PENULISAN PARTIKEL ‘lah’, ‘kah’, DAN ‘pun’, DIPISAH ATAU DISAMBUNG?

ORANGTUA IDAMAN – Suka menulis? Jangan melupakan aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Salah satunya yaiyu penulisan partikel -lah, -kah, -tah, pun, dan per. Lantas, apa to yang dimaksut dengan partikel itu?

Partikel disebut juga sebagai kata tugas. Meliputi -lah, -kah, -tah, -pun, dan per.

Lantas seperti apa penulisan partikel yang benar dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

1. Partikel -lah
Fungsi:
Memperhalus kata perintah, mempertegas kata ganti, dan mempertegas pernyataan.

Aturan:
Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh:
Buanglah, raihlah, carilah, biarlah, cucilah, ambillah

2. Partikel -kah
Fungsi:
Memperhalus kalimat tanya agar lebih baku dan tegas.

Aturan:
Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh:
Apakah, adakah, mungkinkah, dimanakah, bolehkah

3. Partikel -tah
Fungsi:
Digunakan untuk pertanyaan kepada diri sendiri yangbtidak membutuhkan jawaban.

Sering digunakan dalam bahasa sastra namun jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari.

Aturan:
Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh:
Kapantah, apatah, bagaimatah, dimanatah.

4. Pertikel pun
Fungsi:
Menegaskan makna kata dirinya, makna berlawanan, menunjukkan sesuatu sedang dimulai.

Aturan
Partikel ‘pun’ yang bukan merupakan kata penghubung, ditulis terpisah

Jika berfungsi sebagai kata penghubung, maka partikel ‘pun’ ditulis serangkai.

Contoh partikel ‘pun’ bukan kata penghubung:
Dimana pun, hewan pun, dia pun

Contoh partikel ‘pun’ sebagai kata penghubung:
Meskipun, walaupun, bagaimanapun

5. Penulisan Partikel per
Fungsi:
Partikel ‘per’ berfungsi memneri arti: demi, tiap, dan mulai.

Aturan
Partikel ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh:
Satu per satu, 60 km per jam, per Januari 2022

error: Content is protected !!