BUNDA, BEGINI LHO CARA MENGHITUNG USIA KEHAMILAN

ORANGTUA IDAMAN – Tak sedikit Bumil yang belum tahu cara menghitung usia kehamilan. Ada banyak cara untuk mengetahui usia kehamilan. Nah, cara seperti apa yang paling akurat?

1. Hari Pertama Haid Terakhir
Daur haid menjadi patokan. Berdasar pada tanggal tersebut bisa diperkirakan usia kehamilan sekaligus tanggal kelahiran buah hati. Berbekal tanggal tersebut, usia kehamilan dihitung dengan rumus Naegele.

Rumusnya sebagai berikut: (hari+7), (bulan-3), (tahun+1)

Contoh: bila haid terakhir tanggal 1 Mei 2021, diperkirakan persalinan akan berlangsung pada tanggal 8 Februari 2022.

Catatan:
Rumus ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang punya daur haid teratur. Yakni antara 28 – 30 hari.


Hanya 5% bayi yang lahir sesuai perhutungan ini. Rumus ini kerap meleset sekitar 7 hari sebelum atau setelah kelahiran.

Oleh karena itu, agar perhitungannya tidak terlalu meleset pada wanita yang daur haidnya pendek, perlu ditambah beberapa haru dari hari- H. Sedangkan wanita yang daur haidnya pendek, dikurangi beberapa hari.

Sementara itu, untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tetapi tahunnya tetap.

2. Ukuran 2 Jari
Caranya sebagai berikut, jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusar, setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

Sedangkan jika jarak tadi sudah di atas pusar, setiap penambahan 2 jari sama dengan bertambahnya usia kehamilan 4 minggu.

Membandingkan tinggi puncak rahim dan tinggi pusar. Jika sama-sama tinggi, berarti kehamilan sudah berusia 5 bulan.

Tinggi puncak rahim yang sudah melewati pusar, hampir di tengah-tengah dada menunjukkan kehamilan sudah berusia 7 bulan.

Jika tinggi puncak rahim sudah mencapai dada, dipastikan usia kehamilannya 9 bulan.

Catatan:
Cara ini sulit dilakukan pada wanita bertubuh gempal.


3. Tinggi Puncak Rahim
Pada cara ini, dokter akan meraba puncak rahim (fundus uteri) yang menunjul di dinding perut. Melalui metode ini, usia kehamilan dihitung dengan 3 cara, dimulai dari tulang kemaluan.

Cara ini menggunakan satuan cm. Jika jarak antara tulang kemaluan sampai puncak rahim berkisar antara 28 cm, berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu.

Jika tinggi maksimal puncak rahim yaitu 36 cm, berarti usia kehamilannya 36 minggu.

Catatan:
Ukuran tidak bertambah lagi, meskipun usia kehamilan sudah mencapai 40 minggu. Jika ukuran tinggi bertambah lagi, ada kemungkinan bayi dalam kandungan berukuran besar, kembar, atau cairan tubuh Bumil berlebih.


4. Gerakan Janin
Pada kehamilan pertama, gerakan janin terasa sesudah kehamilan berusia 18 – 20 minggu.

Pada kehamilan ke 2 dan seterusnya, gerakan janin terasa saat kehamilan berusia 16 – 18 minggu.

Memasuki trisemester ke 3, gerakan janin kian sering dan kuat. Namun, tak jarang janin justru kurang aktif bergerak.

Catatan: Perhutungan ini berlaku bila hari pertama haid terakhur lupa.

error: Content is protected !!