PESONA GROUPING SANSEVIERA TRIFASCIATA

ORANGTUA IDAMAN – Salah satu keindahan sansevieria adalah saat ia mampu tampil berkelompok.

Entah karena tumbuh anakan disekelilingnya, ataupun Anda sengaja menanam beberapa sanse sekaligus dalam satu pot. Tentu masing-masing trik di atas punya keunggulan. Semisal bila Anda membiarkannya tumbuh secara alami. Jelas selain indukan yang bakal terlihat kompak, kemunculan anakan ini bisa jadi petanda, sanse dalam kondisi dewasa. Hal ini menjadi nilai lebih dimata juri.

Namum ada juga hobiis yang justru mengabungkan beberapa varian sanse dalam satu pot. Seperti yang dilakukan oleh Dwi Bintarto, hobiis di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dirinya menanam beberapa varian trifasciata dalam sebuah pot. “Trik ini hanya iseng saja. Tampilan tanaman jadi lebih indah dan tampak meriah,”papar Dwi. 

Paparan Sinar
Namun tentu untuk memiliki sanse seperti ini, harus ada syaratnya. Apalagi trifasciata terkenal sangat sensitif. Syarat pertama, Anda harus menempatkan tetumbuhan itu di area yang terpapar sinar matahari sehari penuh. Pastikan seluruh bagian tanaman mendapatkan sinarnya secara merata. Dengan teknik seperti ini, dijamin tak bakal ada media lembap dan arah pertumbuhan tanaman bakal terlihat kompak.

Bahkan Sentot Pramono, grower sanse di Jalan PKP Raya, PKP Raya, Jakarta Timur menyarankan agar sanse diletakkan di bawah naungan platik UV. Trik ini bakal membuat suhu disekitarnya lebih panas sehingga lebih disukai olehnya. Tentu dengan catatan sirkulasi udara disekitara pun tak boleh terhambat. Karenanya pastikan hembusan angin bisa bebas masuk.

Faktor berikutnya yang tak boleh disepelekan adalah media tanam. Beberapa material sering digunakan oleh para  hobiis. Diantaranya pasir malang, batu apung, dan kompos. Tentu saja masing-masing pehobi punya komposisi yang berbeda dalam mengatur material tersebut. “Tapi kebanyakan materi dominannya pasir malang,”papar Dwi. Ia sendiri menggunakan komposisi pasir malang (3),  sekam bakar (1), cacahan pakis (0,5), dan pupuk kandang(0,5).

Bahan alternatif media tanam lainnya adalah pasir malang yang telah disaring halus sebagai media utama Sisanya berupa campuran sekam bakar, dan pakis cacah halus. Sebagai pelangkap, Anda bisa menambahkan plantagar (rumput laut), kascing, dan kapur dolomit.

Tentu saja komposisi media tanam pun dipengaruhi oleh jenis sanse yang kita tanam. Semisal sansevieria yang mengalami mutasi warna jadi terlihat lebih kuning alias variegata. Untuk sanse seperti itu, hobiis kerap menambahkan Kalium Phospat dalam media tanamnya. Unsur tersebut berperan menjaga kondisi warna variegata tetap stabil dan tampil lebih shiny.          

Ganti Media
Agar media tanam bisa maksimal menyokong kesuburan sanse, Sentot menyarankan agar rajin menggantinya. Bukan setiap bulan tentunya. Anda bisa melakukan penggantian 6 bulan sekali. “Tergantung kondisi akar dalam pot. Kalau sudah penuh harus diganti medianya. Jadi sekalian repotting,”ujar Sentot. Dan baginya, trifasciata termasuk jenis yang paling cepat pertumbuhan akarnya.

Bagaimana jika telat  membenahi media tanam? Selain mempertinggi kemungkinan terserang pembusukan, akar yang terlampau penuh akan menyebabkan ukuran daun anak jadi lebih kecil. Sehingga sulit mendapatkan trifasciata bergaya majemuk yang bisa tampil rimbun dan terlihat kompak. Asal tahu saja, daun mengecil ini menyisakan “ruang kosong” yang kurang enak di pandang  oleh para pehobi.

Setelah urusan media tanam kelar, kini tinggal perawatan hariannya. Seperti penyiraman yang dilakukan pada saat media tanam dirasakan telah kering. Biasanya dilakukan 2-3 hari sekali. Malah Dwi hanya menyiramnya 4 hari sekali.

Sementara itu, pada saat musim hujan sebagian pehobi kerap melakukan tindakan pencegahan. Yakni menyemprotkan bakterisida. Menurut Dwi, bila lingkungan lembap, trifas riskan terserang fusarium yang jadi biangkerok pembusukan daun dan akar.

Dan terakhir, pot harus jadi perhatian Anda berikutnya. Material, bentuk, dan ukurannya menjadi penentu kecantikan sanse. Di pasaran, pot terbuat dari plastik, tanah liat, dan keramik kerap jadi pilihan para pehobi. Bahkan Sentot menyarankan agar menggunakan pot untuk bonsai. Sebelum memutuskan membelinya, perhatikan bentuk dan ukurannya. Usahakan secara komposisi mampu mendukung kecantikan sanse secara optimal.  

Memilih  Trifas Yang Pas
Menurut Dwi, agar hasil grouping bisa optimal, sebaiknya Anda tak salah memilih sanse. “Kalau saran saya sih … pilih trifas berdaun kecil. Semisal dari golongan hahni,”papar Dwi. Dengan karakter seperti itu, komposisi dan bentuk tanaman tak bakal banyak berubah. Sehingga kecantikannya masih bisa dinikmati dalam jangka waktu lama. Dwi mengaku, salah satu koleksinya sudah berumur 3 tahun dan masih terlihat “sedap” dipandang mata.

Sebaliknya, bila trifasciata yang dipilih berdaun lebar dan pertumbuhannya terbilang cepat, perubahan komposisi bakal berlangsung lebih cepat. Akibatnya Anda harus menata ulang. Tentu saja aturan ini berlaku khusus untuk grouping non alami. “Disinilah letak art-nya. Sebagai pemilik kita harus bisa mempertahankan kecantikannya saat ini dan di masa akan datang,”papar Sentot.

Kelas Khusus
Hingga kini, belum ada kelas khusus di kontes sansevieria yang melagakan sanse grouping hasil kreasi pemilik. “Tapi tren ke arah sana (grouping) sudah ada. Mungkin pada kontes masa datang, semoga  ada kelas ini,”ujar Sentot. 

error: Content is protected !!