IRIGASI KAPILER: BERDAYAKAN BOTOL AIR MINERAL BEKAS

ORANGTUA IDAMAN – Sistem irigasi ini memanfaatkan hukum kapilaritas. Memyediakan air sesuai porsi terbaik yang dibutuhkan tanaman (Kapasitas Lapang).

Sebagai kota yang terletak di kawasan pesisir, Jepara kerap diberitakan mengalami kekeringan.  Umumnya, lahan pertanian di Jepara didominasi oleh jenis tanah Latosol. 

Tanah latosol merupakan jenis tanah tua, yang terbentuk dari batu api yang mengalami proses pelapukan lebih lanjut. Tanah ini memiliki ciri bersifat asam, kandungan bahan organiknya rendah hingga sedang, memiliki warna merah hingga kuning, dan memiliki tekstur lempung. 

Jenis tanah ini memiliki pH 4,5 hingga 6,5, yakni dari asam hingga agak asam. Memiliki kandungan bahan organik sekitar 3% hingga 9%, namun pada umumnya hanya 5% saja

Ketika musim kemarau, lengas tanah  mudah menguap  bila terkena paparan sinar matahari.  Kandungan bahan organik yang sedikit turut memperburuk kondisi tanah pertanian di Jepara. Mengingat kandungan bahan organik mampu mempertahankan kondisi lengas tanah.

Pada musim tanam ke tiga, lahan pertanian di Jepara banyak yang diberakan. Atau ditanami dengan tanaman tebu dan singkong. Jarang ditemukan petani menanam sayur di saat musim tanam ketiga.

Penerapan irigasi  kapiler dengan memenfaatkan botol air mineral bekas terbukti bisa memberikan solusi kondisi kering di Jepara. Percobaan ini dilakukan di demplot uji coba yang berlokasi di Dusun Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Setiap botol mampu mengairi tanah di bedengan dengan radius 30-32cm.  Air di dalam botol akan habis dalam kurun waktu 3 Jam. Sementara itu, terik matahari terjadi pada kisaran pukul 11.00 – 14.00 WIB. Atau selama 3-4 jam. Metode irigasi seperti ini mampu memberikan cadangan lengas tanah bagi tanaman pada saat periode kritis berlangsung, atau pada saat puncak matahari bersinar terik.

Irigasi kapiler lebih efisien, praktis, dan mampu menghemat cadangan air tanah bila dibandingkan dengan cara irigasi penggenangan yang selama ini dilakukan. Irigasi penggenangan atau dikenal dengan leb, butuh volume air yang besar dengan durasi yang lebih lama.

Selain itu, irigasi penggenangan mengalami kehilangan air yang banyak. Pada saat musim kemarau, irigasi penggenangan sering tidak bisa dilakukan. Hal tersebut disebabkan karena debit air di beberapa daerah di Jepara tidak mencukupi.

Irigasi kapiler dengan botol air mineral bekas lebih efektif jika diterapkan dengan penerapan pemupukan dengan bahan organik serta dipadukan dengan mulsa daun ilalang.



KEBUN DAN TAMAN KELUARGA


SIMAK JUGA ANEKA SATWA RUMAHAN INI!


error: Content is protected !!