Begini Cara Meracik Pupuk Hayati Bacillus spp.

ORANGTUA IDAMAN – Pupuk hayati berbeda dengan pupuk organik. Pupuk hayati adalah biakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Ramuan ini sering pula di sebut sebagai Plant Growth Promotion Rhizobacteria (PGPR).  

Salah satu contoh PGPR yaitu Bacillus spp. Spesies bakteri yang berperan penting bagi kesuburan tanah. Mereka berkemampuan menguraikan senyawa pospor yang tak bisa diserap oleh tanaman menjadi senyawa pospor yang dapat diserap tanaman.

Bacillus spp. juga berkemampuan mendongkrak daya tahan tanaman dan meningkatkan sekresi zat pengatur pertumbuhan. Diantaranya yaitu auksin, sitokinin, dan volatil bekteri.

Peranpenting yang lain yaitu kemampuannya memfiksasi N2, serta mensintesis fitohormon IAA (Indole 3- Acetic Acid).

Hilangnya hara Nitrogen terjadi akibat hanyut oleh air irigasi sebelum sempat diserap oleh tanaman. Sedangkan unsuh Pospor tidak dapat diserap oleh akar tanaman akibat  terikat oleh kompleks unsur Al2+ dan Fe2+.

Rendahnya ketersediaan hara nitrogen dan fosfat pada tanah sawah dapat ditingkatkan dengan pemberian aplikasi pupuk hayati bakteri Bacillus spp.

Cara pengaplikasian pupuk ini mudah. Pupuk Hayati Bacillus spp. dapat dicampur dengan air pada saat perendaman benih padi. Tujuannya adalah agar bakteri dapat melekat pada benih sehingga pada saat benih disebar di persemaian, bakteri akan membatu dalam pertumbuhan akar dan daun.

Dosis Penggunaannya, 1 liter Bacillus spp. untuk kebutuhan benih padi 25 kg atau untuk 1 hektar.

PERHATIAN: Bacillus spp. bukan merupakan probiotik. Tidak dapat digunakan pada ternak, semisal dengan mencampurkan pada air minum ternak.

Cara lain yang bisa diterapkan yaitu dengan menyemprotkan.  Pupuk Hayati Bacillus spp. dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman. Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, sebab bakteri ini sangat rentan terhadap sinar matahari. Penyemprotan dapat dilakukan setiap 7-10 hari sekali.

Dosis Penggunaannya yaitu 2-5 ml pupuk hayati dalam 1 liter air atau 30 – 80 ml dalam tangki sprayer isi 14 liter.

Cara Meracik
Anda ingin membuat pupuk hayati Bacillus spp? Caranya sebagai berikut:

1. Persiap alat-alat yang diperlukan.
Drum Air
Ukuran tandon air menyesuaikan banyaknya kebutuhan pupuk hayati yang ingin dibuat. Sebaiknya menggunakan tandon air penguin karena tandon air ini cukup baik dan bebas lumut.
Pompa udara (Aerator/air pump)
Pompa digunakan untuk mengalirkan udara melalui pipa ke dalam tandon air. Hal ini dilakukan karena bakteri ini membutuhkan asupan oksigen untuk pertumbuhan.
Pipa Udara
Pipa udara digunakan untuk mengalirkan udara ke dalam tandon. Pipa udara juga dilengkapi keran untuk mengatur besarnya tekanan udara yang dialirkan ke dalam tandon.

2. Persiapan bahan baku yang meliputi:
Tiwul atau Tapioka
Tiwul merupakan sumber amilum/makanan bagi bakteri Bacillus. Salah satu keunggulan Bacillus spp. adalah mampu menggunakan amilum/amilosa. Dengan menggunakan bahan makanan berbahan amilum, akan lebih selektif sehingga yang akan berkembang hanyalah bakteri Bacillus spp. Selain tiwul, bahan makanan lain yang mengandung amilum juga bisa digunakan, seperti tepung singkong. Namun singkong terlebih dahulu direbus, dijemur, kemudian dibuat tepung.
Ragi Roti
Ragi berfungsi sebagai sumber vitamin dan asam amino yang dibutuhkan oleh bakteri. Sebelum digunakan, ragi roti harus direbus terlebih dahulu selama lebih kurang15 menit untuk membunuh yeast/khamir yang terkadung dalam ragi.
Tetes Tebu
Tetes tebu berfungsi sebagai sumber karbon yang juga merupakan makanan bagi bakteri.
Bakteri Bacillus spp. (biang).
Bakteri yang digunakan diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi UGM.
Air steril
Air yang digunakan dapat bersumber dari air sumur, air sungai, air hujan dan lainnya. Namun sebelum dimasukkan ke dalam tandon, air terlebih dahulu disaring menggunakan saringan air/filter yang khusus untuk menyaring  bakteri-bakteri  yang  tidak  diinginkan    yang tercampur di dalam air yang dialirkan ke dalam tandon.

3. Meramu bahan-bahan yang sudah dikumpulkan
Ukuran perbandingan antara air yang digunakan dengan bahan-bahan lainnya adalah berkisar 0.5 – 1 %. Semisal air yang digunakan sebanyak 200 liter, maka takaran bahan-bahan lainnya adalah:
1. Tiwul :  1 kg
2. Tetes tebu :  1 liter
3. Biang Bacillus spp. :  0.5 liter
4. Ragi roti :  2 bungkus (10 gram)

Langkah Pembuatan

Nah, setelah semua langkah dilakukan. Tutup tong berisi ramuan biakan Bacillus spp. Itu. Jangan lupa menghidupkan pompa aeratornya. Biarkan selama 10 hari atau sampai 2 minggu. Ramuan siap digunakan jika sudah mengeluarkan aroma harum seperti tape (orangtuaidaman.com)

error: Content is protected !!