KEDAI KOPI KIM TENG: SEPOTONG ROTI BERJODOH SECANGKIR KOPI RACIKAN PATRIOT BANGSA

ORANGTUA IDAMAN – Kisah perjalana ke Kota Pekanbaru tak lengkap tanpa cerita harum Kedai Kopi Kim Teng.

Uap kopi panas itu mengepul-ngepul dari dalam cangkir. Menebarkan aroma harum semerbak. Membujuk sang pemesan bergegas menyecap kopi unggulan seduhan Kedai Kopi Kim Teng.

Lalu, tak lama setelah kopi hadir di meja, sekerat roti sari kaya (srikaya) lapis dua datang dengan selai terlihat meleleh. Bersanding cangkir berisi seduhan biji Kopi Robusta itu.

Tapi, tunggu dulu! Masih ada suguhan penambah nikmat kopi yang sudah dipesan.

Nikmatnya Kemerdekaan
Nikmat kemerdekaan yang kita reguk saat ini tak lepas dari jasa para pejuang, salah satunya adalah Kim Teng.

Harum jasa Kim Teng merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia menambah asyik minum kopi.

Kim Teng, adalah nama pemilik kedai kopi itu. Ia lahir pada Bulan Maret 1921.

Di bawah komando R. A Priodipuro, dan komandan perang Kapten Syarief Syamsudin, Kim Teng bergabung dalam pasukan intelijen.

Jiwa patriot dan semangat nasionalismenya berhasil mementahkan pendapat bahwa kaum Tionghoa hanya menumpang di Indonesia.

Saat itu, Kim Teng masih berusia 25 tahun. Ia mengemban tugas mengatur siasat perang dan perbekalan.

Tak jarang ia berhasil menyelundupkan senjata dari Singapura ke Pekanbaru. Tugas berbahaya lain yang diakrapi Kim Teng yaitu menjadi informan pencari lokasi patroli kapal-kapal Belanda.

Wajah Tionghoa, gaya pedagang, dan perangai yang tenang membuat Belanda tak menaruh curiga kepada sosok Kim Teng.

Setelah penjajah hengkang dari Nusantara, Kim Teng tetap berjuang. Kali ini perjuangan yang harus dihadapi berbeda.

Situasi perekonomian Indonesia yang belum kondusif memaksa Kim Teng berjuang meraih kesejahteraan hidup.

Pada tahun 1950, Ia mengikuti jejak kaki Kakaknya, membuka kedai kopi bernama Kedai Kopi Yu Hun. Warung kopi itu berlokasi di Jl Sago, Pekanbaru.

Pada tahun 1955, Kedai Kopi Yu Hun pindah ke tepi Sungai Siak. Berganti nama menjadi “Kedai Kopi Nirmala”.

Pada tanggal 13 Januari 2002, kedai kopi itu berpindah lokasi lagi di Jl. Senapelan. Di tempat itu kedai kopi ini lebih dikenal sebagai Kedai Kopi Kim Teng.

Kim Teng wafat pada 6 Mei 2003 di Pekanbaru, setahun setelah berpindah ke kedai yang baru. Dimakamkan di Pekuburan Warga Tionghoa, Rumbai. Melalui upacara militer.

Suguhkan Kopi Pilihan
Sekarang, usaha kopi itu diwarisi oleh cucu Kim Teng bernama A. Mulyadi Tenggana (26 Juli 1974).

Menurut Mulyadi, rasa segar nikmat kopi di kedainya berasal dari biji kopi Robusta pilihan. Ia mendatangkan kopi itu dari Sungai Penuh, Jambi.

Sebelum di roasting, biji-biji kopi itu disortir terlebih dulu. “Kami tidak melakukan screaning kopi menurut ukuran. Kami membersihkan kopi dari ranting dan membuang kopi busuk dan kotoran lain”, papar Mulyadi.

Kopi Robusta dari Sungai Penuh memiliki karakter khas, cita rasa pahit dengan aroma harum khas.

Awalnya, menu asli Kim Teng hanyalah jus, kopi, dan roti. Jadi, ketika Anda berkunjung kesana, ketiga menu tersebutlah yang menjadi sajian khasnya.

Namun, saat ini beragam menu lain disajikan. Di antaranya yaitu: mie ayam pangsit, mie goreng kuning, bubur ayam cakwe, tahu sefood, tahu medan, soto, lumpia udang, mie ayam jamur, dimsum, nasi goreng sebelah, satai ayam kuah kacang, dan  otak-otak.

Kopinya pun kini telah berevolusi menjadi berneka varian. Tak hanya menyuguhkan kopi kelas berat kesukaan orang Pekanbaru.

Varian kopi yang disajikan yaitu  es kopi susu, dan kopi ginseng. Bagi yang tak menyukai kopi, Anda juga bisa memesan teh susu atau teh telur.

Harum dan segarnya kopi Kim Teng beserta aneka sajiannya bisa dinikmati setiap hari kerja pukul 06.30-17.00 WIB. Sementara pada hari libur, Kedai Kopi  Kim Teng beroperasi pukul 06.30-12.00 WIB.

Melancong ke Pekanbaru? Jangan lupa cicipi Kopi Kim Teng (orangtuaidaman.com).

INFO RESTO

Kedai Kopi Kimteng
Alamat: Jalan Senapelan No 22 A-B-C, Kampung Bandar, Senapelan, Pekanbaru City, Riau 28153.
Telp: (0761) 853300

DISINI LOKASINYA: Klik gambar

SIMAK JUGA ANEKA KULINER INI

KISAH TERCIPTANYA BATAGOR

KISAH TERCIPTANYA BATAGOR

Teguh Jiwa BrataAug 6, 20221 min read

ORANGTUA IDAMAN – Batagor ‘lahir’ di Bandung. Batagor…

KOPI JAWA: DIGORENG DALAM SEJARAH PERBUDAKAN

KOPI JAWA: DIGORENG DALAM SEJARAH PERBUDAKAN

Teguh Jiwa BrataJul 29, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Di balik meriah warung kopi…

KULINER BURUNG PIPIT: BUDAYA, MITOS & NAFSU PRESTISIUS

KULINER BURUNG PIPIT: BUDAYA, MITOS & NAFSU PRESTISIUS

Teguh Jiwa BrataJul 13, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Tongseng, oseng-oseng, krengseng, dan satai…

Load More

SIMAK PULA ANEKA LOKA WISATA MENARIK INI

PANTAI AKARTINI BERSOLEK: KIAN MOLEK TAK MENJEMUKAN

PANTAI AKARTINI BERSOLEK: KIAN MOLEK TAK MENJEMUKAN

Teguh Jiwa BrataAug 4, 20223 min read

ORANGTUA IDAMAN – Pantai Kartini kian rupawan. Tak lagi tampil ala kadarnya bermodal kedai-kedai seafood, mi gelas dan Kura-kura Ocean…

BUKAN KLEIN SCHEVENINGEN KECIL: TIRTA SAMUDERA TETAP KHAS TANPA DIBANDINGKAN

BUKAN KLEIN SCHEVENINGEN KECIL: TIRTA SAMUDERA TETAP KHAS TANPA DIBANDINGKAN

Teguh Jiwa BrataAug 3, 2022

ORANGTUA IDAMAN – R. A. Kartini pernah berkata, Pantai Tirta Samudera adalah Pantai Klein Scheveningen Kecil. Konon, pantai ini adalah…

PULAU SEBESI: ZAMRUD TERSEMBUNYI DI SELAT SUNDA

PULAU SEBESI: ZAMRUD TERSEMBUNYI DI SELAT SUNDA

Teguh Jiwa BrataJun 29, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Tak sekadar menyandang kemolekan bentang alam. Pulau Sebesi pernah kaya serta memendam segudang potensi. Pagi itu awal…

WARUNG KOPI JEMBATAN SOMOSARI: MANDI DI KALI BERSAMA SECANGKIR KOPI

WARUNG KOPI JEMBATAN SOMOSARI: MANDI DI KALI BERSAMA SECANGKIR KOPI

Teguh Jiwa BrataJun 25, 2022

ORANGTUA IDAMAN – Sepotong ‘surga’, kudapan sederhana, bersanding secangkir kopi tersaji disini. Bening embun, sejuk air sungai, sawah hijau bak…

MONUMEN YESUS MEMBERKATI: MARILAH KEPADAKU, SEMUA YANG LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT…

MONUMEN YESUS MEMBERKATI: MARILAH KEPADAKU, SEMUA YANG LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT…

Teguh Jiwa BrataJun 22, 2022

ORANGTUA IDAMAN –  “Suatu kerinduan besar bagi kami untuk melihat, manjamah dan merasakan panggilan Yesus” sepotong kalimat yang mengilhami Dr.…

error: Content is protected !!