JEPARA ANTI-BULLYING: POLISI SAMBANGI SD

ORANGTUA IDAMAN – Bullying (perundungan) berpotensi berkembang menjadi kenakalan remaja. Pada gilirannya dapat mengarah kepada kriminalitas.

Senin 18 Oktober 2021, ekspresi kaget dan cemas menyelimuti wajah guru, siswa, dan seluruh penghuni SD Negeri 1 Gemulung. Mobil polisi berhenti tepat di depan kantor guru. Terlihat 2 orang petugas polisi keluar dari mobil, masuk ke kantor sekolah itu.

Beberapa guru mengira telah terjadi pelanggaran di sekolah itu. Pasalnya, saat ini pemerintah tengah ketat memberlakukan protokol kesehatan, serta merebaknya berita perundungan yang dilakukan seorang siswa SD di sebuah sekolah di Jepara.

Tak hanya itu, pada hari Sabtu 16 Oktober 2021, seorang petugas Babinsa, Polsek Pecangaan juga melakukan sidak sehubungan pelaksanaan protokol kesehatan ke SD Negeri 1 Gemulung.

Ekspresi kaget dan tegang penghuni SD Negeri 1 Gemulung pudar setelah petugas Polsek Pecangaan, Jepara menyampaikan ucapan terimakasih karena sekolah tersebut telah menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar.

“Saya mengucapkan terimakasih, karena anak-anak sudah patuh melaksanakan prokes, memakai masker terus, anak-anak jangan lupa cuci tangan. Mencuci tangan itu maksudnya tidak hanya satu kali, tapi sering-sering cuci tangan. Sebelum berkegiatan dan setelah berkegiatan. Alhamdulillah daerah Pecangaan ini semuanya sudah beratatus nol. Hanya satu kasus yang terkonfirmasi positif”, papar Iptu Agus N., Kapolsek Pecangaan.

“Saya kesini untuk mensosialisasikan anti-bullying. Bulying itu perundungan. Seperti kasus yang terjadi di salah satu sekolah di Jepara. Di sini tidak ada ya? Jangan sampai terjadi.  Anak-anak dengan teman tidak boleh cubit-cubitan, jotos-jotosan, tendang-tendangan, saling mengejek, dan hal buruk lainnya yang dapat berakibat saling merugikan satu sama lain,” kata Iptu Agus N. di depan siswa-siswi SDN 1 Gemulung dalam nada menganjurkan.

Lebih jauh lagi, Kapolsek Pecangan tersebut juga memberi apresiasi positif terhadap upaya pencegahan perundungan yang sudah dilakukan SDN 1 Gemulung “Wah ini sudah bagus sekolahnya, sudah memasang banner dan poster-poster anti-bullying. Untuk mengingatkan kepada kita. Jangan sampai hal-hal seperti itu terjadi di lingkungan kita. Jaga lingkungan sekolah agar selalu dalam kondisi kondusif,” imbuhnya.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut instruksi yang diberikan oleh Kapolres Jepara.

Media Massa Produsen Bullying
Gurauan dan perundungan itu dibatasi hanya oleh garis yang sangat tipis. Perundungan sering diawali dengan gurauan. Bahkan, acap kali pelaku perundungan menggunakan gurauan sebagai modus melakukan aksi perundungan.

Ada kecenderungan kebiasaan mengejek, ngerjain teman, dan berbagai keusilan saat ini menjadi gaya hidup populer. Beragam kebiasaan tersebut mengalami pembenaran dan ditiru oleh anak-anak.

Salah satu bentuk pembenaran tersebut kerap dilakukan oleh media massa terutama televisi. Acara lawak dan berbagai acara entertainmen kerap mempertontonkan ejekan, ngerjain teman, dan berbagai keusilan beraroma perundungan. Tak hanya itu acara-acara prank bertema bullying sebenarnya tak patut dipert ontonkan saat ini menjadi produk laris-manis pengeruk rupiah.

Media adalah ibu sebuah bangsa. Media adalah pengasuh anak negeri. Segala sajian yang dipertontonkan oleh media akan diteladani / ditiru oleh masyarakat.

Di tengah hiruk-pikuk media massa yang cenderung kacau di negeri ini, PENDIDIKAN MEDIA MASSA adalah kebutuhan anak negeri yang mendesak agar segera dipenuhi (orangtuaidaman.com)

ARTIKEL BULLYING LAIN

Yohana Erlina

Guru, pemerhati pendidikan, dan penulis.

error: Content is protected !!