KEBUN

HIDROPONIK BOTOL MINUM AYAM: CARA MENANAM SAYUR MURAH, MERIAH  

ORANGTUA IDAMAN – Pabrik merancang piranti ini sebagai tempat minum ayam.  Namun bagi Sudibyo Karsono tidaklah demikian.  Botol minum ayam tadi bisa dialih fungsikan untuk memberi minum tanaman.

Jenis hidroponik yang satu ini boleh dikatakan sangat sederhana, murah dan gampang ditiru.  Selain itu, cara tanam seperti ini cocok dipraktekan oleh hobiis sayur yang punya lahan sempit.  Ukurannya yang kecil dan praktis menjadikan hidroponik jenis ini cocok dipajang sebagai penghias ruangan.

Bahannya Mudah Didapat
Kit hidroponik ini disusun dari berbagai bahan yaitu nampan plastik, botol air minum ayam, plastik bekas aqua gelas, arang sekam padi, pupuk kandang atau pasir, dan pupuk daun. 

Kita bisa menemukan beberapa macam ukuran botol air minum ayam dari poultry shop.  Semakin besar volumenya, maka air irigasi di dalamnya semakin awet.  Disarankan sebaiknya ukuran botol disesuaikan dengan besar nampan.

Terlihat segar saat disajikan di beranda rumah.

Botol air minum ayam ukuran 3 liter cocok untuk nampan dengan ukuran panjang kira-kira 50 cm.  Tempat tandon air tersebut diletakkan tepat di tengah-tengah nampan. 

Air di dalam botol secara otomatis keluar jika air di nampan berkurang.  Jumlah air yang dikeluarkan dari botol sama dengan jumlah pengurangan air yang terjadi pada nampan.  Pengurangan air tersebut disebakan penguapan dan proses fotosintesa yang dilakukan tanaman.

Gelas plastik bekas air mineral berfungsi sebagai tempat menanam sayur.  Sebelum dipakai, tiap gelas pangkalnya dilubangi terlebih dulu. Tujuannya supaya air atau larutan pupuk meresap ke dalam media. 

Jumlah gelas plastik disesuaikan ukuran nampan dan jarak tanam sayur yang ditanam.  Misalnya, nampan berukuran 50 cm x 30 cm dapat diisi gelas plastik sebanyak 11 – 13 buah. 

Soal media tanam kita bisa memakai arang sekam, pasir, atau pupuk kandang.  Media tanam yang dipilih menentukan jenis cairan irigasi.  Kalau kita memilih media dari pupuk kandang maka, cairan irigasi yang dipakai berupa air saja.  Sebab pupuk kandang sudah mengandung hara yang cukup. 

Sementara itu jika media yang dipakai terbuat dari arang sekam atau pasir maka, cairan irigasi yang dipakai berupa larutan pupuk cair.  Ramuan semacam ini bisa dibuat dengan cara melarutkan pupuk daun ke dalam air.  Contohnya yaitu gandasil.

Dosisnya, 1 gram dalam 1 liter air.  Media yang sudah disiapkan lalu dimasukkan ke dalam gelas bekas air mineral.  Jangan terlalu penuh, sisakan ruang kosong kira-kira 2 cm dari bibir gelas.

Arang sekam dan pasir masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.  Arang sekam bersifat lebih poros bila dibandingkan dengan pasir.  Kelebihan lain dari arang sekam yaitu bersifat steril dan bobotnya yang ringan.  Meskipun demikian, arang sekam hanya bisa dipakai dua kali.  Sedangkan pasir bisa digunakan berulangkali.

Jenis Sayur yang Sesuai
Tidak semua jenis tanaman sayur bisa dibudidayakan dengan cara ini.  Hanya jenis sayur berdaun kecil saja yang cocok ditanam dengan kit hidroponik botol minum ayam. Contohnya yaitu: slada, sawi, sledri, pakcoy, bayam, dan kangkung.

Sayur kangkung bisa ditanam langsung ke dalam media hidroponik.  Sedangkan jenis sayur slada, sawi, sledri bayam dan pakcoy harus disemai lebih dulu.  Media semai yang digunakan yaitu campuran pupuk kandang, pasir dan arang sekam. Perbandingannya 1: 1 : 1.  Proses penyemaian butuh waktu selama 3 – 4 minggu. 

Pindah tanam dilakukan dengan cara mengangkat akar tanaman beserta media tanam.  Setelah itu masukkan tanaman tersebut ke dalam media hidroponik yang sudah disediakan. 

Kira-kira 1 hingga 2 bulan kemudian, sayur segar pun bisa Anda nikmati.  Selamat mencoba (orangtuaidaman.com).

Taruh Di Tempat Teduh

Hidroponik ini harus diteruh di tempat yang teduh.  Pancaran cinar matahari secara langsung bisa mengakibatkan suhu larutan nutrisi menjadi naik.  Hal ini bisa mengakibatkan kadungan oksigen didalamnya berkurang.  Kalau sudah demikian tanaman akan layu karena akarnya tidak bisa bernafas.




ANEK SATWA KELANGENAN


YUK MELESTARIKAN!


error: Content is protected !!