DODDY ITO PETERNAK BEKISAR: BUTUH SEMANGAT PELESTARIAN

SATWA UNGGAS – Berhobi bekisar bisa memberi rasa bangga.  Namun, rasa bangga saja tidak cukup.  Tanpa semangat pelestarian, sosok pehobi bekisar belum utuh.  Meski belum berhasil, minat budidaya ayam hutan yang dimiliki Doddy Ito layak ditiru.

Doddy memilih ayam bekisar sebagai binatang kelangenannya dengan dilatarbelakangi alasan pelestarian.  Menurutnya species ayam hutan hanya bisa dijumpai di Indonesia.  “Kalau ada yang mau beternak ayam huta, saya adalah orang yang pertama kali akan bergabung dengannya,” tegas Doddy penuh semangat.

Suara ayam bekisar yang unik dan merdu telah membuat Doddy Ito, tokoh Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia jatuh hati.  Pria berbadan tinggi ini menuturkan bahwa kokok ayam bekisar hanya memiliki 2 nada saja. Berbeda dengan kokok ayam jenis lain yang memiliki kokok dengan 3 nada.  Selain itu, suara bekisar bisa memberi kesan suasana berwibawa bagi rumah sang pemelihara.

Pernah Ikut Berburu
Awalnya ia hanya sebagai pehobi beli saja.   Namun lama-kelamaaan ia menjadi penasaran dengan cara penyilangan ayam bekisar.  Hal itu membuat Doddy terus bereksperimen menyilangkan ayam bekisar. 

Di rumahnya, Doddy menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencetak ayam bekisar unggulan.  Doddy memiliki bekisar sebanyak lebih dari 100 ekor.  Semuanya berkualitas.

Untuk menghasilkan bekisar berkualitas baik, Doddy tak jarang berburu calon induk hingga ke Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan hingga ke Madura.  Pria ini juga sering ikut menyaksikan aksi para pemburu liar yang sedang menangkap ayam hutan.

Maraknya perburuan ayam hutan tersebut membuat Doddy semakin prihatin dengan hobby ayam bekisar.  “Dulu populasi ayam hutan di daerah gunung Putri masih banyak.  Sehingga ayam hutan tersebut masing mudah ditemukan.  Tapi sekarang saya merasa jumlahnya semakin sedikit,”ungkap Doddy mengisahkan pengalamannya berburu ayam hutan.

Hingga saat ini jumlah peternak bekisar yang berhasil membudidayakan ayam hutan masih sangat minim.  Jadi induk jantan masih tergantung pada hasil tangkapan di hutan.  Hal tersebut membuat Doddy merasa sangat prihatin. 

Pria berkumis ini mengaku bahwa ia pernah berhasil membuat ayam hutan bertelur.  Namun demikian, telur-telur ayam hutan itu belum sempat menetas sudah keburu diganyang musang. 

Pengalaman lain yang nampaknya mengecewakan doddy yaitu telur yang gagal menetas.  Saat itu ia mencoba menetaskan telur ayam hutan menggunakan mesin tetas.  Namun listrik mati, akibatnya telur-telur yang sudah berisi calon bayi ayam hutan itu urung menetas.

Pengalaman Doddy membuktikan bahwa ayam hutan baru bisa bertelur jika sudah dipelihara selama 2 – 3 tahun.  Sifatnya yang liar membuat ayam hutan susah dikembang biakkan.  “Ia sering terbang nabrak-nabrak kandang.  Akibatnya ayam tersebut sering menderita gegar otak lalu mati,” tutur Doddy.  Untuk mengatasi hal itu,  Doddy membuat kandang dengan ukuran besar.  Bagian atas kandang diberi busa.  Ayam hutan juga mudah stres.  Ogah makan seusai ditangkap dari habitat asalnya.

Lebih Senang Beternak
Meski menjabat sebagai Dirjen Kemari,  Doddy mengaku tak berminat terjun ke arena lomba.  Sebab ia mengaku bahwa tanpa ikut lomba ia bisa lebih menikmati bekisar dan tidak diganggu oleh ambisi menjadi juara.  Doddy senang mengamati pertumbuhan ayam bekisar.  Mulai saat masih kecil, hingga dewasa.

“Saya lebih senang menikmati bekisar bukan hanya dari sisi suara.  Bekisar yang terlalu sering dimanipulasi suaranya bisa rusak,”tegas penyayang bekisar ini.  Kalau suaranya sudah bagus, ayam hutan tak perlu menjalani perlakuan macam-macam yang cenderung menyiksa.  Misalnya dipuasakan, dijemur, dan diberi pakan yang aneh-aneh.  Kualitas bekisar bisa optimal jika dicukupi semua kebutuhan hidupnya.  Biasanya kebutuhan hidup bekisar sama seperti yang diinginkan oleh kedua induknya.

Dalam dunia perbekisaran terdapat 2 golongan.  Yaitu pehobi yang cenderung senang pada suara bekisar.  Umumnya golongan ini senang wira-wiri ikut lomba.  Yang kedua yaitu pehobi bekisar rumahan alias pehobi beli. 

Penggemar seperti ini jarang sekali ikut lomba dan tidak menangkarkan sendiri.  Mereka akan membeli bekisar lagi jika bekisar yang sudah ia pelihara mati.  Bekisar kualitas kontes dihargai  puluhan juta rupiah.

Mencetak bekisar itu tak mudah.  Butuh waktu lama,  ketekunan dan kesabara.  Betina harus dimodifikasi terlebih dulu sebelum di silangkan.  Induk betina berasal dari ras ayam kampung.  Dipilih ayam kampung betina karena pada umumnya ras tersebut memiliki jumlah telur yang lebih banyak bila dibanding ayam hutan.  “Induk ayam kampung mampu bertelur sebayak 15 – 18 butir. 

Sedangkan ayam hutan hanya mampu bertelur sebanyak 6 butir saja,”terang Doddy.  Induk betina harus dipilah dari keturunan ayam kampung yang memiliki suara bagus.  Suaranya bersih, Induk betina terpilih lalu disilangkan dengan dengan teknik inbreeding.  Tujuannya supaya ditemukan ras ayam yang benar-benar memiliki sifat stabil.  Persilangan itu dilakukan hingga keturunan ke 3.  Semakin banyak in breeding yang dilakukan maka semakin bagus hasilnya.

Induk ayam kampung ngingrat seperti itu memiliki harga jual yang sangat tinggi.  “meski namanya ayam kampung tapi jika hendak ditawar dengan harga Rp 20 Juta, tetap tidak saya lepas,”tambah Doddy sambil memegangi induk betina unggulan berbulu putih. 

Agar bisa kemungkinan keberhasilan lebih besar maka, perkawinan dilakukan dengan cara inseminasi buatan.  Dengan cara seperti ini seperma seekor pejantan ayam hutan bisa dibagi-bagikan kepada induk betina sebanyak lebih dari 5 ekor.

Ingin berhobi bekisar? Jangan lupa ramaikan pula upaya pelestarian (orangtuaidaman.com).

INFO

4 Sehat 5 Sempurna
Setiap hari Doddy menyuguhkan pur kepada bekisar kesayangannya.  Semua bekisar yang ia pelihara nampak sehat.  Sebab, semua kebutuhan gizi yang dibutuhkan disuguhkan dalam pakan 4 sehat 5 sempurna. Pakan seperti itu mengandung karbohidrat, protein, sayuran, buah dan susu.  Untuk menolak serangan penyakit, Doddy juga memberikan rajangan daun munggur kepada bekisarnya setiap hari.


SATWA RUMAHAN


TAMAN & KEBUN KELUARGA

error: Content is protected !!