BEGINI CARA MERANGSANG GAIRAH LITERASI ANAK BERUSIA DINI

ORANGTUA IDAMAN – Membantu anak belajar mengembangkan kecakapan berliterasi sejak dini, adalah kunci perkembangan sehat serta sukses sekolah.

Memuali di Rumah Bukan di Sekolah

Pengembangan literasi di usia dini bukan berarti memaksa anak ke dalam struktur pendidikan yang kaku kepada anak yang masih terlalu hijau.

Ketertarikan dan kebiasaan membaca harus dibangun di rumah. Anak menjadikan literasi sebagai kebutuhan jika sejak kecil tinggal dalam lingkungan dengan budaya literasi pula. Jadi, jangan pernah mengharapkan anak rajin belajar dan membaca jika lingkungan keluarga Anda tidak memiliki budaya belajar dan membaca.

Budaya literasi dapat diawali dengan bacaan-bacaan cerita, cerita bergambar. Membiasakan anak mendengar kisah dalam buku tersebut yang Anda bacakan. Serta diselingi dengan komunikasi atau dikusi yang membahas gambar dalam kisah yang sedang Anda bacakan. Hal ini dapat merangsang rasa penasaran dan keingitahuan anak.

Ketika rasa penasaran itu muncul, Anda kemudian dapat memberi nasihat anak tentang pentingnya kecakapan membaca. “Nah, menarikkan? Makanya belajar membaca, supaya Ananda bisa mengetahui kisah-kisah menarik lainnya”, contoh nasihat demikian bisa Anda utarakan kepada anak.

Membaca sepuluh hinggga dua puluh menit sehari cukup untuk membangun kebiasaan berliterasi bagi anak. Semakin sering diasah membaca, anak menjadi kian terampil memahami pesan di dalam bacaan secara cermat dan tepat. Kecakapan membaca seperti ini dibutuhkan untuk menunjangbprestasi bersekolah.

Beberapa tips berikut bisa diterapkan untuk membantu mengembangkan kecakapan membaca:

1. Bimbingan Jari Telunjuk
Menjalankan jari Anda di bawah setiap kata dalam tulisan, dapat mengembangkan rasa orientasi pada anak. Selain jari telunjuk, Anda juga bisa menggunakan alat bantu lain untuk menunjuk kata per kata dalam kalimat.  Misalnya, menggunakan pinsil, atau alat tunjuk yang sengaja dibuat dari bambu.

Cara ini tak hanya berkhasiat untuk mengembangkan rasa orientas. Tak disadari dengan melakukan cara ini, anak akan mengembangkan konsep kata, jarak  antara kata dan tulisan.

2. Fokus Pada Kosa Kata
Proses pengembangan kosa kata yang kuat di usia muda dapat membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan dasar yang dibutuhkan dalam proses belajar berikutnya. Banyak orangtua dan pendidik tidak menyadari bahwa otak manusia-terutama otak manusia-belajar dengan menempelkan informasi baru ke informasi lama.

Semakin banyak pengetahuan dasar yang dimikiki oleh anak, maka semakin mudah pula Anak tersebut memperoleh pemgetahuan-pengetahuan baru.

Semakin banyak modal kosa-kata yang dimiliki, anak menjadi dimudahkan mengembangkan kosa kata berikutnya. Selain itu juga dapat menambah kecakapan membaca saat mulai bersekolah.

Gunakan buku bergambar untuk merangsang asosiasi antara kata, objek dan makna. Saat Anda membaca, diskusikan kata-kata penting dengan anak.

3. Tunjukkan tanda baca
Menunjukkan tanda baca kepada anak berusia empat tahun terasa agak berlebihan, tetapi itu benar-benar membuat perbedaan dalam literasi anak usia dini.

Banyak remaja yang mengalami hambatan memahami tanda baca. Akibatnya remaja tersebut mengalami kesulitan memahami isi bacaan.

Memperkenalkan anak pada tanda baca sejak usia dini,  dapat membantunya merasa jauh lebih nyaman dengan tanda baca saat ia mulai membaca sendiri.

Sekali lagi, idenya adalah untuk membangun keakraban dan kenyamanan dengan tanda baca saat membacakan untuk anak Anda, bukan mengajari mereka cara menggunakan tanda baca.

cara yang bagus untuk menunjukkan tanda baca saat membaca adalah dengan membuat game atau permainan. Misalnya, ketika Anda sampai pada tanda tanya, biarkan anak Anda menjawab pertanyaan itu. Ketika Anda sampai pada tanda seru, berikan penekanan pada beberapa kata terakhir dalam kalimat sebelum tanda seru.

4. Baca dengan nada suara
Komunikasi yang baik yaitu 93% persen adalah non-verbal (55% bahasa tubuh dan 38% nada suara.) Hal yang sama berlaku pada siap.

Makna yang dikomunikasikan melalui membaca tidak hanya berasal dari kata-kata, tetapi bagaimana kata-kata itu digunakan. Saat membaca untuk anak kecil, Anda harus menggunakan nada suara.

Menggunakan infleksi suara dalam bacaan Anda memiliki dua tujuan. Pertama, nada suara membantu anak-anak mendengar bagaimana membaca seharusnya terdengar.

Mereka akan memahami bagaimana Anda menekankan kata-kata dan menggunakan nada suara.

Nada suara saat membaca dapat menarik perhatian dan membuat anak bersemangat membaca. Tidak perlu melebih-lebihkan setiap kata, lakukan bila perlu saja.

5. Berburu huruf
Berburu huruf adalah cara bagus yang membuat waktu bercerita menyenangkan sambil mulai mengenali dan mempelajari huruf-hurufnya. Ajari anak Anda huruf tertentu, misalnya gunakan huruf pertama namanya “B” (untuk Bayu). Kemudian minta Bayu mencari setiap halaman yang Anda baca untuk huruf B.

Hitung berapa kali dia menemukan B di setiap halaman, lalu hitung berapa kali B muncul dalam cerita. Ulangi latihan ini untuk semua huruf dalam alfabet untuk meningkatkan pengenalan huruf anak Anda dan membantu meletakkan dasar untuk kesuksesan membaca di masa depan.

6. Melatih anak membuat prediksi
Sebelum memulai membaca buku, mintalah anak melihat sampulnya, membaca judulnya dan membolak-balik beberapa halaman untuk melihat beberapa gambar. Kemudian, minta anak agar memaparkan perkiraan isi buku itu.

Setelah selesai membaca buku itu, cocokan dengannprediksi isi buku yang sudah dibuat oleh anak Anda. Latihan ini dapat merangsang konsemtrasi anak memperhatikan saat Anda membaca. Fokus  mendengar cerita, serta melatih percaya diri membandingkan cerita yang sebenarnya dengan versi hasil prediksinya.

7. Memahami Isi Bacaan
Memahami isi bacaan adalah keterampilan penting yang harus dimiliki anak. Kecakapan memahami isi bacaan menjadi fondasi penting prestasi bersekolah. 

Usai membacakan cerita untuk anak, ajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui seberapa banyak dia memahami. Jika dia tidak dapat menjawab, ulangilah bacaan halaman di mana jawabannya ditemukan. Kemudian ajukan pertanyaan lagi.

8. Baca lagi dan lagi!
Membaca buku yang sama setiap hari mungkin terasa membosankan, tetapi jika itu adalah buku yang disukai anak , biasanya mereka senang membacanya berulang-ulang. Pengulangan adalah kunci belajar.

Membaca buku yang sama secara teratur dapat meningkatk kosakata, dan membuatnya lebih mudah ketika diharuskan mulai membaca sendiri.

Bacakan anak Anda buku yang sama setiap hari. Anak akan mulai membalik halaman ketika Anda sampai di akhir teks, mengoreksi ketika Anda membuat kesalahan atau mengubah cerita, dan bahkan anak akan berpura-pura membaca buku itu sendiri .

Hal penting dari keterampilan literasi anak usia dini yaitu membiasakan anak agar belajar mencintai buku dan menikmati belajar.

Sertakan beberapa kegiatan belajar, permainan, dan latihan dalam bacaan. Tetapi yang terpenting, pastikan bahwa waktu bercerita adalah waktu yang menyenangkan bagi anak.

error: Content is protected !!