KULINERLOST IN INDONESIA

SOTO BRAKOT MAS AAN: PUAS MBRAKOTI SIKIL SAPI SAMPAI MEMBLE

Tempatnya didesain bercorak khas jawa. Tampak beberapa joglo berukuran besar. Bila kita memilih duduk di sisi belakang, sudah bisa dipastikan suasananya teduh. Soalnya, banyak tajuk pepohonan rindang. Selain itu, semakin ke belakang, kian tenang. Sebab posisinya semakin jauh dari jalan raya.

Parkiranya luas, diselimuti kerikil koral. Jadi, saat hujan tidak becek. Enggak cuma itu, tukang parkirnya pun greget dan gesit. Segera memandu kendaraan tamu, agar mendapatkan tempat yang tepat.

“Hop, Stop! Silakan mbrakoti balunganya Mas Aan”.


Saat menapakkan kaki di halaman,  aroma daging sapi berpadu harumnya bebauan bumbu rempah segera merasuk ke hidung. Sesekali tercium pula gurihnya daging dan lemak sapi yang sedang diolah.

“Kruuuk…kruuuk… krucuk”… perut pun menanggapi provokasi berbagai bebauan sedap itu.

Tapi tenang gaes! Pelayananya cepat. Kita enggak usah berlama-lama menggantung gigi dan menelan liur becucur. Tak lama setelah memesan, minuman pun datang.

“Cleguuuk… cleguh… eeh…. es…. teeeeh”

Es teh kental, sepet-sepet nikmat. Jangan lupa diaduk dulu ya. Soalnya gulanya berada di dasar gelas. Es teh disini begitu khas. Serasa tak bisa ditemukan di luar Jogja.

Disediakan pula berbagai jenis minuman lain. Diantaranya yaitu es teh krampul, susu turki, susu murni, susu coklat, susu frambos, susu melon, teh sere, degan sirup, dan es jeruk.

Eh, baru saja nyeruput minuman kok camilan sudah disodorkan. Lha, dalah… baru saja megang pisang goreng, soto brakotnya sudah siap.

“Yaaa… sudah, yuk mari kita mbrakot dulu”.

Soto yang dihidangkan di tenpat ini ditaburi berbagai macam sayuran. Kentang, wortel, seledri, kol, dan tauge atau kecambah. Sedangkan di bagian atasnya bertaburan bawang goreng gurih.

Setelah kucoba mbrakoti, rasa dagingnya ternyata joz jiz lho. Ada asam-asamnya, manis, gurih… ah sudahlah cicipi aja sendiri! Pokoknya joz jiz deh.

Di rumah makan ini, Mas Aan menyediakan kecap. Tapi kalau mau enak, sebaiknya tak perlu menambahkan kecap. Soalnya, citarasa sedap tulen Soto Brakot Mas Aan justru akan luntur.

“Cicipi dulu citarasa tulennya. Setelah itu silakan tambahkan kecap dan jeruk bipis sesuai selera”

Menurutku kasta sedap soto ini bertengger di peringkat bintang lima. Cara santap “mbrakoti” tergolong unik. Belum banyak disuguhlan di resto lain.


Soal harga, enggak perlu kaget. Soto brakot Mas Aan murah kok. Hanya dengan mahar Rp6.000 – 34.000 kita sudah bisa memesan soto. Sedangkan menu brakotan dibanderol pada kisaran harga Rp12.000 -150.000. Brakotan koyor paling murah. Sedangkan brakotan sikil paling istimewa.

Penasaran? Datang saja langsung untuk mbrakoti iga dan balungan sapi sepuasnya sampai memble.

Balungannya enggak bener-bener cuma balung doang. Masih ada dagingnya yang empuk. Jadi, masih bisa dibrakoti. Setelah dagingnya habis, kita masih bisa asyik isap-isap tulangnya. Gurihnya tiada akhir. Kalau mau dituruti, bisa-bisa malah nginap di depot Soto Brakot Mas Aan.

Paling asyik jika kita mendapatkan bagian tulang belakang. Acara sogok menyogok dan isap mengisap sumsum terasa begitu mengasyikan. Begitupula bagian tulang muda, teksturnya kenyal-kenyil mirip jeli.

Nah, setelah makanannya ludes, berarti kita “SMP”. Setelah Makan Pulang. Yuk, masih banyak yang antre. Kasihan mereka jika tak dapat tempat duduk.

DISINI LOKASINYA: Silakan Klik Gambar


BERNADETTE AMRITA RANU BENING

Pelajar di SD Negeri Gemulung 1, Jepara. Penyuka penelitian ilmiah, traveling, dan berpetualang.

error: Content is protected !!