LAVA & MAGMA: INI PERBEDAANNYA

ORANGTUA IDAMAN- Magma dan lava keduanya berwujud batuan cair, mereka sama-sama bersumber dari aktivitas vulkanik.  Lantas, apa perbedaannya?

Sebelum menyimak perbedaan antara magma dengan lava,  yuk kita simak terlebih dulu komposisi bumi.

Komposisi Bumi
Pengetahuan dasar geologi mengungkapkan bahwa bagian dalam bumi itu sangat panas. Interior bumi itu terdiri dari logam cair,  mantel, dan kerak yang meliputi batuan silikat.  Hewan, tumbuhan, dan mahluk hidup darat hidup di atas kerak bumi yang sudah dingin. Begitu pula kehidupan laut, menutupi sebagian kerak bumi.

Lapisan Bumi

Semakin ke bagian dalam planet ini, baik tekanan maupun suhunya akan kian meningkat. Lapisan paling atas disebut crust (kerak bumi). Berketebalan 8 – 40 km. Di bawah kerak bumi terdapat lapisan berikutnya, yaitu mantel.

Mantel bumi berketebalan sekitar 2.890 km. Terdiri dari batuan silikat yang kaya besi dan magnesium.  Meskipun padat, suhu yang tinggi di bagian dalamnya menyebabkan terbentuknya kantung berisi batuan cair pijar.

Batuan silikat itu tidak padat, sehingga bersifat dapat mengalir, meskipun alirannya lambat.  Pada suatu waktu, lapisan ini dapat menerobos ke permukaan bumi akibat dorongan kekuatan geologi. Salah satu kekuatan geologi itu adalah aktivitas tektonik.

Permukaan bumi adalah kerak bumi yang dingin. Berwujud kaku dan pecah-pecah menjadi beberapa bagian.  Lapisan ini disebut lempeng tektonik.  Lempeng ini mengapung di atas inti bumi (magma) yang berwujud cair, panas, dan selalu bergerak. Sehingga lempeng-lempeng tersebut bergerak. 

Titik pertemuan gerakan dua lempeng yang saling bertemu (bertabrakan) dikenal sebagai batas konvergen.  Sebaliknya, titik terjadinya proses saling tarik-menarik dua buah lempeng tektonik disebut sebagai batas divergen. 

Interaksi antara lempeng-lempeng ini menghasilkan aktivitas vulkanik. Salah satu contohnya yaitu Cincin  Api Pasifik. Akibat lainnya yaitu munculnya gunung berapi. Saat lempeng tektonik bergerak,  dasar laut akan tersubduksi.  Ujung dari satu lempeng mendorong ke bawah lempeng lainnya.  Pada saat yang sama, material mantel akan mendorong keatas, memaksa batuan cair menyembur ke permukaan bumi.

Magma
Lava maupun magma adalah hasil dari batuan yang dipanaskan sehingga menjadi berwujud cair. Perbedaan antara magma dan lava terletak pada lokasinya. Ketika batuan cair itu masih berada di dalam bumi, dikenal sebagai magma.

Magma berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti “sabun kental” (kata yang digunakan untuk menggambarkan zat kental yang digunakan untuk melumasi).

Disebut magma jika masih berada di dalam perut bumi. Disebut lava ketika sudah dimuntahkan di permukaan bumi.

Magma terdiri dari batuan cair atau semi-cair, volatil, padatan (kadangkala berwujud kristal) yang ditemukan di bawah permukaan bumi.  Batuan pijar ini biasanya terkumpul di dapur magma di bawah gunung berapi.  Atau, mengeras di bawah tanah membentuk intrusi.

Saat berkumpul di bawah gunung berapi,  cairan batuan pijar ini kemudian dapat disuntikkan ke celah-celah batu, atau keluar dari gunung berapi saat meletus.  Suhu magma berkisar antara 600° C sampai 1.600° C.

Selain di bumi, magma juga terdapat di planet lain di tata surya kita. Yaitu Merkurius,  Venus,  dan Mars. Beberapa bulan juga memiliki magma.  Bulan Bumi dan Bulan Yupiter. Iosebagai bulan Yupiter mampu menyemburkan lava sejauh 500km (300 mil) ke luar angkasa.

Lava
Magma yang keluar dari perut bumi dan sudah berada di permukaan bumi disebut lava. Ada beberapa jenis lava yang dibedakan berdasarkan ketebalan dan viskositasnya (kekentalan). Lava tertipis dapat mengalir sejauh beberapa kilometer (sehingga menciptakan lereng yang landai), lava yang lebih tebal akan menumpuk di sekitar lubang vulkanik dan hampir tidak mengalir sama sekali.

Lava paling tebal bahkan tidak mengalir, dan hanya menyumbat tenggorokan gunung berapi, yang dalam beberapa kasus menyebabkan ledakan hebat.

Setelah aliran berhenti bergerak, lava memadat membentuk batuan beku. Meskipun lava bisa mencapai 100.000 kali lebih kental daripada air, lava dapat mengalir dalam jarak yang jauh sebelum mendingin dan mengeras.

Kata “lava” berasal dari bahasa Latin “labes” yang berarti “jatuh” atau “menggelincir”. Kata “lava” pertamakali diungkapkan oleh Franscesco Serao pengamat Gunung Vesuvius yang aktif pada kisaran 14 Mei – 4 Juni  1737.

Serao menggambarkan “aliran lava berapi-api” sebagai analogi dengan aliran air dan lumpur menuruni sisi gunung berapi setelah hujan lebat.

Nah, itulah perbedaan antara magma dan lava.

Sumber: Universe Today.

ARTIKEL LAIN TENTANG BUMI

error: Content is protected !!