RM SIMPANG RAWI: SUP DAGING & REMPEYEK UDANG CITARASA SUNDA

YANG ISTIMEWA, SUP DAGING DAN REMPEYEK UDANG, TETAP DIPERTAHANKAN SEJAK BERDIRI PADA 1982 HINGGA KINI

Rumah Makan (R.M.) Simpang Rawi sangat tepat untuk menjadi pilihan menikmati masakan dengan citarasa Sunda asli.

Dari luar, rumah makan ini terlihat sederhana. Papan namanya dibuatkan oleh perusahaan rokok dengan tulisan nama rumah makan kecil. Di dalam, meja-kursinya terbuat dari kayu, bentuknya biasa. Di  meja tanpa taplak tersaji beragam lauk siap santap. Diwadahi piring atau mangkuk berbahan melamin warna-warni.

Sunda banget! Yang tampak sedikit wah hanyalah sebuah pesawat TV LCD 32 inci pada salah satu sudut ruangan. Itulah R.M. Simpang Rawi yang berada tak jauh dari pertigaan Gadog, Ciawi, Bogor.

Namun, Anda bakal kaget bila menilik sisi bisnis. Pada hari-hari biasa, 300 – 500 orang mengunjungi rumah makan ini. Pada hari Sabtu dan

Minggu, konsumennya meningkat dua kali lipat. “Kalau pada hari biasa, pengunjung umumnya para karyawan, sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan libur umumnya keluarga,” jelas H. Dede Suminta Makmur (33 tahun), pengelola R.M. Simpang Rawi.

Menurut Dede, dari penghasilan mengelola rumah makannya, ia sudah bisa membiayai hidup keluarganya (dengan dua orang anak) serta keluarga kakak dan adik perempuannya. Selain itu, hasil dari usaha rumah makan ini ia sudah mampu membiayai perjalanan haji atau pembelian rumah karyawan yang telah mencapai masa kerja tertentu.

Rumah pun “Dikorbankan”
Menurut Dede, rumah makan yang ia kelola berdiri pada 1982. Waktu itu, ayah-ibunya, H. Makmur dan Hj. Khodijah, membuka warung makan untuk melayani pekerja proyek pembangunan jalan tol Jagorawi.

Warung itu dibuat di depan rumah mereka dengan kapasitas hanya tujuh orang. Menu utamanya sup daging dan rempeyek udang, serta menu tambahan berupa bakso dan gado-gado. Karena enak, warung makan itu lumayan ramai pengunjung.

Mulai 1990, dengan penuh ketekunan, kesabaran, dan menggunakan kemampuan yang ada, H. Makmur dan Hj. Khodijah memperluas warung makan dan mengembangkan usaha mereka. Jenis masakan yang disajikan ditambah. “Step by step-lah,” ujar Dede.

Bahkan, rumah tempat tinggal mereka pun akhirnya “dikorbankan” untuk memperbesar kapasitas warung. Tenaga karyawan juga mulai dilibatkan pula untuk membantu melayani pengunjung dan memasak. Kini warung makan kecil itu sudah menjadi sebuah rumah makan.

Dede mulai dilibatkan sejak ia bersekolah di SMP.  Setelah H. Makmur meninggal dunia pada tahun 2000, pria yang pernah mencicipi bangku kuliah selama enam semester ini meneruskan roda usaha bersama ibunya.

Setelah, Hj. Khodijah meninggal dunia pada 2011, secara penuh rumah makan dikelola oleh tiga orang anakya. Dede bertanggung jawab melayani tamu dan mengelola keuangan, sementara kakak dan adik perempuannya bertanggungjawab terhadap urusan memasak di dapur.

Saat ini R.M. Simpang Rawi memiliki luas sekitar 240 m2 dan mampu menampung pengunjung sebanyak 200 orang. Jenis sajiannya pun semakin banyak. Tak kurang dari 20 jenis lauk tersedia di rumah makan ini. Dari tempe goreng, semur jengkol, sayur cabai hijau, sayur genjer, sambal goreng teri, pepes oncom, pepes tahu, pepes jamur, ikan emas goreng, ayam goreng, hingga gurame goreng.

Berbagai jenis sup dan sayur asam juga tersedia. “Pada hari Sabtu dan Minggu biasanya ada karedok dan urap,” ungkap Dede. Bahkan, masakan pemulanya, sup daging dan rempeyek udang, tetap disajikan hingga saat ini. Dari semua lauk itu, “Yang paling favorit sambal goreng teri, pepes ikan mas, dan sup buntut,” tambahnya.

Selain lauk yang perlu disajikan dalam kondisi hangat, seperti sup daging, sup ayam, sup buntut, sup kaki, dan sayur asam, sebagian besar lauk di rumah makan ini disajikan di meja rumah makan. Anda tinggal memilih lauk yang Anda kehendaki, dan memindahkannya ke piring makan Anda.

Bila menghendaki sup atau sayur asam, Anda tinggal memesannya. Lauk berkuah ini akan disajikan dalam keadaan panas. “Bila dikehendaki, lauk di meja juga bisa dipanasi,” tambah Dede.

Harga yang dibandrol untuk setiap masakan tidak mahal. Untuk satu kali makan Anda cukup menyiapkan uang sekitar Rp 25.000 – 50.000,-. Kisaran harga per porsi ini tergantung pada jenis dan banyaknya lauk yang dipilih.

Di rumah makan ini terdapat 15 orang pramusaji yang selalu melayani tamu yang datang. Sementara, untuk menyiapkan masakan, rumah makan ini mempekerjakan 10 orang juru masak, sebagian besar merupakan didikan Hj. Khodijah.

Kombinasi citarasa khas Sunda yang kental dan harga yang pas di kantung membuat R.M. Simpang Rawi selalu ramai didatangi pengunjung. Pengunjung tersebut tidak terbatas pada pegawai kantor pemerintah dan swasta di Kota dan Kabupaten Bogor atau warga Bogor,  melainkan juga tokoh nasional. 

Di antaranya Harmoko (mantan Ketua MPR/DPR RI dan Menteri Penerangan RI), Yusuf Anwar (mantan Menteri Keuangan RI), Jusuf Manggabarani (mantan Wakil Kepala Kepolisian RI), Roy Marten, Taufik Savalas (Alm.), Aji Masaid (Alm.), Pasha (vokalis Ungu), Jaja Miharja, Gading Marten.

Anda penasaran? Silakan meluncur ke kawawan Gadog, Ciawi, Bogor (orangtuaidaman.com)

DISINI LOKASINYA (Klik gambar)

INFO RESTO:

R.M. SIMPANG RAWI
Jln. Raya Puncak (Ciawi – Gadog) No. 442, Gadog, Ciawi, Bogor
Telp: 0251-8240509
Buka: Sabtu – Kamis, pukul 07.00 – 20.00 WIB
Libur: Jumat


SIMAK JUGA ANEKA KULINER INI

KISAH TERCIPTANYA BATAGOR

KISAH TERCIPTANYA BATAGOR

Teguh Jiwa BrataAug 6, 20221 min read

ORANGTUA IDAMAN – Batagor ‘lahir’ di Bandung. Batagor…

KOPI JAWA: DIGORENG DALAM SEJARAH PERBUDAKAN

KOPI JAWA: DIGORENG DALAM SEJARAH PERBUDAKAN

Teguh Jiwa BrataJul 29, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Di balik meriah warung kopi…

KULINER BURUNG PIPIT: BUDAYA, MITOS & NAFSU PRESTISIUS

KULINER BURUNG PIPIT: BUDAYA, MITOS & NAFSU PRESTISIUS

Teguh Jiwa BrataJul 13, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Tongseng, oseng-oseng, krengseng, dan satai…

Load More

LOST IN INDONESIA

TELUK AWUR: PESISIR MOLEK YANG PERNAH ANGKER

TELUK AWUR: PESISIR MOLEK YANG PERNAH ANGKER

Teguh Jiwa BrataSep 18, 20222 min read

TELUK AWUR KINI TAK SERAM LAGI. GIAT BERSOLEK, MEMBUAT PANTAI PERAWAN ITU KIAN RUPAWAN. Dulu, tak sedikit orang Jepara percaya…

RM SIMPANG RAWI: SUP DAGING & REMPEYEK UDANG CITARASA SUNDA

RM SIMPANG RAWI: SUP DAGING & REMPEYEK UDANG CITARASA SUNDA

Teguh Jiwa BrataSep 3, 2022

YANG ISTIMEWA, SUP DAGING DAN REMPEYEK UDANG, TETAP DIPERTAHANKAN SEJAK BERDIRI PADA 1982 HINGGA KINI Rumah Makan (R.M.) Simpang Rawi…

ASAL USUL DAN EVOLUSI AKSARA JAWA

ASAL USUL DAN EVOLUSI AKSARA JAWA

Teguh Jiwa BrataAug 19, 2022

RAGAM HURUF YANG BERKEMBANG DI ASIA TENGGARA ADALAH KETURUNAN AKSARA PALAWA DARI INDIA SELATAN. Aksara-aksara itu merupakan aksara silabis, turunan…

MULTIKULTURALISME GEREJA HATI KUDUS GANJURAN

MULTIKULTURALISME GEREJA HATI KUDUS GANJURAN

Teguh Jiwa BrataAug 18, 2022

BUDAYA HINDU, JAWA, DAN EROPA TERANGKUM DI DALAMNYA. Gereja Ganjuran dibangun oleh dua orang bersaudara pengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro,…

KERATON RATU BOKO: BUKTI KERUKUNAN BERAGAMA MASA KUNO

KERATON RATU BOKO: BUKTI KERUKUNAN BERAGAMA MASA KUNO

Teguh Jiwa BrataAug 18, 2022

DIBANGUN OLEH RAKAI PANANGKARAN SEBAGAI TEMPAT MENYEPI ATAU BERMEDITASI. PERTAPAAN INI DIBERI NAMA ABHYAGIRI VIHARA. Dilengkapi pendopo dan gua tempat…

error: Content is protected !!