GELOMBANG GRAVITASI & LUBANG HITAM BERHASIL DIDETEKSI

ORANGTUA IDAMAN – Pada tahun 1915 Enstein mengemukakan Teori Relativitas Umum. Di dalamnya, ia memprediksi keberadaan gelombang gravitasi.

Pada tahun 1974, fisikawan menemukan bahwa dua bintang neutron yang mengorbit satu sama lain semakin dekat dengan cara yang sama dengan prediksi Einstein. Namun baru pada tahun 2015, ketika instrumen Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) berkembang lebih baik dan menjadi lebih sensitif.

Dua lubang hitam menjelang bergabung.

Perangkat itu mampu mendeteksi keberadaan gelombang gravitasi yang sebenarnya. Sehingga dapat mendukung kebenaran prediksi dari Eninstein. Gelombang gravitasi meberikan informasi tentang awal mula alam semesta serta  tentang sifat dasar gravitasi yang tidak dapat dilihat melalui pengamatan spektrum elektromagnetik.  Berkat penemuan LIGO, Astronomi Gelombang Gravitasi lahir. Menjadi sebuah bidang ilmu baru.

Para ilmuwan meyakini gelombang gravitasi  lahir dari dua buah lubang hitam. Kemudian menjabarkan sebagai riak dalam lengkuangan ruang dan waktu. Mirip seperti riak air yang muncul di kolam saat Anda melempar kerikil.

Penelitian ini sekaligus menjadi proses penemuan dua buah lubang hitam yang menjadi satu. Lubang hitam itu kemudian diberi nama lubang hitam ‘biner’. (Binary, dalam hal ini, berarti ‘melibatkan dua hal).

Para ilmuwan berharap penemuan ini akan memberi tahu mereka lebih banyak tentang bagaimana bintang lahir,dan dan bagaimana mereka mati (orangtuaidaman.com)

Sumber: NASA

PLANET & BINTANG

error: Content is protected !!