahan anak dipicu oleh beberapa fakgor, diantaranya yaitu: karakter temperamen yang melekat pada diri anak, jenis kelamin, harapan keluarga, latar belakang budaya, perkembangan anak, dan usia.

Secara bertahap, karakteristik kemarahan dapat membentuk kepribadian anak. Delapan puluh persen karakter marah dibentuk sejak anak masih berada di dalam kandungan. Dipicu oleh kondisi psikologis yang selalu dialami oleh ibu saat merespon kondisi lingkungan.

Tantrum dapat diketegorikan bermasalah bila tidak bisa diprediksi. Anak memiliki emosi teramat kuat. Selain itu, jika anak sulit menyesuaikan diri dan ditenangkan.

Kondisi emosi bermasalah seperti itu bisa diatasi dengan jalan memperbaiki dan membangun keteraturan. Melakukan pengawasan secara ketat, memperlakukan anak disiplin, tegas, dan konsisten. Bunda juga dapat lebih sering menenangkan anak serta memberikan pujian.

Sedapat mungkin Bunda menghindarkan anak dari pemicu kemarahan. Rutinitas dapat membuat anak belajar menyadari tanggung jawabnya yang harus dilakukan meskipun sedang marah.

Latih anak agar cakap mengendalikan amarah. Saat anak berhasil mengendalikan amarah, berilah pujian dan hadiah.

Quality time antara anak dengan orangtua dapat memadamkan amarah anak. Saat bersama dengannya, ajak si kecil mempraktikkan kegiatan menyenangkan, lakukan lah hal ini secara intensif. Pastikan pula tak ada gangguan saat ber-quality time bersama anak.

Pemberlakuan peraturan secara konsisten membuat anak nyaman serta tidak takut melakukan kesalahan. Di samping itu, dibutuhkan pula kekompakan antara kedua orangtua. Dengan demikian, anak tidak menghadapi peraturan bias yang membingungkan.

FAKTOR SOSIAL PEMICU KARAKTER ANAK BERSUMBU PENDEK: Lingkungan bermain, father less, tak memiliki figur ayah pada anak laki-laki, single parenting, anak di bawah asuhan ibu perokok berat.

Peraturan yang membingungkan membuat anak cenderung memilih yang lebih mudah dilakukan. Selain itu, hal tersebut juga dapat membuat anak menjadi seenaknya.

Kadar emosi anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan. Hal ini dipicu oleh perbedaan tingkat hormon testoteron serta kromosom yang berlainan pula.

Sementara itu, latar belakang budaya dan nilai moral masyarakat juga turut berpengaruh terhadap karakter emosional anak.

Sampaikanlah kepada anak bahwa tantrum tidak dibenarkan dari sisi budaya, nilai moral maupun agama.

Perkembangan emosi anak memuncak saat berusi 2 tahun. Pada usia tersebut, anak telah mempunyai kesadaran sebagai individu. Selain itu, ia juga sudah mengetahui kebutuhan diri sendiri.

Saat berusia 2 tahun, durasi emosi anak berlangsung sekitar 5 -10 menit. Kemudian akan berkurang seiring dengan pertambahan usia.

Anak berusia 2 tahun labil emosinya lantaran pada saat itu anat sudah memiliki kemampuan memahami kata secara baio, namun belum cakap merangkai kata-kata untuk diucapkan.

Oleh karena itu faktor komunikasi harus dilakukan secara benar ya Bun. Contoh komunikasi yang tak baik yaitu, penjelasan yang telalu panjang, sehingga sulit dipahami anak. Menyampaikan pesan bermakna ganda, peraturan dan pesan yang tidak konsisten, perbedaan bahasa, serta ekspresi yang tak wajar.

Kemarahan yang wajar pada anak bisa terjadi lantaran rasa lapar, dan kondisi stamina yang sedang tak sehat.

Anak yang marah tanpa alasan yang jelas dapat menjadi pertanda bahwa anak sedang dalam kondisi stres. Ini sering terjadi pada anak yang sedang bermasalah dengan kawan di sekitarnya.

Kekhawatiran tak memberikan solusi, kedisiplinan dan komunikasi yang baik lebih dibutuhkan si Kecil (orangtuaidaman.com)

error: Content is protected !!