BUNDA, INI ATURAN SCREEN TIME BAGI ANAK MENURUT WHO

ORANGTUA IDAMAN – Sedikit duduk banyak bermain dan berktifitas fisik, itulah yang membuat anak sehat. Bunda berikut jatah screen time, tidur, dan aktivitas fisik yang harus dipatuhi menurut standar WHO.

Saat ini, banyak anak menghabiskan waktu tumbuhnya di depan layar gadget. Tak jarang anak terlena berkawan dengan gadget hingga larut malam. Akibatnya mereka tidak cukup porsi beristirahat. Kesempatan beraktifitas fisik pun menjadi dilupakan.

Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, “Agar kesehatan sepanjang usia bisa dicapai, berarti upaya terbaik untuk kesehatan harus dialukan sejak awal kehidupan”.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Pada apusia awal anak, periode perkembangan berlangsung pesat. Pada wakti itu pula pola gaya hidup yang baik dalam keluarga dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan”.

Para ahli di WHO meneliti dampak kurangnya waktu tidur terhadap anak berusia di bawah 5 tahun. Riset itu juga menemukan bukti manfaat peningkatan aktivitas fisik anak.

Dr Fiona Bull, manajer program untuk pengawasan dan populasi- pencegahan penyakit tidak menular berbasis WHO mengatakan, “Meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi waktu duduk, memastikan kualitas tidur pada anak kecil dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, kesejahteraan, membantu mencegah obesitas, dan penyakit ikutan di kemudian hari”.

Penelitian membuktikan bahwa porsi aktivitas fisik yang kurang memicu 5 jutan kematian setiap tahun pada semua kelompok usia. Padahal, saat ini lebih dari 23% orang dewasa dan 80% remaja tidak cukup melakukan aktivitas fisik.

Kebiasaan hidup sehat seharusnya dibiasakan sejak usia dini. Anak dilibatkan dalam jadwal harian yang teratur. Diharapkan, penjadwalan seperti itu dapat membentuk rutinitas dan kebiasaan disiplin dalam diri anak.

Sementara itu, Dr Juana Willumsen dari WHO spesialis obesitas dan aktivitas fisik anak-anak mengatakan, “Yang benar-benar harus kita lakukan yaitu menghadirkan permainan untuk anak-anak”.

Hal tersebut dapat mengalokasikan waktu yang sebelumnya banyak habiskan untuk kebiasaan sedentary (kebiasaan duduk) menjadi digunakan untuk bermain, dan tetap menjaga jatah jam tidur,” imbuhnya.

Pola aktivitas selama 24 jam secara keseluruhan adalah kuncinya. Menggantikan screen time yang terlalu lama dengan aktifitas fisik atau permainan yang lebih aktif. Selain itu, Ananda seharusnya memperoleh jatauh tidur yang cukup dan berkualitas.

Dibutuhkannpula jade waktu yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan interaktif non-layar bersama orangtua. Misalnya membaca, mendongeng, menyanyi, dan teka-teki. Hal-hal itu sangat penting sebagai pendukung perkembangan anak.

Commission on Ending Childhooh Obesity memberikan pedoman yang jelas tentang aktivitas fisik, perilaku yang teratur, dan pentingnya istirahan dan tidur berkualitas yang cukup bagi anak. Hal tersebut berdampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental.

Berikut adalah rekomendasi yang dianjurkan agar prkembangan motorik dan kognitif anak berkembang.

1. Bayi Berusia Kurang dari 1 Tahun
Dianjurkan melakukan aktifitas fisik beberapa kali dalam berbagai cara, terutama melakukan permainan interaktif berbasis lantai. Aktifitas ini lebih sering lebih baik.

Bagi bayi yang belum dapat merangkak, aktivitas fisik dalam posisi tengkurap  (tummy time) minimal 30 menit setiap hari. Jeda waktu 30 tersebut dibagi-bagi menjadi jeda waktu yang lebih kecil dan dilakukan secara menyebar di saat bayi sedang terbangun.

Disarankan tidak menahan Bayi terlalu lama (lebih 1 jam) dalam kereta bayi, kursi tinggi, atau dalam gendongan. Pada usia ini anak belum diperkenankan bersinggungan dengan gadget. Belum memiliki jatah screen time.

Pada saat sedang tidak melakukan aktivitas fisik, sangat dianjurkan mengajak Ananda mendengarkan cerita dan berkomunikasi dengan orangtua atau pengasuh.

Bayi wajib memperokeh porsi tidur berkualitas selama 14-17 jam (usia 0-3 bulan), atau 12-16 jam (usia 4-11 bulan). Hal ini termasuk jeda waktu tidur pada saat siang hari.

2. Bayi Berusia 1-2 Tahun
Setiap hari anak setidaknya melakukan aktivitas fisik selama 180 menit dengan intensitas apa pun. Kegiatan ini mencakuo aktivitas fisik berintensitas sedang hingga tinggi. Lebih sering justru lebih dianjurkan.

Sama seperti usia sebelumnya, tidak dianjurkan menahan Ananda dalam kereta bayi, kursi tinggi, dan dalam gendongan selama lebih 1 jam. Selain itu, juga tidak dianjurkan duduk terlalu lama.

Bayi berusi 1 tahun, belum diperkenankan bersinggungan dengan gadget. Misalnya menonton TV, video, dan permainan game.

Bagi balita yangbsudah berusia 2 tahun, memperoleh jatah screen time tidak melebihi 1 jam. Selih sedikit, lebih baik. Saat dalammkeadaan tidak aktif, dianjurkan mengajak Ananda mendengarka cerita atau berkomunikasi interaktif lainnya.

Yang wajib Bunda genapi, di usia tersebut Ananda harus mendapatkan jatah tidur berkualitas selama 11 – 14 jam, termasuk tidur siang. Upayakan jadwal tidur dan bangun teratur.

3. Balita Berusia 3-4 Tahun
Dalam periode ini, anak setidaknya melakukan aktivitas fisik selama 180 menit setiap hari. Enam puluh (60) menit di anataranya adalah aktivitas fisik berintensitas sedang hingga kuat. Porsi lebih banyak lebih baik.

Tidak menahan balita dalam kereta bayi atau duduk selama lebih dari 1 jam. Screen time rutin selama lebih dari 1 jam tidak dianjurkan. L3bih sesikit lebih baik. Aktivitas bercerita dan interaktif lebih dianjurkan.

Dalam usia ini, Ananda wajib memperoleh jatah tidur berkualitas selama 10-13 jam setiap hari, termasuk ridur siang. Tidur sebaiknya teratur dan terjadwal setiap hati.

Dengan demikian sekarang kita menjadi tahu, aktivitas fisik, interkasi sosial, dan tidur berkualitas itu termasuk kebutuhan yang wajib diperoleh anak (orangtuaidaman.com).

Sumber: WHO



digiEDU


BELAJAR CARA BELAJAR

error: Content is protected !!