SDN 1 GEMULUNG:  KAMI SUDAH DIVAKSIN DI SEKOLAH, KALIAN KAPAN?

ORANGTUA IDAMAN – Senin (31/01/2022), hari yang dinanti-nanti keluarga besar SD Negeri 1 Gemulung akhirnya tiba. Segenap guru, staf sekolah, dan orangtua mendukung putra-putrinya menerima vaksin Covid-19.

“Kalau diumumkan acaranya dimulai pagi, orangtua dan anak-anak selalu datang pagi sekali,” papar Mohamad Yahya, S.pd  Guru SD Negeri 1 Gemulung, Pecangaan, Jepara. Sudah seminggu Guru ramah itu bersama rekan kerjanya penuh semangat mempersiapkan acara vaksinasi.

Nampak tempat mencuci tangan di depan setiap kelas dilengkapi sabun. Tak hanya itu, cairan antiseptik (hand sanitizer) terlihat berderet di atas tempat duduk yang membujur di teras sekolah.

Jumlahnya begitu banyak, maklum SD ini mendapat dukungan dari Wings dalam hal pengadaan sabun cuci tangan dan hand sanitizer.

Bak pesta sunat. Hajat vaksinasi ini terlihat meriah. Teras perpustakaan disulap menjadi arena berswa foto seusai vaksinasi. Terlihat Badut menari-nari di tempat itu. Alunan musiknya mengendurkan suasana tegang, mengusap airmata, menyulap tangis anak takut disuntik menjadi tawa.

Badut pengusir rasa takut jarum suntik.

Riuh kabar miring seputar vaksinasi tak nampak menghantui orangtua di sekolah ini. Justru sebaliknya, wajah mereka terlihat antusias dan penuh harap.  Menanti kehadiran petugas Puskesmas Kecamatan Pecangaan. “Kok belum datang ya petugasnya?”, tanya Haryono orangtua siswa kelas 1 mengharap petugas vaksinasi lekas datang.

Hadir pula petugas BABINSA dalam program vaksinasi itu.

Pukul 08.00 terlihat 2 sepeda motor berplat merah memasuki halaman sekolah. Petugas vaksinasi itu datang.

DIAWALI DENGAN SOSIALISASI
Sebelum proses penyuntikan vaksin dilaksanakan, seluruh orangtua siswa yang hadir memasuki ruang kelas yang disediakan. Bukan untuk menyimak pelajaran, melainkan mendengar sosialisasi dari petugas vaksinasi. 

Proses sosialisasi vaksinasi corona di SDN 1 Gemulung

Menurut dokter Nur Hidayati, petugas vaksinasi Puskesmas Pecangaan mengatakan, vaksinasi untuk anak sekolah bertujuan agar siswa-siswi dapat kembali melaksanakan proses pembelajaran tatap muka seperti sedia kala.

“Tujuan lainnya, untuk meminimalkan dampak atau risiko yang muncul jika suatu saat anak tertular. Jadi meskipun sudah divaksin, anak masih dimungkinkan tertular covid-19. Namun dampak yang muncul tidak berat. Hanya ringan saja”, paparnya.

Dokter itu juga mengatakan, vaksinasi juga bertujuan untuk menciptakan kekebalan kolektif (herd immunity). Kondisi seperti ini bisa dicapai jika sebanyak 70% dari populasi yang ada sudah menerima vaksinasi.

“Di sekolah kan yang banyak siswanya, lebih banyak daripada gurunya. Beberapa waktu lalu, bapak dan ibu guru sudah divaksin semua. Nah, sekarang giliran siswa-siswi yang divaksin, kata Nur Hidayati.

Kekebalan kolektif pada gilirannya dapat melindungi siswa-siswa lemah dan belum bisa divaksin. Misalnya, anak yang tidak memungkinkan untuk divaksin karena kondisi kesehatan yang tidak mendukung.

Turut memberikan sosialisasi Sugiyanto S.pd. SD, Kepala Sekolah SDN 1 Gemulung, menyampaikan bahwa dengan melakukan vaksinasi sesungguhnya telah ikut berperan serta melindungi orang-orang di sekitar kita dari ancaman virus corona.

Dalam sosialisasi itu dipaparkan pula jenis vaksin yang diterapkan yaitu Sinovac. Menurut penelitian, saat ini vaksin Sinovac adalah vaksin yang paling aman diberikan kepada anak-anak. Setiap anak memperoleh 2 dosis vaksin. Dosis kedua diberikan 28 hari setelah dosis pertama disuntikkan.

TAK PERLU KHAWATIR EFEK SAMPING
Sosialisasi vaksinasi corona bagi anak-anak itu juga memaparkan efek samping yang mungkin muncul. Efek samping ringan diantaranya yaitu, rasa pegal di lengan yang disuntik, meriang, dan mengantuk. Sementara itu, efek samping agak berat ditandai dengan demam dan lemas.

Efek samping itu dapat diatasi dengan mengompres di bagian lengan yang pegal. Tidak diperkenankan memegang–megang bagian yang disuntik. Kompres menggunakan air biasa saja.

Disarankan pula agar usai menjalani vaksinasi anak beristirahat, cukup minum, dan banyak makan. “Anak sebaiknya tidak boleh main dulu agar tidak muncul efek samping berat,” kata dokter dalam sosialisasi itu.

PENYUNTIKAN VAKSIN
Usai mengikuti sosialisasi, siswa sisampingi orangtua menuju ruang vaksinasi. Sebelumnya, peserta vaksinasi melakukan pendaftaran, menjalani pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan suhu tubuh. Berikutnya menjalani screening.

Siswa yang memenuhi persyaratan lantas disuntik vaksin. Sebagai antisipasi munculnya efek samping berat, anak diminta menunggu selama 15 menit di ruang observasi.

Vaksinasi itu berjalan lancar. Tak seorang pun siswa menunjukkan gejala mengkhawatirkan (orangtuaidaman.com)



SIMAK JUGA


KLINIK ANAK


Yohana Erlina

Guru, pemerhati pendidikan, dan penulis.

error: Content is protected !!