MULSA ILALANG: PENUTUP LAHAN MENGADOPSI ATAP SIRAP
ORANGTUA IDAMAN –Memanfaatkan ilalang sebagai mulsa masih jarang dilakukan. Percobaan ini mengadopsi atap sirap. Daun ilalang memiliki sifat yang lebih awet bila dibandingkan dengan jerami tanaman padi. Di samping itu, ilalang juga memiliki kemampuan mempertahankan kelembapan tanah yang bagus.

Penulis menerapkan mulsa cacahan daun ilalang secara berlapis. Caranya sebagai berikut: pada saat pembentukkan bedengan, tanah dicampur dengan pupuk kandang. Benih dan bibit sayur ditanam. Selanjutnya ditutup dengan cacahan daun ilalang. Saat benih sayur mulai tumbuh, cacahan ilalang yang menutupi kecambah sayur disingkirkan. Sehingga bibit sayur tidak mengalami etiolasi.
Pada saat melakukan pemupukan susulan, pupuk kandang ditabur di atas mulsa ilalang tadi. Selanjutnya ditutup lagi dengan lapisan cacahan daun ilalang yang baru. Pemupukan kembali dilakukan setelah panen dilakukan. Segera setelah dipupuk, mulsa cacahan daun ilalang ditaburkan di atas pupuk. Perlakuan seperti ini dilakukan secara berluang-ulang tanpa pengolahan tanah.
Menurut pengalaman, organisme penghuni bedangan telah melakukan pengolahan tanah. Cacing tanah mengaduk-aduk media tanam di bedengan. Trik konservasi air tanah dengan mulsa ilalang ini lebih efektif ketika digabungkan dengan teknik tanam campur (mix cropping).
CATATAN
Harus dipastikan bagian akar ilalang tidak ikut terpakai. Sebab bisa umbuh menjadi ilalang muda. Sebaiknya menggunakan ilalang yang belum memasuki masa generative atau belum berbunga.

SIMAK JUGA ANEKA FLORA INI!

SATWA RUMAHAN

JANGAN LUPA MELESTARIKAN
