BurungSATWA RUMAHAN

TIPS MEMBELI PERKUTUT

ADA BAIKNYA PELAJARI DULU KARAKTERNYA, SEBELUM HATI TERLALU KUAT TERTAMBAT PIKAT PERKUTUT.

Sering kali seorang pemula yang ingin membeli burung perkutut dibingungkan dengan bagaimana caranya memilih perkutut yang baik, agar dapat diterjunkan di arena konkurs.

Ketidak pahaman atas kriteria suara perkutut  yang baik, membuat mereka salah pilih, sehingga salah beli, membeli perkutut yang akan bermasalah di kemudian hari.

Begitu disayangkan, hal itu justru menjadi kesempatan emas bagi para oknum Peternak/Broker Perkututnakal menipu para pasien baru tersebut.

Menurut Andri (Andri Bird Farm), Peternak yang tinggal di bilangan Cimanggis Depok, mengungkapkan bahwa kebanyakan pemain perkutut memang lebih senang membeli burung piyikan (usia dibawah 5 bulan) dari pada yang telah cukup umur.

Selain harganya jauh lebih murah, membeli piyikan juga memiliki keasyikan tersendiri, meskipun juga ujian sekaligus tantangan bagi para pemiliknya. Apalagi bila piyik yang mereka beli mampu terus berprestasi hingga ke usia dewasa, tentu suatu berkah dan kebanggaan tersendiri bagi para pemiliknya.

Meskipun mereka sadar bahwa membeli piyikan besar resikonya  untuk berubah menjadi rusak atau menjadi lebih baik lagi, namun lagi-lagi unsur gamblingini justru menjadi piritan yang mendebarkan, yang tidak menyurutkan langkah untuk terus berburu piyikan bermasa depan cerah.

1.  Pilihlah  perkutut yang sehat, gerakannya lincah, tidak mengkerek (bulu badan agak merinding), tulang dada tidak runcing (kurus) dan bulu sayap tidak jatuh.

2.  Pastikan bunyi anggunan yang didengar berasal dari perkutut yang anda taksir. Perkutut yang baik memiliki mental yang baik agar berani fightbunyi di arena konkurs.

3.  Dalam menilai suara perkutut ada 6 komponen suara yang harus kita perhatikan dalam memilih perkutut yang baik, yaitu : Suara depan (angkatan), Suara tengah (tengah), Suara ujung (ujung), Irama, Air Suara, dan Latar. Sedangkan volume adalah adalah masalah selera dan trend.

Suara depan :
Bunyi yang mengawali suara anggunan perkutut, biasanya berbunyi Klau, Waoo, Kleo, Kliu dll. Hindari membeli perkutut yang suara depannya mengandung unsur r karena air suaranya dianggap kotor, biasanya terdengar Klar, Hur, Wur dll.

Bila  usia perkutut di bawah 4 bulan, hindari membeli yang suara depannya terlalu mewah, biasanya terdengar terlalunyelep. Karena sering kali di kemudian hari suara ujungnya berkurang atau bahkan patah.

Suara tengah :
Bunyi yang terdengar setelah anggunan suara depan, biasanya berbunyi ke te te, ke te ke te, te te te te, dll.

Banyaknya jumlah ketukan suara tengah menentukan tipe jalan perkutut, misalnya jalan engkel, sari, dobel, dobel plus atau tripel. 

Pilihlah perkutut yang suara tengahnya tebal-tebal, antar satu ketukan ke ketukan lain terdengar jelas dan tidak terkesan buru-buru (kurang slow). Memilih perkutut yang tengahnya terlalu kuat tekanannya, tengah terlalu tipis, atau ketukan tengahnya terlalu banyak dobel plus-tripel, terkadang memiliki konsekwensi tersendiri yang dapat berakibat suara tengah lari, suara tengah keserimpet, suara ujung kurang panjang atau patah dll.

Suara ujung :
Bunyi yang terdengar setelah suara tengah. Bunyi suara ujung berfungsi mengakhiri rangkaian anggunan suara perkutut. Biasanya berbunyi Kooong, Kung dan kuk.

Pilihlah yang suara ujungnya terdengar panjang mengalun (long kung), atau terdengar bulat berisi dan menggema, ibarat bunyi dengung dari gong yang dipukul (kung mbuka).

Hindari burung yang mengakhiri suara ujungnya seperti mobil mengerem mendadak, perkutut yang suara ujungnya panjang namun terdengar tipis dan tidak berisi juga terlalu riskan untuk dibeli.

Selain itu, hindari membeli perkutut yang suara ujungnya sering kali terdengar patah ngunci karena akan menyusahkan kita meraih nilai di arena konkurs.

Irama :
Liak liuk suara  perkutut dalam melantunkan anggunannya. Para Penggemar perkutut di Indonesia memiliki selera yang sedikit berbeda dengan Penggemar perkutut di negara-negara lain di kawasan ASEAN.

Di Indonesia, selain suara depan, suara tengah, suara ujung, air suara dan latar harus baik,  irama  yang merdu juga merupakan salah satu syarat penting yang harus dimiliki oleh seekor perkutut yang berkualitas baik, sedangkan di negara jiran kita, irama tidak terlalu menonjol, asalkan volume besar dan suara ujung panjang merupakan trend suara yang digemari di sana.

Air suara :
Kejernihan mutu suara perkutut. Perkutut yang baik memiliki air suara yang jernih dan kering, tidak kotor atau serak. Pada perkutut bervolume besar di atas 55 biasanya mutu air suaranya sedikit lembab dan hal tersebut merupakan ciri bawaan dari burung bervolume di atas 55 dan dapat ditolerir.

Latar suara :
Tinggi rendahnya nada suara (bukan besarnya volume) yang dihasilkan oleh seekor perkutut. Perkutut yang baik sebaiknya memiliki latar suara yang cowong (terdengar tembus hingga ke pinggiran lapangan).

Burung bervolume di atas 55 biasanya memiliki latar kurang cowong namun hal tersebut merupakan ciri bawaan dari burung bervolume di atas 55 dan dapat ditolerir. 

4. Bentuk tubuh burung (Katuranggan) yang baik juga dapat mencerminkan kwalitas  suara burung meskipun hingga kini keakuratannya masih sering dirahasiakan oleh banyak kalangan untuk berbagai kepentingan tertentu.

Yang pasti bentuk kepala Njambe nom, paruh Ngepel, badan bak Tuntut gedang, Supit urang harus senggang, corak batik di bulu yang teratur baik,buku jari kaki yang tertata baik, serta pegangan yang ngapas merupakan sejumlah kecil komponen di tubuh burung yang harus kita amati dalam memilih perkutut yang baik.

5. Silsilah garis keturunan merupakan faktor yang juga harus kita perhatikan dalam memilih burung, meskipun bukan bahan penilaian utama (yang paling utama adalah kwalitas suara burung) namun dapat menjadi bahan pertimbangan secara genetika apabila tiba saat burung untuk diternak.

Silsilah yang jelas dan trah darah yang bagus memudahkan kita dalam proses breeding untuk menghasilkan burung yang berkwalitas. Apalagi bila kita, dalam proses breeding menggunakan beberapa teori breeding  yang tokcer seperti inbreed, line breeding, back cross, yang secara ilmiah telah dipopulerkan oleh Mandel.

Meskipun demikian tips tersebut bukan jaminan mutu perkutut yang baik. Faktor lain turut menentukan. Misalnya faktor lucky (hoki), teknik perawatan yang tepat, serta kestabilan mutu suara secara genetika.

Akhirnya, ada baiknya kita belajar memahami perkutut terlebih dahulu, sebelum menekuni sebagai hobi atau bisnis (orangtuaidaman.com).


SERBA-SERBI BURUNG KELANGENAN

BURUNG KENARI: MENU SEHAT BAGI INDUK MENGERAM

BURUNG KENARI: MENU SEHAT BAGI INDUK MENGERAM

Teguh Jiwa BrataSep 6, 20232 min read

KUTERCUKUPAN ASUPAN PAKAN BERGIZI & KANDANG BERSIH MENJADI FAKTOR UTAMA BAYI KENARI MENETAS SEHAT PUN SELAMAT. Rata-rata, seekor induk kenari

BURUNG KENARI: TIPS JITU 7 MENIT MENJADI PENGHULU KENARI

BURUNG KENARI: TIPS JITU 7 MENIT MENJADI PENGHULU KENARI

Teguh Jiwa BrataSep 6, 20234 min read

TAK BUTUH WAKTU LAMA SUKSES MENJODOHKAN KENARI. CUKUP 7 MENIT MEMBACA TIPS INI LALU MENCOBANYA. Proses penjodohan burung kenari diawali

BURUNG KENARI: TIPS MEMASTER AGAR BERSUARA PATEN

BURUNG KENARI: TIPS MEMASTER AGAR BERSUARA PATEN

Teguh Jiwa BrataSep 6, 20234 min read

MESKIPUN SUDAH MAHIR BERNYANYI SEPERTI MASTER, NYANYIAN KENARI BISA KEMBALI KE SUARA ASLI. TAK INGIN SEPERTI ITU? KUY SIMAK TIPS

RITUAL KAWIN PERKUTUT BANGKOK: DARI NYANYIAN KUK KUK OWER, SAMPAI TARIAN EROTIS

RITUAL KAWIN PERKUTUT BANGKOK: DARI NYANYIAN KUK KUK OWER, SAMPAI TARIAN EROTIS

Teguh Jiwa BrataSep 4, 20234 min read

KUK KUK OWER… KUK KUK OWER… NYANYIAN PERKUTUT SAAT SUDAH BERJODOH. SEMBARI MENDENDANGKAN TARIAN EROTIS PERKAWINAN. Ritual perkawinan perkutut itu

KATURANGGAN PERKUTUT: TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KEBERUNTUNGAN PEMILIK

KATURANGGAN PERKUTUT: TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KEBERUNTUNGAN PEMILIK

Teguh Jiwa BrataSep 2, 20235 min read

JANGAN SALAH LAGI YA, KATURANGGAN ITU BERBEDA DENGAN CIRI MATHI. BIAR ENGGAK BINGUNG YUK DISIMAK… Katuranggan sering disalah artikan sebagai


error: Content is protected !!