KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN EVOLUSI

KEANEKARAGAMAN HAYATI PENTING UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN EKOSISTEM SERTA BERMANFAAT SEBAGAI SUMBER BAHAN PANGAN MANUSIA YANG KIAN BERTAMBAH.

Pemahaman evolusi tak terlepas dari keanekaragaman hayati sebagai salah satu akar penopangnya.

Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman pada berbagai tingkat, yaitu keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis, dan keanekaragaman tingkat ekosistem.

Keanekaragaman tingkat gen menimbulkan adanya variasi antara individu satu dengan lainnya yang masih dalam spesies sama.

Meskipun punya perangkat dasar penyusun yang sama, gen pada setiap individu memiliki susunan berbeda-beda tergantung dari induknya.

Adanya keanekaragaman susunan perangkat gen, menimbulkan keanekaragaman individu dalam satu spesies.

Keanekaragaman gen dalam satu spesies dapat memunculkan varietas-varietas baru yang terjadi secara alami atau secara buatan.

Keanekaragaman yang terjadi alami merupakan akibat pengaruh adaptasi terhadap lingkungan.

Sedangkan keanekaragaman yang terjadi secara buatan disebabkan oleh peristiwa hibridisasi, mutasi, atau rekayasa genetik.

Misalnya, keanekaragaman rambut manusia. Ada yang keriting, lurus, dan berombak. Contoh yang lainnya pada tumbuhan yaitu kelapa gading, kelapa hijau, kelapa kopyor.

Di bidang pertanian, keanekaragaman tingkat gen dimanfaatkan untuk menciptakan varietas baru yang memiliki sifat unggul. Misaknya, varietas tanaman yang berbuah banyak, berusia pendek, tahan hama penyakit, dan memiliki daya adaptasi yang luas.

Penemuan bibit unggul adalah salah satu bukti bentuk evolusi yang dengan mudah bisa kita saksikan.

Keanekaragaman tingkat jenis memperlihatkan adanya variasi bentuk, penampakan, frekuensi, dan sifat lainnya antara spesies yang satu dengan lainnya.

Contoh keanekaragaman tingkat jenis yaitu tanaman kenanga, sirsak, dan buah nona (sirkaya). Semua flora tersebut berada dalam famili yang sama, yaitu annonaceae, tetapi berbeda spesiesnya.

Tanaman kenanga, sirsak, dan buah nona memiliki kemampuan berinterasi dengan lingkungan yang berbeda-beda. Sehingga terbentuklah ekosistem yang berbeda-beda bagi masing-masing individu itu.

Hal inilah yang mendasari terbentujnya keanekaragaman tingkat ekosistem (orangtuaidaman.com).



KONSERVASI

PEMANASAN GLOBAL & WABAH DEMAM BERDARAH

PEMANASAN GLOBAL & WABAH DEMAM BERDARAH

Teguh Jiwa BrataAug 22, 20222 min read

PEMANASAN GLOBAL TERNYATA BERPOTENSI MEMPERBESAR RISIKO WABAH DEMAM BERDARAH. Curah meningkat akibat pemanasan global meciptakan kondisi lingkungan yang ideal bagi…

REVOLUSI SECARIK KERTAS

REVOLUSI SECARIK KERTAS

Teguh Jiwa BrataAug 16, 2022

AGAR TERCAPAI GREEN ECONOMY INDONESIA, LEMBAR SEJARAH BARU INDUSTRI KERTAS HARUS LEBIH MEMBERDAYAKAN, LESTARI, DAN MANUSIAWI. Ketika gelombang teknologi digital…

KULINER BURUNG PIPIT: BUDAYA, MITOS & NAFSU PRESTISIUS

KULINER BURUNG PIPIT: BUDAYA, MITOS & NAFSU PRESTISIUS

Teguh Jiwa BrataJul 13, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Tongseng, oseng-oseng, krengseng, dan satai emprit, hingga semur gelatik menawarkan 101 sensasi bagi penikmatnya. Sensasi semu itu…

KULTUR JARINGAN: CARA CEPAT MELESTARIKAN AMORPHOPALLUS

KULTUR JARINGAN: CARA CEPAT MELESTARIKAN AMORPHOPALLUS

Teguh Jiwa BrataDec 20, 2021

ORANGTUA IDAMAN- Berhasil didomesitaksikannya Amorphophallus Titanum di Taman Wisata Mekarsari nampaknya membuat para ahli di tempat tersebut semakin bersemangat terus…

KONSUMSI KOLABORATIF SMART FOOD CITY: MERAJUT JARING-JARING PANGAN KOTA DAN DESA

KONSUMSI KOLABORATIF SMART FOOD CITY: MERAJUT JARING-JARING PANGAN KOTA DAN DESA

Teguh Jiwa BrataMay 24, 2021

ORANGTUA IDAMAN – Problem sampah menjadi bukti usaha tani dan roda ekonomi tidak selaras dengan alam. Sampah makanan adalah sumber…

error: Content is protected !!