RAHASIA CUPANG SEHAT DAN CANTIK ALA PAK JOTY

ORANGTUA IDAMAN – Kunci sukses merawat cupang adalah kualitas air harus sesuai dengan habitat asal.

Agar bisa seperti itu, beberapa bahan alami kerap digunakan oleh paran hobiis agar kondisi air dalam akuarium mirip dengan kualitas air di tempat asal si Betta Splendens ini. Salah satu bahan alami yang kerap digunakan adalah daun ketapang kering.  “Penambahan daun ketapang kering bersifat alami, Daun ini juga sangat membantu menjaga keindahan sirip cupang agar tetap kasar, berisi dan tidak mudah bengkok” ungkap Joty, hobiis cupang di daerah Kelapa Gading, Jakarta.   

Manfaat ketapang tersebut tak lain karena adanya kandungan asam organik seperti  tanin dan humic. Bila daun ketapang terendam dalam air, kedua zat tersebut bakal terlarut dalam air dan mampu  menurunkan pH air sekaligus menyerap berbagai bahan kimia berbahaya. Tentu saja hal ini membuat cupang merasa nyaman berada dalam akuarium.

Air Kuning
Tentu saja pemberian daun ketapang harus disesuaikan dengan ukuran akuarium atau tempat perendaman. Bukan apa-apa, pemberian daun ketapang berlebih bisa menjadikan air dalam kondisi asam alias ber-pH rendah. Jadi harus pas jumlahnya. Semisal untuk akuarium ukuran 50 cm x 30 cm x 30 cm, bisa diberikan 2-3 lembar daun ketapang. Rendam daun tersebut hingga air berkelir kuning. Setelah itu, air bisa dituangkan dalam akuarium  soliter berukuran 15 x 15 x 20 cm tempat ikan cupang dipajang.  

Menurut Joty, air yang pas untuk cupang ber-pH sekitar 6,5 – 7,2 dengan suhu 24 – 30 0C. Tentu saja kondisi air pun harus tetap bersih. Agar bisa seperti ini, lakukan penggantian air seminggu dua kali. Sementara penyifonan kotoran bisa Anda bersihkan setiap hari.

Simak Pula Artikel Sejenis Ini

Pada saat perawatan di atas, sebaiknya ikan dipindahkan ke akuarium lain. Gunakanlah sekop kecil atau serokan kedap air khusus cupang. Hindari penggunaan serokan jaring. Karena langkah ini dikhawatirkan merusak sirip ikan.  Jurus ini pun ampuh untuk mencegah tersedotnya ikan pada saat penyifonan.

Sementara untuk pakannya, Anda bisa memberikan kutu air, jentik nyamuk, dan cacing sebagai makanan alami. Catatan tambahan, sebelum Anda memberikannya, pastikan pakan alami ini terjaga kebersihannya. Sehingga dikemudian hari tak bakal menyebabkan cupang sakit. Bila Anda kurang yakin dengan kualitas pakan model ini, tak masalah. Karena dipasaran sudah beredar pelet cupang. Oleh sebagian hobiis penggunaannya dipandang lebih praktis dan kebersihannya terjamin. Sehingga kemungkinan timbulnya penyakit bisa diminimalkan.

Awas Penyakit
Berbicara tentang penyakit, cupang bisa sakit apabila diberikan makanan yang tak cocok atau mengandung bibit penyakit. Kualitas pakan yang buruk ini bisa menyebabkan ikan bersirip indah ini mengalami keracunan.Kualitas air buruk pun bisa menyebabkan cupang jatuh sakit. Penyakit seperti ini dimasukkan dalam golongan non-parasiter.

Ada juga golongan penyakit parasiter. Beberapa jasad renik seperti bakteri, virus, protozoa, cacing dan jamur, jadi biangkerok penyakit ini. Tapi tak perlu bingung. Karena di toko penjual perlengkapan ikan hias, Anda dengan mudah menemukan obat-obatan pemberantas aneka macam penyakit tersebut 

Sekadar informasi, jika cupang sudah terserang penyakit, perilaku berenangnya akan berubah. Seperti mulutnya sering muncul di permukaan air dan tampak lemah. Kondisi seperti ini bisa menggambarkan ikan kekurangan gizi, kurang oksigen, atau bisa pula karena terserang bakteri.

Untuk penyakit ikan yang belum terlalu parah, pengobatan dapat dilakukan secara bertahap. Pertama sediakan akuarium karantina dengan air yang telah dilarutan dengan obat. Lalu masukan pasien ke dalamnya. Biarkan dia berenang di akuarium karantina selama sehari. Keesokan harinya, coba perhatikan perilakunya. Bila keadaannya jauh lebih gesit dari hari kemarin, berarti obat bekerja dengan baik. 

Perlu Anda ketahui, sebelum memberikan aneka obat untuk cupang kesayangan, pastikan produk tersebut memang sesuai dengan “target” penyakit yang bakal kita hilangkan. Perhitungkan pula dosisnya, metode aplikasi, kondisi ikan, dan tindakan antisipasi bila obat tersebut menimbulkan efek samping.  Hanya dengan ketelatean seperti itu, kemungkinan cupang kembali  sehat bakal semakin tinggi.

TIPS
Pakan Burayak
Sebenarnya menu pakan burayak cupang lebih sederhana dibandingkan ikan dewasa. Bahkan pada saat umur burayak 2-3 hari tak perlu dipasok makanan. Kenapa? Karena ternyata umur segitu mereka masih memiliki egg yolk alias cadangan makanan yang berasal dari kuning telur. Setelah usianya 4 hari, baru burayak ini memerlukan pasokan makanan.

Anda bisa memasoknya dengan kutu air (dapnia) yang telah disaring dan artemia yang telah dikultur. Sebagai informasi tambahan, sebagian breeder lebih memilih memberinya artemia. Alasannya ukuran artemia yang lebih kecil dibandingkan kutu air. Sehingga  burayak bakal lebih mudah mengonsumsi artemia ketimbang dapnia. Menu ini bisa terus digunakan hingga berumur 3 minggu. Setelah itu Anda bisa mengombinasikannya dengan cacing tubifex dan dapnia kasar.


TIPS
Sinar Matahari Cerahkan Warna
Cupang hias memiliki warna sangat bervariasi. Kondisi ini tergantung dari pigmentasi warna dalam sel tubuh ikan. Selain itu, paparan sinar matahari dipercaya mampu menjaga keindahan warna dan kesehatannya.



SIMAK JUGA ANEKA SATWA RUMAHAN INI!


SIMAK JUGA FLORA ANEKA CANTIK INI!


error: Content is protected !!