INGIN ANANDA SUKSES BELAJAR? MANAJEMEN WAKTU YANG CERMAT KUNCINYA

ORANGTUA IDAMAN – Harapan sukses belajar acap kali kandas gara-gara kegagalan menyusun perencanaan yang realistis dan ketidakmampuan menetapkan rutinitas pendukung kesuksesan akademis.

Waktu adalah karunia. Semua orang  diberi waktu sama. Dalam 1 hari ada 24 jam. Namun realita membuktikan, tak semua orang bisa memanfaatkan waktu secara baik. Itulah sebabnya ada orang sukses dan ada juga orang gagal.

Agar dapat meraih kesuksesan belajar, Anda harus dibimbing cermat mengatur waktu belajar setiap hari, minggu, dan semester.

Berikut ini strategi mengelola waktu belajar yang bisa diterapkan:

Beberapa sekolah menyediakan kalender pendidikan. Sehingga siswa di sekolah tersebut tak perlu menyusun kalender  belajar sendiri. Namun, tak sedikit pula sekolah yang tidak membuatkan kalender belajar bagi siswanya.

Jika sekolah tak menyediakan kalender pendidikan, tak perlu khawatir, kalender seperti itu bisa disusun sendiri. Bahkan malah bisa dibuat lebih lengkap sesuai jadwal perencanaan belajar.

1. Menyiapkan Kalender Semester
Kalender semester memuat berbagai kegiatan dalam setiap semester. Kalender semester yang dibuat oleh sekokah hanya mencakup jadwal pelaksanaan tes, kegiatan sekolah, dan ekstra. kurikuler.

Berbekal kalender semester dari sekolah, Ananda dapat memodifikasi dan merancang kalemder semester sendiri. Disesuaikan dengan agenda belajar pribadi yang dilakukan dalam setiap semester.

Kalender semester memuat target-target jangka panjang. Menjadi kerangka dan acuan saat merancang kalender mingguan. Berikutnya, kalender mingguan menjadi kerangka dan acuan menyusun kalender harian.

Kalender yang dibuat harus memuat berbagai hal. Di antaranya yaitu: penanggalan pelaksanaan tes, berbagai kegiatan sekolah, kegiatan di luar sekolah dan ekstra kurikuler, dan tugas dengan jatuh temponya.

2. Menyusun Jadwal Mingguan
Jadwal mingguan berbeda dengan jadwal semester. Jadwal mingguan disusun di awal minggu. Harus diperbarui setiap minggu. Disesuaikan dengan kegiatan atau penugasan baru yang muncul.

Berikut tips yang bisa dilakukan untuk merancang jadwal belajar mingguan:

Semua mata pelajaran dalam setiap minggu ditulis dalam kalender. Sesuai dengan hari dan tanggalnya.

Simak kalender semester. Berbagai item tuliskan dalam kalender mingguan. Misalnya: tugas, tes, dan acara.

Jangan lupa menyimak dan memeriksa kembali catatan. Pastikan semua pekerjaan rumah (PR) telah dimasukkan ke dalam jadwal belajar mingguan. Atur jadwal penggarapan PR dan pastikan deadlinenya.

Tambahkan kegiatan di luar sekolah dan ekstrakurikuler ke dalam jadwal mingguan (minggu mendatang).

Catat hari dan waktu setiap rencana penggarapan tugas, jadwal belajar, dan belajar kelompok. Jadwal pelaksanaan dapat dilakukan pada malam hari, sepulang sekolah, atau selama sekolah.

3. Merancang Jadwal Harian
Seringkali, jadwal mingguan tak mampu membuat Ananda konsisten belajar. Oleh karena itu dibutuhkan jadwal belajar harian.

Jadwal belajar harian juga memungkinkan proses belajar dapat dilaksanakan secara fleksibel. Ketika secara mendadak kerap membuat Ananda harus mengubah jadwal yang sudah di susun. Nah, berbekal jadwal harian, prograb belajar bisa diubah dengan tetap menjaga komitmen dan konsistensi pelaksanaannya.

Setiap malam, jadwal harian untuk hari berikutnya disusun. Tandai dengan centang di sebelah stiap item yang sudah dilaksanakan dan diselesaikan.

Berbagai hal harus diperhatikan selama mengelola waktu pembelajaran agar efektif. Segala sesuatu sebaiknya dimulai dari gambaran umuam kemudian dikerjakan sampai ke bagian detilnya.

Kelender akademik disusun agar memberikan arahan dan panduan untuk mencapai dan mewujudkan rencana besar Ananda. Jadwal harian dan mingguan memberi detil yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh item yang terdapat dalam kalender semester.

Poin Penting Lainnya

Prioritas Tugas
Semakin tinggi jenjang pendidikan, kian banyak pelajaran, tugas, acara dan kegiatan yang harus dilakukan. Pada saat tersbut, dibutuhkan oengaturan prioritas penggarapan.

Skala prioritas dapat diurutkan sebagai berikut: tugas atau pelajaran dilakukan dari yang paling penting atau yang paling sulit lebih dulu. Mengapa demikian? Sebab pelajaran dan tugas yang paling suli butuh banyak energi.

Dengan demikian, tugas sulit tersebut dapat dilakukan pada saat Anda masih segar dan memiliki banyak energi.

Menemukan Tempat Belajar
Tetapkan tempat balajar. Gunakan tempat tersebut setiap kali belajar. Sehingga, Ananda tak membuang-muang waktu untuk mencari tempat setiap kali akan belajar.

Pilih tempat yang bebas gangguan. Sehungga Ananda dapat berkonsentrasi secara baik.

Ketika jenuh menghampiri, berganti tempat belajar diperbolehkan. Namun, sebaiknya tidak terlalu sering bergati-ganti tempat belajar.

Membuat Jam Wajib Belajar
Tempat belajar saja tidak cukup, Ananda juga harus punya jam khusus untuk belajar, yang memungkinkan Ananda fokus kepada kegiatan belajar.

Idealnya, jam wajib belajar berlangsung sekitar 40 – 50 menit. Namun dapat juga dimungkinkan lebih lama dari kisaran waktu tersebut. Panjang atau pendeknya durasi belajar disesuaikan dengan subyek atau matanpelajaran dan kemampuan fokus.

Beristirahat ketika lelah, dan sekadar menikmati camilan untuk membuang lelahnutu tak dilarang. Namunpastikan agar Ananda kembali berkonsentrasi belaja setelah beristirahat.

Utamakan Tugas Sekolah (PR)
Tidak menunda penggarapan tugas rumah. Padahal, semakinnditunda, Ananda akan semakin kehilangan semangat. Selain itu, memungkinkan Ananda melupakannya.

Disarankan menyelesaikan tugas rumah terlebih dulu, dan menunda kegiatan lain yangbsifatnya tidak penting.

Cara seperti ini dapat membuat Ananda tetap berada di jalur dan fokus.

Bantuan Orang Lain
Ketika Ananda mulai duduk di bangku sekolah menengah pertama, sekolah memengah atas, kemudinndi perguruan tinggi, bantuan, keahlian, dan pengetahuannorang lain sangat dibutuhkan untuk membantu proses pembelajaran.

Teman-teman cerdas, tutor, kelompok belajar, dan internet bantuannya sangat dibutuhkan. Terutama untuk memecahkan dan memahami pelajaran yang kompleks dan sulit.

Bergabung dengan Kelompok Belajar
Kelompok belajar itu sangat membantu. Dengan ikut bergabung dengan kelompok belajar, Ananda dapat memahami, meneliti, dan mempelajari berbagai topik secara cepat.

Beristirahat Cukup & Disiplin Berolahraga
Proses belajar berjalan efektif dan efisien jika stamina dalam kondisi baik. Oleh karena itu dibutuhkan menu makanan sehat dan bergizi, disiplin berolahraga dan cukup beristirahat.

Kondisi stamina yang bugar memungkinkan Ananda dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Luwes
Hambatan tak terduga kerap muncul. Realita kerap terjadi tak sesuai dengan rencana. Ketika Ananda menghadapi kondisi tersebut, pastikan agar ia kembali ke jalur awal sesegera mungkin. Pertahnkan jadwal bulanan, mingguan, dan harian yangbsudah dirancang (orangtuaidaman.com)

SIMAK JUGA ARTIKEL MENARIK INI!

error: Content is protected !!