YUK AJAK ANANDA PERIKSA GIGI! SEBELUM GIGINYA PARAH

ORANGTUA IDAMAN – Mencegah lebih baik daripada mengobati. Perawatan gigi secara teratur adalah bentuk pencegahan.

Selama ini, banyak anggapan keliru, pergi kedokter itu ketika mengalami permasalahan gigi atau setelah gigu dalam kondisi sakit dan rusak.

Padahal, di klinik gigi, dokter gigi akan membersihkan gigi, dan mengevaluasi risiko kerusakan gigi Ananda.

Apabila terjadi kerusakan gigi, dokter segera memberi tindakan untuk menghambat kerusakan, sehingga tidak semakin parah. Misalnya melakukan penambalan.

Pemeriksaan gigi termasuk tindakan rontgen gigi, serta prosedur diagnostik lainnya.

Dokter gigi akan memberikan advis soal pola makan, kebiasaan menjaga kebersihan mulut, memberi petunjuk cara menyikat gigi secara baik dan benar.

Mengapa harus periksa gigi?
Pemeriksaan gigi secara teratur membantu melindungi kesehatan mulut Ananda.

Memungkinkan dilakukannya deteksi dini gangguan gigi, selain itu, di klinik gigi, Anda dapat memperoleh tips merawat gigi secara baik dan benar dari dokter.

Kapan harus melakukan pemeriksaan gigi? Berbagai faktor menentukan seberapa sering Ananda perlu menjalani pemeriksaan gigi, termasuk usia, kesehatan, dan risiko kerusakan gigi.

Usia 6 bulan sampai 1 tahun.
American Academy of Pediatric Dentistry dan American Dental Association merekomendasikan penjadwalan pemeriksaan gigi pertama anak setelah gigi pertama tumbuh dan tidak lebih dari ulang tahun pertama. Pada saat itu, gigi dan gusi bayi diperiksa.

Balita, anak usia sekolah dan remaja.
American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan penjadwalan pemeriksaan gigi secara teratur, dengan interval paling setiap enam bulan.

Namun, dokter gigi bisa saja merekomendasikan  frekuensi kunjungan lebih sedikit atau lebih sering tergantung kondisi iesehatan mulut anak Anda.

Sebelum mengajak Ananda memeriksakan gigi, pertimbangkan soal kenyamanan. Pilih mana yang nyaman, mengunjungi dokter gigi keluarga atau ke dokter gigi anak.

Dokter gigi anak biasanya memiliki kantor dan peralatan ramah anak yang dirancang khusus untuk anak-anak.

Untuk membantu mempersiapkan anak Anda untuk pemeriksaan gigi:

Atur waktu kunjungan anak Anda secara cermat. Jadwalkan pemeriksaan gigi saat Ananda sedang bersantai. Dengan demikian anak bisa lebih mudah diajak bekerjasama, tidak merasa takut atau malah menangis.

Sugesti Positif
Disarankan menghindari kata-kata “sakit”, “sunt8kan” dan lain sebagainya. Beri tahu Ananda bahwa dokter gigu menggunakan alat khusus yang dapat membuat gigi menjadi sehat.

Sebaiknya tudak mengusahkan pengalaman negatif tentangbgigu yang Anda alami.

Dengarkan kekhawatiran Ananda tentang mengunjungi dokter gigi.

Berbagai tindakan yang dilakukan dokter gigi di antaranya yaitu:

1. Melakukan evaluasi kebersihan mulut Ananda dannkesehatan secara menyeluruh, kebiasaan munim dan makan, serta risiki kerusahan gigi yangbbisa dialami.

2. Membersihkan karang dan plak gigi menggunakan alat khusus.
3. Mendemonstrasikan dan memberi tips membersihkan gigu secara baik dan benar. Memberikan advis memilih produk kebersihan mulut.
4. Mendeteksi adanya luka atau benjolan di lidah, di bagian dalam pipi, dan langit-langit mulut. Dokter juga akan mengevaluasi dampak kebiasaan penggunaan dot dan kebiasaan mengisap jempol.

Hasil pemeriksaan, dokter gigi akan mendiskusikan kesehatan mulut anak Anda, kemungkinan kerusakan gigi yang dapat terjadi, dan masalah kesehatan mulut lainnya.

Dokter juga akan memberikan tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan dan melindungi kesehatan mulut anak Anda (orangtuaidaman.com)

error: Content is protected !!