PROBLEM & SOLUSI

TAK BOLEH MENGHUKUM ANAK? Waduh Mak! Negeri Ini Negara Hukum

HUKUMAN ADALAH ALAT UNTUK MEMOTIVASI SEKALIGUS MENDIDIK ANAK AGAR TAAT KEPADA NILAI-NILAI KEBAIKAN SERTA MENGHINDARI PERILAKU BURUK.

Berawal dari rumah, nilai-nilai kebaikan ditanamkan dalam diri seorang anak. Di rumah pula, seorang anak belajar menjadi makhluk sosial yang baik, mengenal dan menyesuaikan diri dengan aturan, norma, etika, serta lebih luas lagi yaitu undang-undang.

Faktanya, manusia adalah mahluk sosial. Sepanjang hidupnya, manusia tak dapat mengingkari kodrat saling membutuhkan antar sesama manusia.

Agar tak saling merugikan, maka dibutuhkan hukum yang berfungsi sebagai alat pengatur hubungan antara manusia.

Hendaklah anak dibimbing agar memamdang hukum secara positif. Hukum bukan untuk membatasi kebebasan. Melainkan untuk menjamin kebebasan setiap orang.

Nah, bagi anak, keluarga menjadi tempat berlatih taat hukum sebelum anak terjun dalam kehidupan nyata di negeri hukum ini.

Hukuman Positif
Hukuman diberikan semata-mata demi kebaikan anak. Aturan, norma, dan ketentuan dibuat untuk ditaati. Hukuman adalah komsekwensi terhadap setiap pelanggaran.

Biasanya, jukuman berupa tindakan yang tidak menyenangkan sehingga dihindari. Hukuman bertujuan agar anak jera, tidak mengulangi kesalahan serupa.

Oleh karena itu, perlu ditanamkan dalam diri anak agar ia memahami bahwa hukuman adalah suatu konsekwensi dari suatu perbuatan salah. Sehingga saat memberikan hukuman, perlu disertai dengan penjelasan tentang kekeliruan yang diperbuat.

Selama mendidik anak, hukuman hanyalah suatu alat. Orangtua dapat menggunakan alat lain. Misalnya, memberikan teladan, memberikan pujian terhadap tindakan yang baik, serta menciptakan situasi dan kondisi yang tanpa disadari mengarahkan anak melakukan sesuatu yang baik.

Memberi teladan dan mengkondisikan anak melakukan kebaikan dapat mengurangi penerapan hukuman.

Agar anak-anak membuang sampah di tempat sampah, maka selain memberikan teladan, hendaknya orang tua menyediakan tempat sampah di rumah,. Menciptakan lingkungan bersih. Dengan demikian, anak menjadi enggan membuang sampah sembarangan.

Contoh lainnya, yaitu agar anak patuh jam belajar. Dibutuhkan aturan jam belajar di rumah. Pada saat itu TV dan gadget wajib dimatikan. Seluruh anggota keluarga berkumpul di suatu tempat mengerjakan sesuatu. Dengan demikian anak mengikuti hal tersebut.

Pola hidup disiplin akan membentuk kebiasaan disiplin. Pada akhirnya kebiasaan disiplin itu membentuk karakter disiplin.

Anak berkarakter disiplin akan terhindar dari hukuman (orangtuaidaman.com).


PROBLEM & SOLUSI

YUK BERKAWAN DENGAN SEMUA

YUK BERKAWAN DENGAN SEMUA

AMRITA RANU BENING Dec 10, 2022 3 min read

AKU PERNAH PUNYA SAHABAT. AKU JUGA SELALU BERUSAHA MENJADI KARIB YANG BAIK. TETAPI, AKU PERNAH DIKUCILKAN DAN TAK PUNYA TEMAN

TEMPAT TINGGAL DAN SIKAP AGRESIF ANAK

TEMPAT TINGGAL DAN SIKAP AGRESIF ANAK

Teguh Jiwa Brata Sep 3, 2022 3 min read

TELADAN DAN FENOMENA YANG DISAKSIKAN OLEH ANAK SETIAP HARI TURUT MEMBENTUK KARAKTERNYA. Bayu adalah balita anak seorang guru. Karena belum

IRI SARANG KEBOHONGAN

IRI SARANG KEBOHONGAN

Teguh Jiwa Brata Aug 31, 2022 2 min read

KETIKA SEORANG ANAK MERASA TAK PUNYA APAPUN UNTUK DIBANGGAKAN, MAKA DORONGAN MELAKUKAN KEBOHONGAN AGAR DIHARGAI SEGERA MUNCUL. Syukur dan menerima

YANG JUJUR AKAN HANCUR

YANG JUJUR AKAN HANCUR

Teguh Jiwa Brata Aug 31, 2022 2 min read

HUKUMAN YANG DITERAPKAN SERAMPANGAN DAN TAK TERUKUR JUSTRU KERAP MEMBUAT ANAK MENGIDAP KARAKTER SUKA BERBOHONG. Sikap mencari aman adalah pilihan

PERILAKU AGRESIF & KUALITAS HUBUNGAN ANAK-ORANGTUA

PERILAKU AGRESIF & KUALITAS HUBUNGAN ANAK-ORANGTUA

Teguh Jiwa Brata Aug 28, 2022 2 min read

SIKAP DAN PERILAKU ANAK DITENTUKAN OLEH KUALITAS HUBUNGAN DENGAN ORANGTUA. Hubungan anak dan orangtua yang positif sangat dibutuhkan bagi remaja,

error: Content is protected !!